UIN Siber Cirebon — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 108 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kali ini, mahasiswa KKN Desa Weru Lor menggelar sosialisasi dan penyebaran brosur Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Weru Lor.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya sertifikasi halal. Selain menjadi bentuk jaminan bagi konsumen, sertifikat halal juga dapat menjadi nilai tambah bagi produk lokal agar semakin dipercaya dan memiliki daya saing lebih luas.
Mahasiswa Datangi Langsung Pelaku UMKM
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 108 mendatangi langsung para pelaku usaha di lokasi masing-masing. Sasaran utama kegiatan adalah pelaku UMKM di sektor kuliner, seperti pedagang makanan dan minuman.
Dengan menggunakan brosur yang informatif dan mudah dipahami, mahasiswa menjelaskan berbagai hal terkait sertifikasi halal. Mulai dari manfaat sertifikasi halal, persyaratan pengajuan, hingga pentingnya memastikan kehalalan produk sejak pemilihan bahan baku, proses produksi, sampai tahap penyajian.
Pendekatan secara langsung dipilih agar edukasi dapat berlangsung lebih komunikatif. Pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun kendala yang mereka hadapi dalam proses sertifikasi halal.
Temukan Kendala Pengajuan Sertifikasi Halal
Dari dialog bersama pelaku UMKM, mahasiswa KKN 108 menemukan sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Sebagian pelaku usaha telah memiliki sertifikat halal. Namun, ada pula pelaku UMKM yang mengaku telah mengajukan sertifikasi sejak beberapa tahun lalu, tetapi sertifikatnya belum kunjung terbit.
Temuan tersebut menjadi perhatian mahasiswa. Tidak hanya memberikan informasi umum, tim KKN 108 juga membantu memberikan arahan mengenai tata cara melakukan koordinasi dan memantau status pengajuan sertifikasi halal.
Langkah ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami proses yang sedang mereka jalani sekaligus mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi kendala administratif.
Sertifikasi Halal Jadi Investasi Kepercayaan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 108 Desa Weru Lor, Wahyono, M.Pd.I., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pendampingan sertifikasi halal memiliki manfaat yang luas bagi keberlangsungan UMKM.
“Pendampingan sertifikasi halal ini adalah langkah nyata pengabdian mahasiswa yang menyentuh langsung kebutuhan esensial UMKM. Sertifikasi halal bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi kepercayaan publik,” ujar Wahyono.
Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN 108 tidak berhenti pada penyampaian informasi. Mahasiswa juga diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memahami proses serta mengurai berbagai kendala teknis yang ditemui di lapangan.
“Saya berharap kehadiran mahasiswa KKN 108 tidak hanya memperluas wawasan pelaku usaha, tetapi juga membantu mengurai kendala teknis di lapangan agar UMKM Desa Weru Lor semakin maju dan berdaya saing,” tambahnya.
Dari Edukasi Menuju UMKM Naik Kelas
Program P3H yang dilakukan KKN Kelompok 108 menjadi bagian dari komitmen mahasiswa untuk menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Bagi pelaku UMKM, sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif. Kepastian status halal dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka beli.
Produk UMKM yang semakin dipercaya juga memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Karena itu, edukasi dan pendampingan menjadi penting agar pelaku usaha tidak merasa berjalan sendiri dalam memenuhi berbagai persyaratan.
KKN 108 Desa Weru Lor berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku usaha melalui program Pendampingan Proses Produk Halal. Mahasiswa berharap kegiatan tersebut dapat membantu mempercepat peningkatan pemahaman dan kepemilikan sertifikat halal bagi UMKM setempat.
Mendorong UMKM Desa Weru Lor Semakin Berdaya Saing
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang membaca kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang relevan.
Melalui pendampingan sertifikasi halal, mahasiswa KKN 108 berupaya menjadi jembatan antara pelaku UMKM dan informasi yang mereka butuhkan.
Harapannya, semakin banyak UMKM Desa Weru Lor yang memahami pentingnya sertifikasi halal, mampu menyelesaikan proses pengajuan dengan baik, dan memiliki produk yang semakin dipercaya konsumen.
Dari Desa Weru Lor, langkah kecil untuk sertifikasi halal diharapkan menjadi langkah besar menuju UMKM yang lebih kuat, terpercaya, dan berdaya saing.


