UIN Siber Cirebon – Sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan melaksanakan upacara bendera yang berlangsung khidmat di Halaman Gedung Rektorat, Senin (1/6/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 4479/SJ/B.VI/HM.00/5/2026 tanggal 29 Mei 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Upacara diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dengan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, sebuah tema yang menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai perekat keberagaman bangsa sekaligus kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian global.
Dalam amanatnya, Prof. Aan Jaelani membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan Rektor.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pancasila menjadi landasan utama dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif, dengan mengedepankan nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
Indonesia dinilai telah menunjukkan kontribusi nyata dalam menciptakan perdamaian dunia melalui keterlibatan pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran diplomasi dalam penyelesaian konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan dan ketidakadilan.
Pancasila Harus Menjadi Ideologi yang Hidup
Lebih lanjut, pidato Kepala BPIP mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi dan kemajuan teknologi harus tetap berlandaskan nilai moral dan kebangsaan yang kuat.
Karena itu, generasi muda Indonesia diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan hadir dalam setiap tindakan nyata, bukan sekadar simbol atau teks yang tertulis di buku sejarah.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar hafalan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.
Pidato tersebut juga menekankan pentingnya seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah, untuk memastikan setiap kebijakan publik berpijak pada prinsip keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta mencegah lahirnya ketimpangan sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Selain itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan paham-paham yang berpotensi merusak harmoni kehidupan berbangsa.
UIN Siber Cirebon Perkuat Komitmen Kebangsaan
Peringatan Hari Lahir Pancasila di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, serta semangat persatuan di tengah keberagaman.
Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berbasis siber pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen mencetak generasi unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan digital, tetapi juga berkarakter kuat, berjiwa Pancasila, serta memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Menutup amanatnya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan menjadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam membangun masa depan bangsa.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa. Mari kita jaga persatuan, memperkuat nilai kemanusiaan, dan terus berkontribusi untuk Indonesia yang maju serta dunia yang damai,” tegas Prof. Aan Jaelani.
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap lahirnya dasar negara yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara selama lebih dari tujuh dekade.
Selamat Hari Lahir Pancasila 2026. Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.








