Kepala PUSTIKOM UIN Siber Cirebon Hadiri Forum Strategis Integrasi AI untuk Smart Campus PTKIN
UIN Siber Cirebon (Medan) — UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital pendidikan tinggi Islam nasional. Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIKOM), Riyanto, S.Kom.,M.Kom., menghadiri Forum Pimpinan Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara.
Kegiatan nasional yang digelar sejak Selasa hingga Jumat, 5–8 Mei 2026 tersebut dipusatkan di Karibia Boutique Hotel dengan UIN Sumatera Utara sebagai tuan rumah penyelenggara.
Mengusung tema besar “Integrating AI into Academic Ecosystems: Enhancing Data Governance and Smart Services”, forum ini menjadi ruang strategis bagi pimpinan teknologi informasi PTKIN untuk merumuskan arah transformasi digital pendidikan berbasis Artificial Intelligence (AI).
Integrasi AI Jadi Fokus Transformasi Kampus Digital PTKIN
Bangun Ekosistem Akademik yang Responsif dan Berbasis Data
Dalam rangkaian Focus Group Discussion (FGD), para delegasi membahas pentingnya tata kelola data (data governance) sebagai fondasi utama penerapan AI dalam layanan akademik.
Forum menegaskan bahwa integrasi AI bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan langkah strategis untuk membangun ekosistem akademik yang lebih responsif, efisien, personal, dan berbasis data.
Kepala PUSTIKOM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Riyanto, menegaskan bahwa partisipasi UIN Siber Cirebon dalam forum nasional ini merupakan bagian dari langkah konkret menuju penguatan identitas sebagai Cyber Islamic University.
“Integrasi AI dalam layanan akademik akan mempercepat digitalisasi layanan pintar (smart services) yang lebih personal bagi mahasiswa dan dosen. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan keamanan data dan tata kelola yang sesuai standar regulasi,” ujarnya di sela kegiatan.
PTKIN Bahas Keamanan Siber dan Cloud Computing Nasional
Respons Strategis Hadapi Ancaman Siber Era Digital
Selain pembahasan AI, forum nasional PTIPD PTKIN juga menyoroti berbagai isu strategis teknologi informasi di tingkat nasional, termasuk penguatan keamanan siber dan implementasi cloud computing yang sesuai dengan regulasi perlindungan data pribadi.
Para peserta forum menekankan pentingnya standarisasi infrastruktur teknologi informasi di lingkungan Kementerian Agama agar lebih siap menghadapi ancaman serangan siber yang semakin kompleks.
Diskusi juga mengarah pada pentingnya penguatan implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dalam tata kelola sistem informasi kampus.
“Keamanan data akademik saat ini menjadi isu utama. Perguruan tinggi harus mampu menjaga integritas, kerahasiaan, dan keberlanjutan data digital di tengah perkembangan teknologi AI,” tambah Riyanto.
Kunjungan ke Data Center NeuCentriX Telkom Perkuat Wawasan Infrastruktur AI
Belajar Standar Pengelolaan Data Center Berkelas Internasional
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan wawasan teknologi, peserta forum juga melakukan kunjungan lapangan ke pusat data NeuCentriX Telkom.
Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai pengelolaan data center modern berstandar internasional yang mendukung keamanan, ketersediaan, dan skalabilitas data.
Menurut Riyanto, pemahaman terhadap infrastruktur pusat data menjadi aspek penting dalam pengembangan kampus digital berbasis AI.
“Untuk mengintegrasikan AI dan layanan pintar, kita membutuhkan dukungan infrastruktur data center yang kuat. Kunjungan ini memberikan referensi penting bagaimana data akademik harus dikelola dengan standar keamanan tertinggi,” jelasnya.
Kolaborasi Antar-PTKIN Jadi Kunci Masa Depan Smart Campus
Sinergi Nasional Wujudkan Transformasi Pendidikan Digital
Forum PTIPD PTKIN ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar-unit teknologi informasi perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 41 kepala pusat IT dari total 59 PTKIN di Indonesia, yang bersama-sama merumuskan arah pengembangan infrastruktur digital dan layanan akademik berbasis AI untuk masa depan.
Melalui sinergi nasional ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis mampu terus memperkuat inovasi teknologi pendidikan, tata kelola data modern, dan layanan kampus cerdas yang adaptif terhadap perkembangan era digital global.
UIN Siber Cirebon Pertegas Posisi sebagai Pelopor Cyber Islamic University
Partisipasi aktif dalam forum nasional ini semakin mempertegas posisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus pelopor transformasi pendidikan tinggi Islam berbasis siber di Indonesia.
Dengan penguatan AI, keamanan siber, tata kelola data, hingga pengembangan smart services, UIN Siber Cirebon terus bergerak menuju visi besar sebagai World Class Cyber Islamic University yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.







