Rektor Tegaskan Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa untuk Kedaulatan Digital dan Masa Depan Berkelanjutan
UIN Siber Cirebon — Menindaklanjuti surat dari Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor: 4150/SJ/B.VI/HM.00/5/2026 tentang Pemberitahuan Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, seluruh sivitas akademika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu (20/5/2026) di Halaman Rektorat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa dengan mengenakan pakaian Batik KORPRI. Bertindak sebagai inspektur upacara, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menyampaikan pidato bertema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara: Menyongsong Masa Depan Digital Berkelanjutan dalam Bingkai Astacita dan Astaprotas.”
Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Bangkit di Era Digital
Dalam amanatnya, Rektor menegaskan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional tidak lagi hanya dimaknai sebagai perjuangan melawan penjajahan fisik, tetapi juga perjuangan menghadapi tantangan baru di era transformasi digital.
“Musuh kita hari ini bukan lagi kolonialisme bersenjata, melainkan ketertinggalan teknologi, ancaman kedaulatan digital, degradasi lingkungan, serta krisis moral di tengah derasnya arus globalisasi,” tegas Prof. Aan Jaelani di hadapan peserta upacara.
Menurutnya, tema Harkitnas 2026 sangat relevan bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berbasis siber pertama di Indonesia yang memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi unggul di era digital.
UIN Siber Cirebon Jadi Jembatan Astacita dan Astaprotas Kementerian Agama
Rektor menjelaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki posisi strategis dalam mendukung implementasi Astacita Presiden dan Astaprotas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan transformasi digital pendidikan Islam, moderasi beragama, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul.
“Kita harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai kecerdasan buatan, big data, dan teknologi siber, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi beragama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kedaulatan negara di era modern tidak hanya diukur dari batas wilayah fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga kedaulatan data, ketahanan digital, dan kekuatan moral generasi muda dalam menghadapi hoaks serta radikalisme digital.
Mahasiswa Diminta Jadi Pelopor Literasi Digital dan Dakwah Siber
Dalam pidatonya, Prof. Aan Jaelani juga memberikan pesan khusus kepada mahasiswa sebagai “tunas bangsa” agar mampu menjadikan ruang digital sebagai media dakwah, edukasi, dan penyebaran nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Teknologi harus menjadi alat pemersatu bangsa, bukan alat pemecah belah. Jadilah produsen konten digital yang edukatif, moderat, dan mencerahkan masyarakat,” katanya.
Ia menekankan bahwa integrasi ilmu agama dan teknologi siber menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Indonesia yang unggul dan berdaulat di masa depan.
Dorong Green Cyber Campus dan Kesadaran Ekologis
Selain isu digitalisasi, Rektor juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum kebangkitan ekologis melalui penguatan konsep Green Cyber Campus.
Menurutnya, kampus harus menjadi pelopor budaya ramah lingkungan melalui implementasi paperless office, efisiensi energi, green computing, dan penguatan kesadaran lingkungan dalam aktivitas akademik sehari-hari.
“Keberlanjutan lingkungan adalah amanah teologis kita sebagai khalifah fil ardh. Kedaulatan pangan, energi, dan air hanya dapat terwujud jika generasi muda peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Komitmen UIN Siber Menuju Kampus Digital Berdaya Saing Global
Menutup amanatnya, Rektor mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat transformasi digital, menjaga persatuan bangsa, serta menghadirkan pendidikan siber yang inklusif dan berkualitas.
“Mari kita bangun UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus digital Islam yang unggul, adaptif, transparan, dan berdaya saing global,” pungkasnya penuh semangat.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi bersama dalam memperkuat semangat kebangkitan generasi muda menuju Indonesia Emas berbasis teknologi, spiritualitas, dan keberlanjutan lingkungan.







