Berita Ekoteologi Kegiatan SDGs
Home » Pos » Berita » 17.845 Pohon untuk Indonesia Hijau, KKN UIN Siber Cirebon Ajak Masyarakat Rawat Bumi Bersama

17.845 Pohon untuk Indonesia Hijau, KKN UIN Siber Cirebon Ajak Masyarakat Rawat Bumi Bersama

17.845 Pohon untuk Indonesia Hijau, KKN UIN Siber Cirebon Ajak Masyarakat Rawat Bumi Bersama

UIN Siber Cirebon — Di tengah ancaman perubahan iklim dan meningkatnya suhu bumi, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon memilih untuk bergerak nyata. Sebanyak 17.845 pohon ditanam mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama masyarakat sebagai bagian dari gerakan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menyambut momentum kemerdekaan Republik Indonesia.

Angka 17.845 pohon bukan dipilih secara kebetulan. Angka tersebut merefleksikan tanggal 17 Agustus 1945, hari ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Pesan yang ingin disampaikan sederhana, tetapi kuat: merawat bumi juga merupakan bagian dari cara mencintai Indonesia.

Program penanaman pohon ini melibatkan 145 kelompok mahasiswa KKN Tematik 2026 yang tersebar di 140 desa dan kelurahan di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kota Cirebon, dan Kabupaten Kuningan.

KKN 13 UIN Siber Cirebon Hadirkan Gerakan Masjid Bersih di Desa Kanci Kulon

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi gerakan penghijauan. Lebih dari itu, penanaman pohon dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa, masyarakat, pemerintah desa, komunitas lingkungan, dunia usaha, hingga media.

Bukan Sekadar Menanam, tetapi Membangun Kesadaran

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., mengatakan program penanaman pohon menjadi bagian penting dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa KKN tidak cukup hanya hadir untuk melaksanakan program kerja. Mereka juga perlu membaca persoalan yang dihadapi masyarakat dan menghadirkan solusi yang memiliki manfaat jangka panjang.

Humas Level Up #13 Perkuat Kompetensi, Profesionalisme, dan Jenjang Karier Pranata Humas Kemenag

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Yang ingin kita bangun adalah kesadaran bersama bahwa lingkungan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus dirawat secara berkelanjutan,” ujar Dr. Budi.

Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pohon yang ditanam tidak berhenti pada kegiatan penanaman saja.

Mahasiswa terlebih dahulu diajak berdialog dengan masyarakat untuk menentukan lokasi penanaman, memilih jenis pohon yang sesuai, serta membangun kesepakatan mengenai pihak yang akan merawatnya.

Dengan pendekatan tersebut, program penghijauan diharapkan tidak menjadi kegiatan yang datang dan pergi, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan bersama.

KKN 108 UIN Siber Cirebon Gabungkan Layanan Posyandu dan Edukasi Sertifikasi Halal untuk UMKM Desa Weru Lor

“Pohon memang bisa ditanam dalam satu hari, tetapi manfaatnya baru akan dirasakan dalam waktu yang panjang. Karena itu, keberlanjutan menjadi bagian penting dari program ini,” tambahnya.

145 Kelompok KKN Bergerak Bersama Masyarakat

Program penanaman 17.845 pohon digerakkan oleh mahasiswa KKN Tematik 2026 yang berada di berbagai wilayah.

Sebelum penanaman dilakukan, mahasiswa berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat. Mereka mendiskusikan lokasi, jenis tanaman, hingga mekanisme pemeliharaan.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena setiap wilayah memiliki karakter lingkungan yang berbeda.

Ada kawasan yang membutuhkan tanaman peneduh, penghijauan ruang publik, penguatan lingkungan sekitar fasilitas umum, hingga tanaman yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Semangat yang dibangun adalah menanam sesuai kebutuhan lingkungan dan masyarakat, bukan sekadar mengejar jumlah pohon.

Karena itu, program ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa. Mereka belajar bahwa pengabdian kepada masyarakat membutuhkan komunikasi, kolaborasi, kesabaran, dan keberlanjutan.

