UIN Siber Cirebon (Kemenag) – Perkembangan teknologi informasi dan media digital menuntut insan kehumasan untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam memproduksi konten video yang mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menggelar Humas Level Up 2026 Pertemuan Ke-11 bertajuk “Videography – Everlasting Frame” pada Jumat, 17 Juli 2026, yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan Rikie Andriyawan, Videografer Kementerian Agama RI sekaligus PJ Tim Media Sosial Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik (HKP), sebagai narasumber, dengan dipandu oleh Pramudya Adiamarta, Pranata Humas Kementerian Agama, selaku moderator. Melalui sesi ini, para peserta memperoleh pembekalan mengenai dasar-dasar videografi, proses perencanaan dan produksi video, teknik pengambilan gambar yang efektif, penyusunan visual storytelling, hingga strategi menghasilkan konten video yang kreatif dan mampu memberikan dampak positif kepada publik.
Videografi Menjadi Kompetensi Penting Pranata Humas
Dalam paparannya, Rikie Andriyawan menegaskan bahwa perkembangan media sosial telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat. Oleh karena itu, seorang pranata humas perlu memiliki kemampuan videografi sebagai bagian dari strategi komunikasi publik yang efektif.
“Di era media sosial seperti sekarang, video menjadi salah satu bentuk konten yang paling cepat menjangkau masyarakat. Karena itu, seorang pranata humas tidak cukup hanya mampu menulis berita, tetapi juga harus mampu menyusun visual yang kuat, membangun cerita, dan menghasilkan video yang mampu menyampaikan pesan secara sederhana namun berdampak,” jelas Rikie Andriyawan.
Ia juga menjelaskan bahwa kualitas sebuah video tidak hanya ditentukan oleh peralatan yang digunakan, tetapi juga oleh kemampuan membangun alur cerita, memahami audiens, serta menyampaikan pesan secara humanis dan mudah dipahami.
Selama pelatihan berlangsung, peserta diajak memahami berbagai tahapan produksi video, mulai dari menyusun konsep, menentukan angle pengambilan gambar, teknik pencahayaan, pengelolaan audio, hingga proses penyuntingan yang efektif. Sesi berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pranata humas dalam memproduksi konten video di lingkungan satuan kerja masing-masing.
Komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tingkatkan Kapasitas SDM Kehumasan
Dalam kegiatan ini, Pranata Humas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mohamad Arifin dan Amelia Ayu Lestari, turut mengikuti pelatihan bersama ratusan pranata humas dari berbagai satuan kerja Kementerian Agama di seluruh Indonesia. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia kehumasan agar semakin profesional, adaptif, serta mampu mengoptimalkan komunikasi publik melalui pemanfaatan media digital yang kreatif dan inovatif.
Melalui keikutsertaan tersebut, diharapkan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengelolaan publikasi di lingkungan kampus, khususnya dalam menghasilkan konten video yang lebih menarik, informatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Perkuat Kolaborasi Kehumasan Kementerian Agama
Selain meningkatkan kemampuan teknis videografi, Humas Level Up juga menjadi ruang kolaborasi bagi pranata humas Kementerian Agama dari berbagai daerah untuk saling berbagi praktik baik (best practices), pengalaman, serta strategi komunikasi publik yang efektif.
Forum ini memperkuat jejaring profesional antarinsan humas sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan informasi publik yang lebih terbuka, cepat, dan berkualitas.
Melalui Humas Level Up 2026 Pertemuan Ke-11, Kementerian Agama berharap lahir semakin banyak pranata humas yang mampu menghadirkan konten video kreatif, humanis, dan berdampak sehingga mampu memperkuat citra positif institusi sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada masyarakat di era transformasi digital.


