UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 108 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan aksi pengabdian yang menyentuh dua kebutuhan penting masyarakat Desa Weru Lor, yaitu kesehatan dan penguatan ekonomi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya membantu pelayanan Posyandu, tetapi juga memanfaatkan momentum berkumpulnya warga untuk memberikan edukasi tentang Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini menjadi bentuk pengabdian yang kolaboratif. Satu kegiatan dimanfaatkan untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat.
Bantu Pelayanan Posyandu, Perkuat Layanan Kesehatan Warga
Dalam kegiatan Posyandu, mahasiswa KKN 108 bekerja bersama kader dan tenaga kesehatan setempat. Mereka membantu menertibkan alur pelayanan agar kegiatan berjalan lebih tertib dan lancar.
Mahasiswa terlibat dalam sejumlah kegiatan, mulai dari pendataan peserta hingga membantu proses pengukuran tinggi dan berat badan balita.
Kehadiran mahasiswa turut membantu kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak yang datang mengikuti kegiatan Posyandu.
Bagi mahasiswa, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memahami secara langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menerapkan semangat pengabdian di tengah warga.
Di Sela Posyandu, Mahasiswa Edukasi Sertifikasi Halal
Menariknya, kegiatan Posyandu juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi bagi warga yang memiliki usaha.
Di sela pelayanan kesehatan, mahasiswa KKN 108 menyampaikan sosialisasi Pendampingan Proses Produk Halal (P3H). Sasaran edukasi terutama pelaku usaha kuliner rumahan dan warga yang menjalankan usaha makanan serta minuman.
Mahasiswa menjelaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan. Bagi pelaku UMKM, sertifikat halal juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk.
Dengan produk yang memiliki jaminan halal, pelaku usaha diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan bisnis dan memperluas pasar.
“Jaminan halal bukan sekadar pemenuhan regulasi, tetapi juga dapat menjadi nilai tambah bagi produk lokal. Kepercayaan konsumen menjadi salah satu modal penting bagi UMKM untuk berkembang,” ujar mahasiswa KKN 108 saat memberikan edukasi kepada warga.(14/8/26).
Bantu UMKM Pantau Pengajuan Sertifikasi Halal
Tidak berhenti pada sosialisasi, mahasiswa KKN 108 juga memberikan pendampingan kepada sejumlah pelaku UMKM yang proses pengajuan sertifikasi halalnya masih tertahan.
Mahasiswa mendorong para pelaku usaha untuk aktif memantau perkembangan permohonan dan memastikan dokumen yang diperlukan telah terpenuhi. Jika terdapat berkas tambahan, pelaku UMKM juga diarahkan untuk segera melengkapinya sesuai kebutuhan proses pengajuan.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha lebih memahami proses sertifikasi halal dan tidak berhenti hanya pada tahap pendaftaran.
DPL: Pengabdian Harus Tepat Sasaran dan Berdampak
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 108 Desa Weru Lor, Wahyono, M.Pd.I., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mampu mengintegrasikan edukasi UMKM dengan kegiatan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, ruang publik seperti Posyandu dapat menjadi tempat yang efektif untuk menyampaikan edukasi yang dibutuhkan warga.
“Inisiatif mahasiswa KKN 108 mengintegrasikan edukasi halal di sela kegiatan Posyandu adalah langkah yang sangat cerdas dan responsif. Mereka tidak hanya hadir membantu pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga dapat memanfaatkan momentum untuk menggerakkan roda ekonomi warga,” tutur Wahyono.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi mahasiswa bahwa pengabdian masyarakat membutuhkan kepekaan dalam melihat kebutuhan warga.
“Saya berharap sinergi ini menjadi inspirasi bahwa pengabdian masyarakat dapat dilakukan secara kolaboratif, tepat sasaran, dan memberikan dampak ganda bagi kesejahteraan Desa Weru Lor,” tambahnya.
Dari Posyandu hingga UMKM, KKN Hadir Membawa Manfaat
Kegiatan KKN 108 di Desa Weru Lor menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan sederhana tetapi berdampak.
Pelayanan Posyandu membantu mendukung kegiatan kesehatan masyarakat. Sementara edukasi dan pendampingan sertifikasi halal memberikan pengetahuan tambahan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan terhadap produk mereka.
Dua bidang tersebut akhirnya bertemu dalam satu tujuan yang sama: mendorong masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Bagi mahasiswa KKN 108, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar untuk memahami bahwa pembangunan masyarakat membutuhkan kolaborasi. Mahasiswa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pelaku UMKM, pemerintah desa, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Membangun Desa yang Sehat dan Berdaya Saing
Melalui integrasi layanan kesehatan dan pendampingan UMKM, KKN Kelompok 108 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Weru Lor.
Masyarakat yang sehat menjadi fondasi penting bagi pembangunan. Di sisi lain, UMKM yang kuat dapat menjadi penggerak ekonomi keluarga dan desa.
Dari kegiatan sederhana di Posyandu, lahir pesan yang lebih besar: pengabdian tidak harus selalu dilakukan melalui program besar. Ketika mahasiswa mampu melihat kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang tepat, kegiatan sederhana pun dapat memberikan dampak nyata.
KKN 108 pun terus membawa semangat kampus berdampak dengan hadir, mendengar, mendampingi, dan tumbuh bersama masyarakat.


