UIN Siber Cirebon – UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan isu keberlanjutan global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Seminar 2026 bertajuk “International Curriculum Alignment toward Industry 5.0 and Sustainability” yang digelar pada Senin, 25 Mei 2026, di Auditorium Siber Lantai 8 Gedung Siber.
Kegiatan seminar internasional ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan dunia akademik dan industri dalam membahas penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan era Industri 5.0, transformasi digital, serta pembangunan berkelanjutan (sustainability).
Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si yang membidangi pengembangan kurikulum, pembelajaran digital, kecerdasan buatan, serta transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi. Sementara narasumber kedua, Rizky Abdillah, S.T. merupakan praktisi industri yang membidangi pengelolaan lingkungan, sustainability, pengendalian pencemaran, serta implementasi green skill di sektor energi dan industri.
Perguruan Tinggi Dituntut Adaptif di Era Industri 5.0
Ketua pelaksana kegiatan, Ivo Dinasta Yanuar menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah berada pada fase Industri 5.0, yakni era ketika manusia dan teknologi berjalan berdampingan untuk menciptakan inovasi yang lebih berorientasi pada keberlanjutan dan kualitas hidup.

Menurutnya, perkembangan industri yang sangat cepat membawa dampak besar terhadap lingkungan dan kebutuhan energi global. Karena itu, berbagai sektor industri mulai mengembangkan teknologi ramah lingkungan dan energi hijau (green energy) sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan bumi.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kompetensi abad ke-21 seperti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan secara inovatif.
“Seminar ini menjadi ruang penting untuk membangun kolaborasi antara dunia akademik dan dunia industri dalam menyusun kurikulum yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujarnya.

Rektor Tekankan Kolaborasi Manusia dan Teknologi
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan zaman.
Ia menjelaskan bahwa Industri 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat inovasi yang bekerja berdampingan dengan teknologi dan mesin. Oleh sebab itu, sivitas akademika perlu memiliki kesiapan dalam menghadapi transformasi digital yang terus berkembang.

“Kita harus mulai membangun kemampuan untuk berkolaborasi dengan mesin dan teknologi digital. Jika tidak segera beradaptasi, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan diri maupun mendidik generasi masa depan,” ungkapnya.
Selain adaptasi teknologi, Rektor juga menyoroti pentingnya penguatan nilai keberlanjutan di lingkungan kampus. Menurutnya, konsep sustainability perlu diwujudkan melalui tata kelola kampus yang baik, pengembangan lingkungan sehat, serta inovasi berbasis green energy.
Ia berharap seluruh sivitas akademika dapat bersama-sama membangun budaya kampus yang sehat, nyaman, inovatif, dan peduli lingkungan sebagai bagian dari visi kampus masa depan.
Kurikulum Harus Selaras dengan SDGs dan Dunia Industri
Dalam paparannya, Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si menjelaskan bahwa pengembangan kurikulum perguruan tinggi saat ini harus mampu menjawab kebutuhan industri global dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Ia memaparkan pentingnya penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), penguatan microcredential, blended learning, hingga kolaborasi internasional melalui joint course, mobility program, dan teaching factory.
Selain itu, penyusunan kurikulum juga harus menyesuaikan perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, serta kebutuhan kompetensi dunia kerja agar lulusan memiliki daya saing global dan mampu berkontribusi di masyarakat.
Materi seminar turut menyoroti pentingnya penyelarasan capaian pembelajaran lulusan (CPL), profil lulusan, dan kebutuhan industri agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang profesional, inovatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Green Skill Menjadi Kompetensi Penting Masa Depan
Sementara itu, Rizky Abdillah, S.T. menekankan bahwa isu sustainability kini menjadi perhatian utama dunia industri. Ia menjelaskan bahwa kondisi bumi saat ini menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari perubahan iklim, pemanasan global, pencemaran udara, deforestasi, hingga persoalan limbah dan sampah.
Menurutnya, dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki green skill atau kompetensi ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan industri di masa depan.

Kompetensi tersebut mencakup pengelolaan energi, pengendalian pencemaran udara, pengolahan limbah cair, pengelolaan limbah B3, hingga kemampuan melakukan audit energi dan pelaporan lingkungan berbasis teknologi.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri sangat penting agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mampu berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Melalui seminar internasional ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap transformasi digital, responsif terhadap kebutuhan industri, serta konsisten mendorong pengembangan pendidikan tinggi berbasis sustainability dan inovasi global.