Prof Aan Jaelani: Menanam Pohon adalah Investasi untuk Masa Depan

Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa program penanaman pohon memiliki urgensi yang semakin besar di tengah perubahan iklim dan berbagai persoalan lingkungan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun kesadaran sosial dan ekologis.

“Cuaca semakin tidak menentu, suhu bumi terus meningkat, dan krisis iklim bukan lagi sesuatu yang jauh. Karena itu, perguruan tinggi harus hadir dan bergerak bersama masyarakat,” ungkap Prof. Aan Jaelani.

Ia menilai gerakan penanaman 17.845 pohon merupakan bentuk nyata implementasi kampus berdampak.

Mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kita ingin mahasiswa memahami bahwa pengabdian bukan sekadar menyelesaikan program KKN. Pengabdian adalah bagaimana menghadirkan manfaat yang tetap dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus,” tegasnya.

Bagi Prof. Aan Jaelani, pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi ekologis untuk generasi mendatang.

Pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh. Namun, ketika dirawat dengan baik, pohon dapat memberikan manfaat berupa udara yang lebih bersih, ruang yang lebih teduh, perlindungan tanah, peningkatan kualitas lingkungan, serta mendukung keberagaman hayati.

Dari 17 Agustus, Menanam Harapan untuk Masa Depan

Pemilihan angka 17.845 juga membawa pesan kebangsaan.

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga amanah untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Karena itu, merawat lingkungan dapat dimaknai sebagai bagian dari pengisian kemerdekaan.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan juga tentang bagaimana kita merawat negeri ini agar tetap layak dihuni oleh generasi berikutnya,” kata Prof. Aan Jaelani.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat gerakan penghijauan sebagai tanggung jawab bersama.

Menurutnya, bumi yang lebih hijau tidak dapat diwujudkan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, media, dan berbagai elemen lainnya.

Pohon Tumbuh Perlahan, Manfaatnya Bisa Panjang

Ada pesan sederhana yang menjadi refleksi dari gerakan ini: pohon tidak pernah tumbuh secara instan.

Akarnya perlahan mencengkeram tanah. Batangnya tumbuh sedikit demi sedikit. Daunnya berkembang seiring waktu.

Demikian pula dengan perubahan sosial.

Kepedulian terhadap lingkungan tidak lahir hanya karena satu kegiatan. Ia membutuhkan kebiasaan, kesadaran, dan konsistensi.

Karena itu, keberhasilan program 17.845 pohon tidak hanya diukur dari berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi juga dari berapa banyak pohon yang mampu bertahan dan tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Di sinilah peran masyarakat menjadi sangat penting.

Mahasiswa boleh menanam. Namun, masyarakatlah yang nantinya akan ikut merawat.

Pemerintah desa dapat membantu menjaga keberlanjutan. Komunitas dapat mengawal gerakan lingkungan. Dunia usaha dapat mendukung pembiayaan. Perguruan tinggi dapat terus memberikan edukasi dan pendampingan.

Semua memiliki peran.

Dari KKN untuk Kampus Berdampak

Program penanaman 17.845 pohon memperkuat arah KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian yang memberikan dampak nyata.

Melalui program ini, mahasiswa belajar bahwa persoalan lingkungan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, kualitas hidup, hingga masa depan generasi muda.

Karena itu, aksi penghijauan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat yang lebih luas.

Program ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.

Lebih jauh, gerakan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang peduli terhadap keberlanjutan.

Merawat Pohon, Merawat Kehidupan

Pada akhirnya, 17.845 pohon bukan sekadar angka.

Di balik setiap pohon ada tangan mahasiswa yang menanam, masyarakat yang merawat, pemerintah desa yang mendukung, dan harapan agar lingkungan tetap hijau untuk generasi mendatang.

Dari desa-desa tempat mahasiswa KKN mengabdi, pesan itu bergerak sederhana:

Tanam hari ini, rawat setiap hari, dan nikmati manfaatnya bersama di masa depan.

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ingin memastikan bahwa KKN bukan hanya meninggalkan kenangan di tengah masyarakat, tetapi juga meninggalkan pohon, pengetahuan, kepedulian, dan harapan.

Sebab, ketika satu pohon tumbuh, bukan hanya lingkungan yang berubah. Kita pun sedang menanam masa depan.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Pos Terbaru