UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Raih Hibah Bergengsi Kemenag-LPDP 2026 untuk Transformasi Pertanian Purba Berbasis Smart Farming
UIN Siber Cirebon — Sebuah pencapaian membanggakan kembali ditorehkan oleh UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui keberhasilan tim risetnya meraih hibah penelitian bergengsi tahun 2026 dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Penelitian strategis tersebut mengangkat tema besar “Transformasi Ekonomi Pertanian Purba Berbasis Syariah melalui Sistem Smart Farming”, sebuah inovasi pertanian masa depan yang dirancang untuk menjawab tantangan perubahan iklim, krisis pangan, serta tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan sistem irigasi konvensional.
Program riset ini didukung melalui skema kolaborasi pendanaan MoRA The AIR Funds Kemenag RI dan LPDP sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional berbasis inovasi dan keberlanjutan lingkungan.
Kembangkan Pertanian Tanpa Ketergantungan Air
Berbeda dari sistem pertanian konvensional, penelitian yang dikembangkan Tim UIN Siber Cirebon menghadirkan metode budidaya pangan yang mampu berproduksi optimal tanpa bergantung pada pasokan air melimpah bahkan minim genangan.
Proyek ambisius ini difokuskan pada pengembangan lahan pertanian seluas 4.000 meter persegi yang berlokasi di kawasan agrikultur milik Pondok Pesantren Al-Bahjah, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan.
Langkah awal pengembangan lahan dimulai pada Kamis, 7 Mei 2026 bersamaan dengan momentum panen perdana hasil uji coba tahap pertama berupa padi gogo varietas Pancasona yang ditanam di lahan seluas 750 meter persegi.
Selain itu, area seluas 250 meter persegi lainnya juga berhasil dimanfaatkan untuk budidaya cabai dengan hasil pertumbuhan yang sangat baik.
Dari Semak Belukar Menjadi Lahan Produktif
Usai panen perdana, tim peneliti langsung melanjutkan agenda pembukaan lahan baru yang sebelumnya berupa kawasan hutan belukar liar.
Melalui proses pembersihan intensif dan pengolahan ekologis, area tersebut secara bertahap diubah menjadi lahan produktif berbasis biomassa organik.
Tim peneliti membangun struktur guludan menggunakan berbagai bahan alami seperti rumput liar, limbah pertanian, potongan kayu kecil, gedebog pisang, hingga kotoran sapi (kohe) yang dipadukan dengan kapur pertanian dan tanah setempat.
Seluruh material organik tersebut kemudian disiram menggunakan cairan Mikroorganisme Lokal (MoL) yang berfungsi sebagai agen pengurai alami sekaligus penyubur tanah.
Metode ini menciptakan ekosistem biomassa mandiri yang kaya nutrisi, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama maupun bakteri patogen.
Tanam Padi Basmati dengan Sistem Tumpang Sari Modern
Setelah proses pematangan biomassa selesai, tim peneliti mulai melakukan budidaya padi basmati premium melalui tahap penyemaian selama 15 hari.
Bibit yang telah siap tanam kemudian dipindahkan ke lahan utama pada Selasa, 19 Mei 2026 secara bertahap hingga seluruh area selesai ditanami pada Jumat, 22 Mei 2026.
Menariknya, pola tanam yang diterapkan menggunakan sistem presisi dengan jarak antar rumpun sekitar 15 sentimeter.
Ruang kosong di sela tanaman tidak dibiarkan kosong, tetapi dimanfaatkan untuk budidaya cabai dan kemangi sebagai bagian dari implementasi sistem tumpang sari modern.
Melalui metode ini, satu hamparan lahan mampu menghasilkan tiga komoditas sekaligus dalam satu musim tanam, yakni padi, cabai, dan kemangi.
Konsep tersebut dinilai menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menciptakan efisiensi ekonomi bagi masyarakat petani.
Libatkan Tim Peneliti Multidisipliner
Penelitian strategis ini melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti lintas disiplin ilmu di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yaitu:
- Prof. Dr. Abdul Aziz, SmAg., S.M., M.Ag.
- Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.
- Prof. Dr. H. Sugianto, M.H.
- Deden Lesmana
- Prof. Dedi Djubaedi, M.Ag
- Dr. Dewi Cahyani, M.Pd
- Dr. H. Iwan M.Ag
- Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag
- Dr. Iis Arifuddin, M.Ag.
Kolaborasi multidisipliner ini memperkuat pengembangan penelitian dari sisi teknologi pertanian, ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga keberlanjutan lingkungan.
Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya:
- Mengembangkan model pertanian purba modern berbasis syariah dan smart farming.
- Mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan irigasi berlebih.
- Memanfaatkan sampah organik dan limbah lokal sebagai media tanam produktif.
- Mendorong ketahanan pangan nasional berbasis pertanian ramah lingkungan.
- Mengembangkan pertanian hemat biaya dan berkelanjutan.
- Memberdayakan pesantren dan masyarakat melalui ekonomi pertanian produktif.
- Membangun sistem pertanian adaptif terhadap perubahan iklim global.
Manfaat Penelitian bagi Masyarakat
Riset ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, antara lain:
- Menekan biaya produksi pertanian secara signifikan.
- Membuka peluang pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif.
- Mengurangi pencemaran lingkungan melalui pengolahan sampah organik.
- Meningkatkan kemandirian pangan masyarakat.
- Menjadi solusi alternatif pertanian di daerah minim air.
- Menguatkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian organik dan syariah.
- Menjadi model smart farming berbasis pesantren yang dapat direplikasi secara nasional.
Dukung SDGs dan Masa Depan Pertanian Hijau Indonesia
Model pertanian purba modern yang dikembangkan UIN Siber Cirebon juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDGs 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan)
- SDGs 6: Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak)
- SDGs 12: Responsible Consumption and Production
- SDGs 13: Climate Action
- SDGs 15: Life on Land
Melalui inovasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mampu menjadi pionir transformasi pertanian hijau berbasis teknologi, syariah, dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia.
Riset tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi nasional bahwa masa depan pertanian Indonesia dapat dibangun dari kekuatan lokal, pengelolaan limbah, serta pemanfaatan teknologi cerdas yang berpihak pada masyarakat dan alam.





