Opini Pojok Rektor
Home » Pos » Opini » 1.868 Wisudawan UIN Siber Cirebon: Dari Gelar Menuju Pengabdian, dari Teknologi Menuju Kemaslahatan

1.868 Wisudawan UIN Siber Cirebon: Dari Gelar Menuju Pengabdian, dari Teknologi Menuju Kemaslahatan

1.868 Wisudawan UIN Siber Cirebon: Dari Gelar Menuju Pengabdian, dari Teknologi Menuju Kemaslahatan

UIN Siber Cirebon — Wisuda sering kali dipahami sebagai akhir dari perjalanan pendidikan. Toga dikenakan, ijazah diterima, foto bersama dilakukan, lalu satu fase kehidupan dianggap selesai.

Namun, bagi saya, wisuda justru merupakan awal dari perjalanan yang lebih besar.

Ketika Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mewisuda 1.868 lulusan dari berbagai jenjang dan fakultas dalam rangkaian Wisuda ke-V selama tiga hari, yang sesungguhnya kita rayakan bukan hanya keberhasilan menyelesaikan studi.

Kita sedang melepas generasi yang membawa amanah ilmu untuk kembali hadir di tengah masyarakat.

Pada hari pertama, Selasa (11/8/2026), sebanyak 736 lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) mengikuti prosesi wisuda di Cirebon. Di balik toga mereka terdapat perjuangan mahasiswa, doa orang tua, ketekunan dosen, serta kerja keras seluruh sivitas akademika.

Wisuda ke-V UIN Siber Cirebon, Rektor Kukuhkan Dua Guru Besar: Perkuat Tradisi Akademik dan Mutu Pendidikan

Karena itu, saya ingin menegaskan satu hal:

Gelar akademik bukan garis akhir. Gelar adalah awal dari pengabdian yang lebih luas.

Lulusan UIN Siber Harus Siap Menghadapi Perubahan

Dunia yang akan dimasuki para lulusan bukan lagi dunia yang sama seperti ketika mereka pertama kali masuk perguruan tinggi.

Teknologi berkembang sangat cepat. Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), big data, otomatisasi, dan berbagai platform digital telah mengubah cara manusia bekerja dan belajar.

Dalam situasi seperti ini, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki ijazah.

736 Lulusan FITK UIN Siber Cirebon Diwisuda, Dibekali Kompetensi Digital dan Semangat Green Campus

Mereka membutuhkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, kreativitas, integritas, dan karakter.

Sebagai UIN yang memiliki identitas sebagai Cyber Islamic University, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusan yang mampu memanfaatkan teknologi secara produktif.

Namun, saya selalu mengingatkan bahwa teknologi harus memiliki arah.

Kita tidak ingin melahirkan generasi yang hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi kehilangan orientasi moral.

Karena itu, saya berpesan kepada para lulusan:

1.868 Wisudawan UIN Siber Cirebon Siap Berkiprah: Bawa Teknologi, Green Islam, dan Ilmu untuk Umat

“Keterampilan digital yang saudara miliki harus dituntun oleh kemudi etika moral atau akhlak karimah.”

Teknologi harus menjadi alat untuk menghadirkan kemudahan, memperluas akses pengetahuan, membangun kolaborasi, dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

Karena itu, lulusan UIN Siber Cirebon jangan hanya menjadi developers, tetapi juga menjadi illuminators.

Bukan hanya mampu menciptakan teknologi, tetapi mampu menghadirkan pencerahan melalui teknologi.

Green Islamic Campus Bukan Sekadar Menanam Pohon

Perubahan zaman juga menghadirkan tantangan ekologis.

Karena itu, gagasan Green Islamic Campus harus kita pahami lebih luas daripada sekadar penghijauan lingkungan kampus.

Green Islamic Campus adalah upaya membangun kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah fil ‘ard.

Bumi bukan sekadar tempat untuk dieksploitasi. Bumi adalah amanah yang harus dijaga.

Saya berharap kesadaran ekologis tersebut tidak berhenti di lingkungan kampus.

Para lulusan harus membawa nilai Green Islam ke tempat mereka bekerja dan mengabdi.

Ketika menjadi guru, jadilah pendidik yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.

Ketika menjadi birokrat, dorong kebijakan yang berkelanjutan.

Ketika menjadi pengusaha, bangun usaha yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan lingkungan.

Ketika menjadi peneliti, hasilkan inovasi yang membantu menyelesaikan persoalan ekologis.

Green Islam harus menjadi cara berpikir dan cara bertindak.

Ilmu Tidak Boleh Berhenti di Ruang Kelas

Saya juga ingin mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi tidak boleh berhenti di ruang kelas.

Ia tidak boleh berhenti di perpustakaan.

Tidak boleh berhenti di skripsi, tesis, atau disertasi.

Ilmu harus bergerak menuju masyarakat.

Kemiskinan, ketimpangan ekonomi, krisis moral, persoalan pendidikan, perubahan teknologi, hingga berbagai tantangan global membutuhkan kontribusi orang-orang terdidik.

Karena itu, saya berharap para lulusan UIN Siber Cirebon mampu menjadikan ilmu sebagai kekuatan untuk menghadirkan solusi.

Ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya berapa banyak orang yang memperoleh gelar.

Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak manfaat yang lahir dari ilmu tersebut.

Dari sinilah kita memahami hubungan antara ilmu dan amal.

Ilmu yang baik harus melahirkan tindakan yang baik.

Itqan: Bekerja dengan Profesional dan Integritas

Ketika memasuki dunia profesional, saya berharap para lulusan memegang prinsip itqan.

