Dorong Mahasiswa BKI Jadi Konselor Profesional dan Adaptif di Era Kesehatan Mental Modern
UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Laboratorium Komunikasi dan Multimedia Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) kembali menghadirkan inovasi pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan Pelatihan Konseling CBT (Cognitive Behavior Therapy) bagi mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI).
Kegiatan yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 di Laboratorium FDKI tersebut menjadi bagian dari strategi penguatan human capital mahasiswa agar memiliki kompetensi konseling yang profesional, adaptif, dan aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat modern.
Pelatihan ini diinisiasi langsung oleh Kepala Laboratorium Komunikasi dan Multimedia FDKI, Herny Gusbrava, yang sekaligus menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
CBT Dinilai Relevan untuk Menjawab Tantangan Konseling Modern
Dalam pemaparannya, Herny Gusbrava menjelaskan bahwa pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) merupakan salah satu metode konseling yang efektif karena membantu individu memahami hubungan antara pola pikir, emosi, dan perilaku dalam proses perubahan diri.
Menurutnya, mahasiswa BKI perlu memiliki kemampuan praktis yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga mampu diterapkan secara langsung dalam praktik layanan konseling di masyarakat.
“Mahasiswa BKI perlu memiliki kompetensi praktis yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga mampu diterapkan secara langsung dalam praktik konseling di masyarakat. CBT menjadi salah satu pendekatan yang sangat relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Pelatihan ini membahas berbagai materi mulai dari konsep dasar CBT, identifikasi pola pikir dan perilaku klien, teknik intervensi konseling, hingga praktik studi kasus konseling individu maupun kelompok.
Mahasiswa Ikuti Simulasi Praktik Konseling
Tidak hanya berfokus pada teori, peserta juga diberikan kesempatan melakukan simulasi praktik konseling untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, empati, serta keterampilan analisis kasus secara langsung.
Melalui simulasi tersebut, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi berbagai dinamika layanan konseling di dunia pendidikan maupun masyarakat luas, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang pengembangan keterampilan reflektif dan berbasis pendekatan ilmiah bagi mahasiswa calon konselor masa depan.
Dekanat FDKI Berikan Dukungan Penuh
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari jajaran pimpinan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Dekan FDKI, Dr. Naila Farah, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Laboratorium Komunikasi dan Multimedia dalam menghadirkan program pengembangan kompetensi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas mahasiswa.
Menurutnya, penguatan kompetensi mahasiswa harus dilakukan melalui kegiatan akademik yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga berorientasi pada praktik profesional dan pengembangan keterampilan nyata.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Dekan I FDKI, Dr. Arief Rachman, yang menilai pelatihan CBT menjadi ruang strategis dalam meningkatkan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa BKI sebagai calon konselor masa depan.
Sementara itu, Wakil Dekan II FDKI, Dr. Jaja Suteja, bersama Kaprodi BKI, Bambang Setiawan, turut menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari komitmen FDKI dan Prodi BKI dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.
Perkuat Komitmen FDKI dalam Pengembangan Kompetensi Mahasiswa
Melalui pelatihan CBT ini, Laboratorium Komunikasi dan Multimedia FDKI berharap mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan konseling yang profesional, empatik, dan berbasis pendekatan ilmiah sehingga dapat memberikan layanan konseling yang lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat luas.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan ruang pengembangan kompetensi mahasiswa yang inovatif, relevan, dan berkelanjutan di era transformasi pendidikan serta meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan mental saat ini.




