Padi Gogo Tanpa Genangan Air Tumbuh Kembali, Jadi Inovasi Ketahanan Pangan Berkelanjutan dan Dukungan SDGs
UIN Siber Cirebon — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui program penelitian yang diinisiasi MoRa The AIR Fund, tim peneliti berhasil mengembangkan model pertanian organik berbasis lahan kering dengan memanfaatkan olahan sampah dan teknologi mikroorganisme lokal (MoL).
Penelitian tersebut berfokus pada budidaya padi gogo atau padi Pancasona tanpa sistem pengairan intensif dan tanpa penggunaan pupuk kimia. Inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menjawab tantangan ketahanan pangan, krisis lingkungan, serta mahalnya biaya produksi pertanian modern.
Keberhasilan penelitian ditandai dengan pelaksanaan pasca-panen perdana pada Kamis, 7 Mei 2026, di lahan milik Pondok Pesantren Al-Bahjah, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan.
Padi Gogo Tumbuh Kembali Tanpa Irigasi dan Pupuk Kimia
Fenomena menarik terjadi setelah masa panen perdana selesai. Tanaman padi gogo yang telah dipanen ternyata tumbuh kembali (ratun) dari sisa batang yang tersisa di lahan.
Hasil pengamatan terbaru pada Jumat, 22 Mei 2026 menunjukkan tanaman gelombang kedua berkembang sangat baik dan mulai memasuki masa pembuahan kembali.
Keberhasilan tersebut dinilai sangat fenomenal karena proses budidaya dilakukan di lahan seluas 750 meter persegi tanpa sistem irigasi tergenang, melainkan hanya mengandalkan media tanam berbasis kompos sampah organik dan non-organik.
Selain itu, keseluruhan proses budidaya tidak menggunakan pupuk kimia pabrikan dan lebih mengutamakan pemanfaatan pupuk berbasis Mikroorganisme Lokal (MoL) yang mampu memperbaiki struktur tanah secara alami.
Libatkan Tim Peneliti Multidisipliner
Penelitian strategis ini melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yaitu:
- Prof. Dr. Abdul Aziz, SmAg., S.M., M.Ag.
- Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.
- Prof. Dr. H. Sugianto, M.H.
- Deden Lesmana
- Prof. Dedi Djubaedi, M.Ag
- Dr. Dewi Cahyani, M.Pd
- Dr. H. Iwan M.Ag
- Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag
- Dr. Iis Arifuddin, M.Ag.
Kolaborasi multidisipliner tersebut memperkuat pendekatan penelitian dari sisi teknologi pertanian, ekonomi syariah, lingkungan, pendidikan masyarakat, hingga pengembangan model smart farming berbasis pesantren.
Maksud dan Tujuan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tujuan utama, antara lain:
- Mengembangkan model pertanian organik berbasis lahan kering yang hemat air dan ramah lingkungan.
- Mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dan biaya produksi tinggi.
- Mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik dan non-organik sebagai media tanam produktif.
- Menghadirkan inovasi pertanian berkelanjutan berbasis teknologi dan nilai-nilai syariah.
- Mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui sistem pertanian alternatif yang efisien dan adaptif terhadap perubahan iklim.
- Mengembangkan konsep smart farming berbasis pesantren dan pemberdayaan masyarakat.
Manfaat Penelitian bagi Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya petani dan komunitas pesantren, di antaranya:
- Membantu petani mengurangi biaya pembelian pupuk kimia.
- Meningkatkan produktivitas lahan kering yang selama ini kurang dimanfaatkan.
- Mengurangi pencemaran lingkungan melalui pengolahan sampah menjadi media tanam produktif.
- Membuka peluang ekonomi baru berbasis pertanian organik dan pangan sehat.
- Menjadi model pertanian alternatif bagi wilayah yang mengalami keterbatasan air.
- Mendorong lahirnya ekosistem pertanian mandiri berbasis komunitas dan pesantren.
Selain budidaya padi gogo, tim peneliti juga berhasil mengembangkan budidaya Cabe Tanjung menggunakan media galon bekas di lahan seluas 250 meter persegi dengan hasil pertumbuhan yang sangat baik.
Kesuksesan metode tersebut juga direplikasi di lahan milik Pondok Pesantren Kanzul Ulum dengan penggunaan sekitar 3.000 galon media tanam berbasis kompos sampah dan kohe sapi sesuai SOP penelitian.
Dukung Agenda SDGs dan Ketahanan Pangan Nasional
Penelitian MoRa The AIR Fund ini dinilai sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDGs 2: Zero Hunger (Tanpa Kelaparan)
- SDGs 6: Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak)
- SDGs 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan)
- SDGs 13: Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim)
- SDGs 15: Life on Land (Menjaga Ekosistem Daratan)
Melalui riset ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap mampu menghadirkan solusi konkret bagi masa depan pertanian Indonesia yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berbasis inovasi lokal.
Model pertanian purba modern yang dikembangkan juga diharapkan menjadi inspirasi nasional dalam membangun ketahanan pangan berbasis lingkungan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.




