UIN Siber Cirebon — Langkah besar menuju transformasi pertanian berkelanjutan berbasis syariah resmi dimulai. Tim Peneliti MoRa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menjalin perjanjian pengolahan lahan wakaf produktif bersama Pondok Pesantren Al-Bahjah sebagai bagian dari implementasi riset nasional bertajuk Transformasi Ekonomi Pertanian Purba Berbasis Syariah melalui Smart Farming.
Program strategis tersebut merupakan hasil hibah penelitian bergengsi dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui skema kolaborasi MoRA The AIR Funds dan LPDP Tahun 2026. Penelitian ini diarahkan untuk menciptakan model pertanian masa depan yang hemat air, berbasis limbah organik, ramah lingkungan, dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kesepakatan kerja sama sekaligus administrasi sewa lahan resmi dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026. Momentum ini menjadi tonggak awal dimulainya pengembangan kawasan pertanian riset berbasis wakaf produktif di wilayah Pancalang, Kabupaten Kuningan.
Wakaf Produktif Jadi Laboratorium Pertanian Masa Depan
Dalam proyek ini, lahan wakaf milik Pondok Pesantren Al-Bahjah seluas total 11.000 meter persegi disiapkan sebagai pusat pengembangan riset pertanian purba modern berbasis smart farming. Kawasan yang sebelumnya berupa hutan sekunder dan semak belukar kini mulai ditransformasi menjadi lahan produktif berbasis biomassa organik.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag., menjelaskan bahwa riset ini tidak hanya berorientasi pada hasil akademik, tetapi juga pada penciptaan model ekonomi pertanian berbasis syariah yang aplikatif bagi masyarakat.
“Penelitian ini ingin membuktikan bahwa lahan tidur, lahan wakaf, bahkan lahan kering sekalipun dapat diubah menjadi sumber pangan produktif melalui pendekatan ekologis, teknologi smart farming, dan prinsip keberlanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa konsep pertanian purba yang dikembangkan mengutamakan penggunaan bahan organik lokal, pengurangan ketergantungan pupuk kimia, serta efisiensi penggunaan air.
Kolaborasi Kampus dan Pesantren untuk Ketahanan Pangan
Pihak Yayasan LPD Al-Bahjah menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan fungsi sosial dan ekonomi tanah wakaf. Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan LPD Al-Bahjah, Ustadz Bambang Siswanto, didampingi Sekretaris Yayasan, Ketua STAI Al-Bahjah, dan Ketua Divisi Wakaf Al-Bahjah.
Menurutnya, pemanfaatan aset wakaf untuk sektor pertanian produktif menjadi langkah penting dalam mendukung kemandirian ekonomi umat.
“Wakaf tidak hanya bernilai ibadah spiritual, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat luas,” katanya.
Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menilai proyek ini menjadi bagian penting dalam penguatan tridharma perguruan tinggi berbasis inovasi dan keberlanjutan.
“Kolaborasi antara kampus, pesantren, dan pemerintah melalui riset ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi Islam mampu menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim global,” tegasnya.
Tiga Zona Smart Farming Berbasis Biomassa
Lahan riset dibagi menjadi beberapa zona pengembangan komoditas pangan dan hortikultura:
- Zona pertama seluas 1.000 meter persegi digunakan untuk penanaman padi Gogo Pancasona, penyemaian padi basmati, serta budidaya cabai dan pisang.
- Zona kedua seluas 4.000 meter persegi difokuskan untuk budidaya padi basmati dengan sistem tumpangsari cabai dan kemangi.
- Zona ketiga seluas 5.000 meter persegi dipersiapkan untuk pengembangan ubi-ubian dan sayuran komersial seperti pakcoy.
Keunikan sistem ini terletak pada penggunaan biomassa organik hasil olahan rumput liar, kayu kecil, gedebog pisang, kotoran sapi, kapur pertanian, serta Mikroorganisme Lokal (MoL) sebagai media tanam utama.
Teknik tersebut memungkinkan lahan tetap produktif tanpa ketergantungan besar terhadap irigasi konvensional maupun pupuk kimia.
Libatkan Akademisi Multidisiplin
Penelitian strategis ini melibatkan sejumlah akademisi lintas disiplin dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, di antaranya:
- Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag.
- Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.
- Prof. Dr. H. Sugianto, M.H.
- Prof. Dedi Djubaedi, M.Ag.
- Dr. Dewi Cahyani, M.Pd.
- Dr. H. Iwan, M.Ag.
- Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag.
- Dr. Iis Arifuddin, M.Ag.
- Deden Lesmana
Kolaborasi multidisiplin tersebut memperkuat pendekatan penelitian dari aspek ekonomi syariah, hukum, lingkungan, pendidikan, hingga teknologi pertanian.
Dorong SDGs dan Kemandirian Pangan Nasional
Riset ini juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- SDGs 2: Zero Hunger
- SDGs 8: Decent Work and Economic Growth
- SDGs 12: Responsible Consumption and Production
- SDGs 13: Climate Action
- SDGs 15: Life on Land
Melalui pendekatan smart farming berbasis wakaf produktif, tim peneliti berharap model ini dapat direplikasi di berbagai daerah Indonesia, terutama pada lahan-lahan tidur dan aset wakaf yang belum produktif.
Ke depan, hasil riset ini diharapkan menjadi model transformasi pertanian modern yang murah, mandiri, ramah lingkungan, dan mampu memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas pesantren.




