UIN Siber Cirebon — Menjelang prosesi kelulusan, Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon membekali calon wisudawan dan wisudawati dengan wawasan praktis untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Pembekalan tersebut dikemas melalui Workshop Calon Wisudawan dan Wisudawati Fakultas Syariah, yang menghadirkan perspektif akademik, dunia usaha, birokrasi, hingga pengalaman alumni. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya fakultas memastikan lulusan tidak hanya siap menerima ijazah, tetapi juga siap menghadapi tantangan setelah meninggalkan kampus.
Workshop menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang yang berbeda. Salah satunya adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Dr. Hadi Suwastio Cokrodimedjo, yang memberikan gambaran mengenai kesiapan lulusan memasuki dunia kerja sekaligus peluang membangun kolaborasi dengan sektor industri.
Kehadiran perspektif dunia usaha menjadi penting karena lulusan perguruan tinggi saat ini menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Kompetensi akademik perlu dilengkapi kemampuan beradaptasi, komunikasi, kreativitas, jejaring, serta keberanian membaca peluang.
Belajar dari Alumni yang Mengabdi di Masyarakat
Workshop juga menghadirkan Muhammad Aip Syarifuddin, S.H., M.H., alumni Fakultas Syariah yang kini mengabdi sebagai Penyuluh Agama di KUA Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai luasnya ruang pengabdian bagi lulusan Fakultas Syariah.
Di tengah masyarakat, lulusan tidak hanya dituntut memahami teori hukum Islam. Mereka juga perlu mampu berkomunikasi, memberikan pelayanan, memahami persoalan sosial, serta menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pengalaman alumni menjadi cermin bahwa perjalanan setelah lulus dapat mengambil banyak bentuk. Ada yang berkarier di sektor profesional, pemerintahan, lembaga keagamaan, dunia usaha, maupun mengembangkan kiprah sosial di tengah masyarakat.
Integritas dan Adaptabilitas Jadi Bekal Penting
Dari internal Fakultas Syariah, Wakil Dekan II Dr. Izzuddin, M.A., turut memberikan arahan dan motivasi kepada para calon wisudawan.
Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan kemampuan beradaptasi setelah menyelesaikan pendidikan. Menjadi lulusan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menurutnya, juga berarti membawa nama baik almamater ketika memasuki ruang profesional dan kehidupan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penting karena dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Dunia profesional juga membutuhkan pribadi yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan terus belajar menghadapi perubahan.
Menjembatani Kampus dengan Dunia Nyata
Penyelenggaraan workshop ini menunjukkan komitmen Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi, dunia usaha, dan pengabdian masyarakat.
Lulusan tidak cukup hanya memahami apa yang dipelajari selama berada di ruang kelas. Mereka perlu mengetahui bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Workshop ini merupakan langkah nyata fakultas dalam menjembatani dunia akademik dengan realitas dunia kerja serta kebutuhan masyarakat luas. Kehadiran tokoh dari Kadin Jabar dan alumni inspiratif diharapkan mampu membakar semangat para calon wisudawan untuk menjadi lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi,” ujar pihak penyelenggara.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi interaktif. Para calon wisudawan mendapatkan kesempatan untuk menggali pengalaman dan pandangan narasumber mengenai dunia kerja, karier, pengabdian, serta tantangan yang mungkin dihadapi setelah lulus.
Wisuda Bukan Akhir, tetapi Awal Perjalanan
Workshop tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa wisuda bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan. Ijazah merupakan pintu menuju ruang pengabdian yang lebih luas.
Para calon wisudawan Fakultas Syariah diharapkan mampu membawa ilmu yang diperoleh selama kuliah untuk memberikan manfaat. Baik ketika memilih berkarier di dunia profesional, memasuki birokrasi, menjadi praktisi, berwirausaha, maupun mengabdi di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan seorang lulusan tidak hanya dilihat dari gelar yang melekat di belakang nama. Keberhasilan juga tercermin dari kemampuan mengubah ilmu menjadi karya, kompetensi menjadi kontribusi, dan pendidikan menjadi kebermanfaatan.
Dari Fakultas Syariah untuk dunia kerja. Dari kampus untuk masyarakat. Dari ilmu menuju pengabdian.




