UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar edukasi anti-bullying bagi siswa kelas 1 dan 2 SDN 1 Mayung pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menanamkan pemahaman tentang bullying sekaligus membangun karakter anak yang saling menghargai dan peduli terhadap sesama sejak usia dini.
Edukasi dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak-anak. Mahasiswa KKN memadukan penyampaian materi dengan ice breaking serta role play atau drama edukatif agar siswa lebih mudah memahami contoh perilaku bullying dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Mengenali Bullying Sambil Bermain
Siswa diajak memahami bahwa bullying tidak selalu berbentuk tindakan fisik. Perkataan, ejekan, atau perilaku yang membuat seseorang merasa takut, sedih, malu, maupun tidak nyaman juga perlu diperhatikan.
Melalui permainan dan drama sederhana, mahasiswa KKN memberikan contoh situasi yang dekat dengan kehidupan siswa. Pendekatan tersebut membantu anak memahami perbedaan antara bercanda dan perilaku yang dapat menyakiti perasaan orang lain.
Mahasiswa juga mengajak siswa untuk tidak menjadi pelaku maupun penonton yang membiarkan bullying terjadi. Ketika melihat atau mengalami tindakan yang tidak baik, siswa didorong untuk berani mengatakan “Stop!” serta meminta bantuan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Menanamkan Sikap Saling Menghargai
Pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah pentingnya menjaga perasaan teman. Siswa diajak memahami bahwa bercanda seharusnya tetap dilakukan dengan memperhatikan perasaan orang lain.
Jika sebuah candaan membuat teman sedih, takut, atau merasa tidak nyaman, maka perilaku tersebut perlu dihentikan. Dengan pemahaman sederhana tersebut, siswa diharapkan mulai membangun kebiasaan untuk saling menghargai dan menciptakan pertemanan yang positif.
Ketua KKN Kelompok 45, Muhammad Fakhri Naufal, mengatakan edukasi anti-bullying perlu dikenalkan sejak kelas awal sekolah dasar agar anak memiliki pemahaman yang tepat mengenai cara memperlakukan teman.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa bullying bukan sekadar bercanda. Kalau ada perkataan atau tindakan yang membuat teman sedih, takut, atau merasa tidak nyaman, itu bukan lagi candaan. Lewat kegiatan ini, kami berharap siswa kelas 1 dan 2 bisa belajar untuk saling menghargai, berani berkata ‘stop’ ketika melihat bullying, dan menjadi teman yang saling menjaga,” ujarnya.
Ikrar Bersama Ciptakan Sekolah yang Aman
Sebagai bagian dari penguatan pesan edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan komitmen bersama melalui ikrar anti-bullying. Siswa diajak menyatakan kesediaan untuk tidak melakukan bullying, menghargai teman, serta berani mengambil sikap ketika melihat tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Ikrar tersebut menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 45 berharap siswa SDN 1 Mayung tidak hanya mengenali bentuk bullying, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak tindakan tersebut dan membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap peduli, empati, dan saling menghargai.
Kegiatan edukasi anti-bullying ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Kaitan SDGs
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
- SDG 5 – Kesetaraan Gender: mendorong lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perlakuan yang merendahkan.
- SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan: menanamkan sikap menghargai setiap individu dan membangun lingkungan sekolah yang inklusif.
- SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh: mendukung budaya damai, anti-kekerasan, dan penyelesaian masalah secara positif sejak usia dini.


