UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Falak sukses melaksanakan kegiatan Studi Edukasi ke Jakarta pada 19–20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan wawasan akademik mahasiswa terkait implementasi Ilmu Falak di berbagai lembaga negara dan instansi pemerintahan.
Kegiatan edukatif tersebut diikuti oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Falak dengan penuh antusias dan didampingi langsung oleh Dr. Izzuddin selaku Wakil Dekan II Fakultas Syariah serta dosen Jurusan Ilmu Falak, H. Ismail.
Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa melakukan kunjungan akademik ke sejumlah lembaga strategis nasional, di antaranya Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Kementerian Agama Republik Indonesia.
Mahasiswa Ilmu Falak Pelajari Peran Konstitusi dan Sains dalam Kehidupan Berbangsa
Pada hari pertama, rombongan mengawali kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Di sana, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai tugas, fungsi, dan peran Mahkamah Konstitusi dalam menjaga konstitusi serta demokrasi di Indonesia.
Dalam sesi diskusi, salah satu pemateri dari MK, Bu Tika, menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan Jurusan Ilmu Falak yang dinilai memiliki karakter keilmuan unik dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Ilmu Falak merupakan bidang yang sangat menarik karena mampu mengintegrasikan keilmuan Islam dengan sains dan fenomena alam. Ini menjadi kekuatan tersendiri dalam pengembangan akademik di perguruan tinggi,” ujarnya di hadapan peserta.
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh mahasiswa yang aktif berdialog mengenai hubungan ilmu pengetahuan, hukum, dan perkembangan teknologi modern.
Kunjungan ke BMKG Perkuat Pemahaman Astronomi dan Pengamatan Waktu
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai sistem pengamatan cuaca, iklim, astronomi, dan pengukuran waktu yang memiliki keterkaitan erat dengan disiplin Ilmu Falak.
Pihak BMKG menyambut baik kehadiran rombongan HMJ Ilmu Falak dan berharap kunjungan akademik seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk penguatan kompetensi mahasiswa di bidang observasi dan sains kebumian.
Mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai teknologi pengamatan modern yang digunakan BMKG dalam mendukung pelayanan informasi cuaca dan penentuan waktu di Indonesia.
Hari Kedua, Mahasiswa Kunjungi Kementerian Agama RI
Pada hari kedua, rombongan melaksanakan kunjungan ke Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya pada bagian Urusan Agama Islam dan Bina Syariah.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan wawasan mengenai peran Kementerian Agama dalam pengelolaan urusan keislaman, termasuk layanan hisab rukyat, penentuan kalender hijriah, arah kiblat, hingga penguatan moderasi beragama di Indonesia.
Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa tentang implementasi Ilmu Falak dalam kebijakan dan pelayanan publik keagamaan.
HMJ Ilmu Falak: Studi Edukasi Jadi Ruang Pengembangan Akademik dan Relasi
Ketua Umum HMJ Ilmu Falak, Windi Dhea Safitri, menyampaikan bahwa kegiatan studi edukasi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, pengalaman, dan jejaring akademik.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang mampu meningkatkan wawasan, pengalaman, serta relasi mahasiswa Ilmu Falak. Semoga kegiatan ini juga menambah semangat mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan keilmuan falak di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ke lembaga-lembaga nasional memberikan pengalaman nyata mengenai bagaimana Ilmu Falak diterapkan dalam berbagai sektor pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Perkuat Kompetensi Mahasiswa di Era Modern
Kegiatan Studi Edukasi HMJ Ilmu Falak ini diharapkan mampu memberikan pengalaman akademik yang aplikatif sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi Ilmu Falak di berbagai lembaga negara.
Melalui kegiatan tersebut, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, integratif, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat modern.


