UIN Siber Cirebon (Digos, Filipina) — Belajar di luar negeri tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Dalam rangkaian International Mobility Program 2026 di Filipina, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendapatkan pengalaman berbeda melalui penanaman mangrove dan kunjungan ke perusahaan Goodlife.
Dua kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan isu lingkungan dan dunia usaha. Dari kawasan pesisir hingga lingkungan perusahaan, mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana kepedulian terhadap lingkungan, aktivitas ekonomi, dan pengembangan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Menanam Mangrove, Belajar tentang Keberlanjutan
Penanaman mangrove menjadi salah satu agenda Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional dalam rangkaian kegiatan kolaborasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan UM Digos College.
Mahasiswa terlibat langsung dalam penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas menanam pohon. Mereka mendapatkan pengalaman untuk memahami hubungan antara lingkungan, masyarakat, dan keberlanjutan.
Dr. Hj. Dewi Fatmasari, M.Si., menilai kegiatan lingkungan seperti penanaman mangrove memberikan pengalaman pembelajaran yang penting bagi mahasiswa.
“Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Penanaman mangrove mengajarkan bahwa keberlanjutan bukan hanya konsep yang dibicarakan dalam penelitian, tetapi juga membutuhkan tindakan nyata dan keterlibatan bersama,” ujar Dr. Hj. Dewi Fatmasari.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki hubungan erat dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan destinasi wisata yang memberikan manfaat jangka panjang.
Dari Pesisir Mengenal Dunia Usaha
Setelah mendapatkan pengalaman melalui kegiatan lingkungan, mahasiswa melanjutkan pembelajaran dengan company visit ke Goodlife.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat aktivitas dunia usaha. Mahasiswa dapat melihat bagaimana perusahaan menjalankan kegiatan bisnis, membangun budaya kerja, serta menghadapi dinamika lingkungan usaha.
Bagi mahasiswa FEBI, pengalaman ini sangat relevan dengan bidang keilmuan yang mereka pelajari, mulai dari Akuntansi Syariah, Ekonomi Syariah, Pariwisata Syariah, hingga Perbankan Syariah.
Yati Rihayati, M.Sc., mengatakan pengalaman langsung di dunia usaha dapat membantu mahasiswa menghubungkan teori dengan praktik.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori. Mereka juga perlu melihat bagaimana konsep ekonomi dan bisnis diterapkan dalam kehidupan nyata. Company visit memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari praktik dan memahami tantangan dunia kerja,” ungkap Yati Rihayati.
Menurutnya, pengalaman internasional juga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi dan memahami lingkungan kerja yang memiliki karakter berbeda.
Princess J. Cole: Belajar dari Pengalaman Internasional
Dari pihak UM Digos College, Princess J. Cole, MBA, CHRP., turut memberikan perspektif mengenai pentingnya pengalaman belajar yang menghubungkan mahasiswa dengan lingkungan masyarakat dan dunia profesional.
Menurutnya, interaksi antara mahasiswa dari Indonesia dan Filipina dapat menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan.
“International programs give students an opportunity to learn beyond the classroom, understand different cultures, and see how education connects with real-life situations,” ujar Princess J. Cole.
Menurutnya, pengalaman seperti penanaman mangrove dan kunjungan perusahaan dapat membantu mahasiswa melihat hubungan antara pendidikan, masyarakat, lingkungan, dan dunia usaha.
Dua Kegiatan, Satu Pesan
Penanaman mangrove dan kunjungan ke Goodlife mungkin terlihat sebagai dua kegiatan yang berbeda.
Satu berkaitan dengan lingkungan, sementara yang lain berkaitan dengan dunia usaha.
Namun, keduanya memiliki pesan yang sama: pembangunan harus dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Mahasiswa belajar bahwa dunia ekonomi dan bisnis tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan kehidupan sosial.
Pariwisata membutuhkan lingkungan yang sehat. Dunia usaha membutuhkan masyarakat yang berkembang. Dan pembangunan membutuhkan generasi muda yang mampu melihat hubungan antara ketiganya.
Pengalaman tersebut membuat International Mobility Program 2026 menjadi lebih dari sekadar perjalanan akademik.
Mahasiswa belajar dari kampus, masyarakat, lingkungan, dan dunia usaha. Mereka tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana ilmu diterapkan dalam kehidupan nyata.
Dari Filipina Membawa Pulang Inspirasi
Bagi mahasiswa FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pengalaman di Filipina menjadi kesempatan untuk memperluas cara pandang.
Dari menanam mangrove, mereka belajar tentang kepedulian lingkungan. Dari kunjungan ke Goodlife, mereka belajar tentang dunia profesional. Dari interaksi dengan sivitas akademika dan masyarakat Filipina, mereka belajar tentang keberagaman.
Semua pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.
Dr. Hj. Dewi Fatmasari, Yati Rihayati, dan Princess J. Cole sama-sama menempatkan pengalaman langsung sebagai bagian penting dari pembelajaran internasional.
Pesannya sederhana: pendidikan tidak hanya tentang mengetahui, tetapi juga tentang mengalami dan melakukan.
Dari pesisir Filipina hingga lingkungan perusahaan, mahasiswa FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon belajar bahwa masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap lingkungan, mampu beradaptasi, memahami dunia usaha, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.


