UIN Siber Cirebon (Bobos) — Mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Kelompok 145 kembali menghadirkan program inovatif bagi masyarakat Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kali ini, mahasiswa meresmikan Rocket Stove, sebuah tungku sederhana yang dirancang untuk membantu pemanfaatan energi secara lebih efisien.
Program tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui teknologi tepat guna, Kelompok 145 berupaya menghadirkan solusi sederhana yang mudah dipahami, digunakan, dan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari warga.
Peresmian Rocket Stove dilakukan oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Budi Manfaat, M.Si., bersama Sekretaris Desa Bobos, Ilham Gunawan.
Kehadiran unsur perguruan tinggi dan pemerintah desa menunjukkan dukungan terhadap inovasi yang dikembangkan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Dari Kampus untuk Kebutuhan Masyarakat
Program Rocket Stove tidak hadir sebagai teknologi yang rumit. Justru, Kelompok 145 memilih inovasi yang sederhana dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Rocket Stove merupakan teknologi tungku yang dirancang untuk menghasilkan pembakaran yang lebih efisien. Teknologi ini dapat menjadi alternatif dalam pemanfaatan bahan bakar yang tersedia di lingkungan sekitar.
Bagi mahasiswa, teknologi tepat guna seperti ini penting karena sebuah inovasi akan lebih bermanfaat ketika masyarakat dapat menggunakannya secara mudah dan mandiri.
“Inovasi tidak harus rumit. Yang terpenting adalah mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata.”
Melalui program tersebut, mahasiswa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara menggunakan dan memanfaatkan Rocket Stove.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman warga mengenai teknologi tepat guna sekaligus mendorong penggunaan sumber daya secara lebih bijak.
DPL Dampingi Program hingga Bisa Dilanjutkan
Pelaksanaan program Rocket Stove mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Hj. Indah Nursuprianah, M.Si., dosen Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Pendampingan DPL menjadi bagian penting dalam memastikan program KKN tidak hanya selesai sebagai kegiatan mahasiswa, tetapi memiliki manfaat yang dapat diteruskan oleh masyarakat.
Karena itu, Kelompok 145 berharap Rocket Stove dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Bobos.
Bagi mahasiswa, keberhasilan program bukan hanya ketika fasilitas selesai dibangun dan diresmikan. Keberhasilan yang sebenarnya adalah ketika masyarakat mampu memanfaatkan dan merawatnya setelah mahasiswa menyelesaikan KKN.
Dorong Pemanfaatan Energi secara Efisien
Pengembangan Rocket Stove juga memiliki pesan penting tentang penggunaan energi.
Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap energi yang semakin besar, pemanfaatan teknologi sederhana dan efisien dapat menjadi salah satu langkah untuk menggunakan sumber daya secara lebih bijak.
Program ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 7: Affordable and Clean Energy atau Energi Bersih dan Terjangkau. Fokusnya adalah mendorong pemanfaatan energi secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Kedua, program ini berkaitan dengan SDG 12: Responsible Consumption and Production atau Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Pemanfaatan sumber daya secara efisien menjadi salah satu bagian penting dari upaya membangun pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Dengan demikian, Rocket Stove bukan sekadar fasilitas sederhana. Program ini menjadi media edukasi untuk memperkenalkan cara memanfaatkan energi dan sumber daya secara lebih bijak.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan
Peresmian Rocket Stove juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Program ini melibatkan LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pemerintah Desa Bobos, DPL, mahasiswa Kelompok 145, serta masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi modal penting agar program KKN dapat memberikan dampak yang lebih panjang.
Mahasiswa membawa ide dan inovasi. Perguruan tinggi memberikan pendampingan. Pemerintah desa memberikan dukungan. Sementara masyarakat menjadi pihak yang akan menggunakan dan merawat hasil program.
Ketika semua bergerak bersama, program sederhana dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar.
KKN Bukan Sekadar Datang dan Pulang
Bagi Kelompok 145, program Rocket Stove menjadi salah satu bukti bahwa KKN bukan sekadar kegiatan mahasiswa datang ke desa, melaksanakan program, kemudian pulang.
KKN dapat menjadi ruang untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat, menemukan persoalan, mencari solusi, dan menghadirkan inovasi yang bisa digunakan bersama.
Pendekatan tersebut membuat pengalaman KKN menjadi lebih bermakna bagi mahasiswa.
Mahasiswa belajar bahwa ilmu pengetahuan akan semakin bernilai ketika dapat diterapkan untuk membantu masyarakat.
Sebaliknya, masyarakat juga memperoleh kesempatan untuk mengenal dan mencoba inovasi sederhana yang dapat mendukung aktivitas mereka.
Dari Desa Bobos, Tumbuh Inovasi untuk Masa Depan
Kelompok 145 menyampaikan apresiasi kepada Dr. Budi Manfaat, M.Si., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, serta Ilham Gunawan, Sekretaris Desa Bobos, atas dukungan terhadap peresmian Rocket Stove.
Apresiasi juga disampaikan kepada Dr. Hj. Indah Nursuprianah, M.Si. selaku DPL serta seluruh masyarakat Desa Bobos yang telah mendukung pelaksanaan program KKN.
Melalui Rocket Stove, mahasiswa berharap semangat inovasi dan pengabdian dapat terus tumbuh di Desa Bobos.
Teknologi sederhana tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai hasil program KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan, dirawat, dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, pengabdian bukan tentang seberapa besar sebuah teknologi terlihat.
Pengabdian adalah tentang seberapa besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat.
Dari Desa Bobos, Kelompok 145 membawa pesan sederhana:
“Inovasi sederhana, manfaat nyata, dan kolaborasi berkelanjutan untuk masyarakat Desa Bobos.”





