UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-25 Tahun 2026, forum ilmiah Islam internasional paling bergengsi yang diselenggarakan setiap tahun oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sebagai tindak lanjut atas Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam yang menetapkan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai penyelenggara AICIS ke-25, jajaran pimpinan universitas menggelar Rapat Koordinasi Awal Pelaksanaan AICIS ke-25 Tahun 2026 pada Kamis (16/7/2026) di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat Lantai II.
Rapat dipimpin langsung oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dan dipandu oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para wakil rektor, dekan, kepala biro, direktur, ketua lembaga, kepala unit, serta unsur panitia yang akan terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan AICIS ke-25.
AICIS, Forum Ilmiah Internasional yang Dinanti Dunia Akademik
Dalam arahannya, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan Kementerian Agama kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dipersiapkan secara maksimal.
Menurutnya, Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) bukan sekadar agenda ilmiah tahunan, tetapi menjadi ruang strategis yang mempertemukan para akademisi, peneliti, cendekiawan, ulama, pembuat kebijakan, hingga praktisi dari berbagai negara untuk mendiskusikan perkembangan pemikiran Islam, transformasi pendidikan, teknologi, serta berbagai isu global yang dihadapi umat manusia.
“Penunjukan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai tuan rumah AICIS ke-25 merupakan bentuk kepercayaan yang sangat besar dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Ini adalah momentum untuk menunjukkan bahwa UIN Siber Cirebon mampu menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam berbasis digital yang berkelas dunia. Karena itu, seluruh unsur pimpinan dan sivitas akademika harus bersinergi memberikan pelayanan terbaik agar pelaksanaan AICIS berlangsung sukses, profesional, dan meninggalkan kesan positif bagi seluruh peserta dari dalam maupun luar negeri,” ujar Prof. Aan.
Persiapan Dimulai Sejak Dini
Prof. Aan menjelaskan bahwa rapat koordinasi awal menjadi langkah strategis dalam menyusun peta kerja, pembagian tugas, hingga penguatan koordinasi lintas unit agar seluruh proses persiapan berjalan efektif.
AICIS ke-25 dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober 2026 dan diperkirakan akan menghadirkan ratusan bahkan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, organisasi internasional, serta institusi pendidikan Islam dari berbagai negara.
“Kesuksesan AICIS tidak hanya diukur dari terselenggaranya acara, tetapi juga dari kualitas pelayanan, substansi akademik, kolaborasi internasional yang terbangun, serta dampak jangka panjang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan reputasi universitas. Oleh karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang, terukur, dan kolaboratif,” tambahnya.
Momentum Perkuat Reputasi Global UIN Siber Cirebon
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Dr. Hajam, M.Ag., yang memandu jalannya rapat koordinasi, menekankan pentingnya sinergi seluruh unit kerja dalam menyukseskan agenda internasional tersebut.
Menurutnya, penyelenggaraan AICIS bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia, melainkan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.
“AICIS adalah wajah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di mata dunia. Karena itu, setiap unit memiliki peran strategis sesuai bidangnya masing-masing. Melalui kolaborasi yang solid, kita optimistis mampu menghadirkan konferensi internasional yang berkualitas, berkelas, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta,” ungkap Prof. Hajam.
Mendorong Kolaborasi, Riset, dan Inovasi Global
Sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memandang penyelenggaraan AICIS ke-25 sebagai peluang besar untuk memperluas jejaring akademik internasional, meningkatkan kolaborasi riset, memperkuat publikasi ilmiah bereputasi, serta memperkenalkan inovasi pendidikan Islam berbasis teknologi digital kepada dunia.
Melalui forum ini, para akademisi dari berbagai negara diharapkan dapat bertukar gagasan, membangun kerja sama penelitian, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan global melalui perspektif keilmuan Islam yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kepercayaan sebagai tuan rumah AICIS ke-25 sekaligus menjadi pengakuan atas semakin meningkatnya reputasi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di tingkat nasional maupun internasional. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat langkah universitas dalam mewujudkan visi sebagai World Class Cyber Islamic University yang unggul dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kolaborasi global.