Itqan berarti melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, profesional, tekun, dan memberikan hasil terbaik.

Dunia kerja membutuhkan orang pintar. Namun, dunia kerja juga membutuhkan orang yang dapat dipercaya.

Karena itu, kompetensi harus berjalan bersama integritas.

Orang yang memiliki kemampuan tinggi tetapi tidak memiliki integritas akan kehilangan kepercayaan.

Sebaliknya, orang yang memiliki ilmu, kompetensi, akhlak, dan integritas akan memiliki fondasi yang kuat untuk memberikan kontribusi.

Maka saya berpesan:

“Jadikan ilmu-ilmu keislaman sebagai kompas moral dalam setiap jejak langkah profesional saudara.”

Di Balik Toga Ada Perjuangan Orang Tua

Wisuda juga mengingatkan kita bahwa keberhasilan seorang mahasiswa tidak pernah berdiri sendiri.

Di balik toga ada doa orang tua.

Di balik ijazah ada pengorbanan keluarga.

Di balik kelulusan ada ketekunan mahasiswa, bimbingan dosen, serta dukungan tenaga kependidikan.

Karena itu, saya berharap para lulusan tidak berhenti pada kebanggaan saat menerima ijazah.

Balaslah kepercayaan keluarga dan almamater dengan karya.

Buatlah orang tua bangga bukan hanya karena nama kita bertambah gelar, tetapi karena kehadiran kita memberikan manfaat bagi orang lain.

Dua Guru Besar dan Tanggung Jawab Akademik yang Lebih Besar

Wisuda ke-V UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga memiliki makna akademik yang istimewa.

Pada momentum tersebut, saya mengukuhkan dua guru besar, yaitu Prof. Dr. H. Saefudin Zuhri, M.Ag., sebagai Guru Besar Bidang Kurikulum, dan Prof. Dr. Hj. Nurlela, M.Ag., sebagai Guru Besar Bidang Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Bagi saya, pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik.

Guru besar bukan sekadar gelar. Guru besar adalah amanah keilmuan.

Seorang profesor memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu, menghasilkan karya akademik, membimbing generasi muda, memperkuat penelitian, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Kehadiran Prof. Saefudin Zuhri dan Prof. Nurlela menjadi energi baru bagi UIN Siber Cirebon.

Bidang kurikulum dan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki posisi yang sangat strategis dalam menghadapi transformasi pendidikan.

Kurikulum harus mampu menjawab perubahan zaman.

Pembelajaran PAI juga harus mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan substansi nilai-nilai Islam.

Di sinilah kekuatan akademik dan teknologi harus bertemu.

Cyber Islamic University Membutuhkan SDM yang Kuat

Transformasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju Cyber Islamic University tidak cukup hanya dengan membangun sistem digital.

Teknologi adalah instrumen.

Manusialah yang menentukan arah penggunaannya.

Karena itu, transformasi digital harus diikuti dengan penguatan kualitas dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, kurikulum, penelitian, pembelajaran, dan budaya akademik.

Kita ingin membangun universitas yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga kuat secara keilmuan dan kokoh secara moral.

Kehadiran dua guru besar baru menjadi bagian dari proses memperkuat fondasi tersebut.

Dari Wisuda Menuju Peradaban

Saya ingin para lulusan memahami bahwa dunia sedang menunggu kontribusi mereka.

Masyarakat membutuhkan guru yang inspiratif.

Membutuhkan peneliti yang solutif.

Membutuhkan pengusaha yang berintegritas.

Membutuhkan birokrat yang melayani.

Membutuhkan profesional yang kompeten.

Membutuhkan generasi muda yang mampu menggunakan teknologi untuk kebaikan.

Karena itu, jangan menjadi penonton perubahan. Jadilah bagian dari perubahan.

Gunakan teknologi untuk menciptakan manfaat.

Rawat bumi dengan prinsip Green Islam.

Kembangkan ilmu dengan penuh tanggung jawab.

Dan jadikan nilai-nilai Islam sebagai kompas moral.

“Teruslah berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital, jagalah bumi dengan prinsip-prinsip Green Islam, dan jadikan ilmu-ilmu keislaman sebagai kompas moral dalam setiap jejak langkah profesional.”

Dari UIN Siber Cirebon untuk Masyarakat

Sebanyak 1.868 wisudawan kini memasuki ruang pengabdian yang jauh lebih luas.

Ada sekolah.

Ada dunia usaha.

Ada pemerintahan.

Ada lembaga sosial.

Ada dunia akademik.

Ada ruang digital.

Semua membutuhkan orang-orang berilmu yang memiliki karakter dan kepedulian.

Sementara itu, dua guru besar baru akan memperkuat rumah akademik tempat ilmu terus dikembangkan dan diwariskan.

Di sinilah saya melihat makna besar Wisuda ke-V UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.

Wisudawan membawa ilmu keluar dari kampus. Guru besar mengembangkan ilmu di dalam kampus. Keduanya bertemu dalam satu tujuan: menghadirkan kemaslahatan.

Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar yang terpampang di belakang nama.

Keberhasilan pendidikan akan terlihat dari seberapa besar ilmu menghadirkan manfaat, seberapa jauh karya membawa perubahan, dan seberapa kuat akhlak serta nilai kemanusiaan diwujudkan dalam kehidupan.

Dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kita mengirimkan pesan sederhana:

Dari ilmu menuju amal.

Dari gelar menuju pengabdian.

Dari teknologi menuju kemaslahatan.

Dari kampus menuju peradaban.

Oleh: Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Pos Terbaru