Bahas Masa Depan Pendidikan Dasar, Seminar Internasional PGMI UIN Siber Cirebon Diikuti Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah
UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan dasar berbasis global melalui penyelenggaraan International Seminar on Primary Education bertema “Future-Ready Primary Education: Integrating AI, STEAM, and Global Values” yang digelar oleh Jurusan PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Senin (18/5/2026).
Kegiatan seminar internasional tersebut berlangsung secara hybrid dan dipusatkan di Auditorium Gedung Siber lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon serta disiarkan melalui Zoom Meeting sehingga dapat diikuti peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Seminar ini diikuti sekitar 220 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa PGMI, praktisi pendidikan, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, baik yang hadir secara langsung maupun secara daring.
PGMI UIN Siber Cirebon Bahas Masa Depan Pendidikan Dasar di Era AI
Seminar internasional ini menjadi ruang akademik strategis untuk membahas arah baru pendidikan dasar yang relevan dengan perkembangan Artificial Intelligence (AI), pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta penguatan nilai-nilai global dalam pembelajaran abad ke-21.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, dan doa bersama.
Ketua Jurusan PGMI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Ahmad Arifuddin, M.Pd.,dalam sambutannya menyoroti tantangan besar yang dihadapi guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di tengah perkembangan AI yang berlangsung sangat cepat.
Menurutnya, transformasi teknologi telah mengubah cara guru mengajar, pola belajar siswa, hingga dinamika interaksi di ruang kelas. Karena itu, guru SD/MI dituntut mampu mengintegrasikan teknologi secara bijak tanpa menghilangkan nilai-nilai pendidikan karakter.
“Guru SD/MI di era AI harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan esensi pendidikan karakter. Teknologi boleh berkembang sangat cepat, tetapi nilai kemanusiaan, etika, dan pembentukan karakter peserta didik tetap harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan calon guru yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Pendidikan Dasar Harus Perkuat Global Values
Sementara itu, Wakil Dekan I FITK, Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd., menekankan pentingnya global values dalam pendidikan dasar.
Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang memiliki kepedulian sosial, toleransi, kemampuan kolaborasi, dan keterbukaan terhadap keberagaman budaya.
“Nilai-nilai global sangat penting ditanamkan sejak pendidikan dasar agar peserta didik mampu menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan dunia internasional tanpa kehilangan identitas bangsa dan nilai moral,” jelasnya.
Ia berharap seminar internasional tersebut mampu memperkuat kolaborasi akademik serta memperluas wawasan mahasiswa dan dosen dalam membangun pendidikan dasar yang lebih berkualitas dan berdaya saing global.
Hadirkan Narasumber Internasional dari Hungaria
Seminar menghadirkan dua narasumber nasional dan internasional yang kompeten di bidang pendidikan dasar dan inovasi pembelajaran.
Pada sesi pertama, Nur Inayah Syar, M.Pd., Ph.D (Cand.) dari University of Pécs membawakan materi bertajuk “From Local Classroom to Global Futures: AI, STEAM, and Global Values in Primary Education.”
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ruang kelas lokal saat ini harus mampu bertransformasi menjadi ruang pembelajaran yang terhubung dengan perkembangan global.
Ia menekankan bahwa integrasi AI, STEAM, dan nilai-nilai global merupakan kebutuhan penting dalam pendidikan dasar modern agar peserta didik mampu mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan literasi digital.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun generasi masa depan yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus memiliki kesadaran global.
STEAM Dinilai Jadi Solusi Pembelajaran Abad 21
Pada sesi kedua, Dr. Hana Lestari, M.Pd. dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memaparkan implementasi pendekatan STEAM dalam pembelajaran sekolah dasar.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan STEAM mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kreatif, menyenangkan, dan kontekstual bagi peserta didik.
Menurutnya, integrasi sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika dapat membantu siswa memahami konsep pembelajaran melalui pengalaman belajar nyata dan kolaboratif.
“Pendekatan STEAM menjadi salah satu solusi untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21 serta mampu menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa sejak dini,” ungkapnya.
Perkuat Jejaring Akademik Global dan Inovasi Pendidikan
Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh peserta. Berbagai isu terkait implementasi AI, STEAM, dan penguatan nilai global dalam pendidikan dasar menjadi pembahasan utama selama kegiatan berlangsung.
Melalui seminar internasional ini, PGMI FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memperkuat jejaring akademik nasional dan internasional sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.
Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen PGMI dalam mempersiapkan calon guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah yang profesional, inovatif, berdaya saing global, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai karakter dan kemanusiaan.







