UIN Siber Cirebon (Banjarmasin) — Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Hj. Atikah, M.Pd., turut berbagi praktik baik dalam forum Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) se-Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang strategis untuk bertukar pengalaman dan gagasan mengenai pengembangan pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Salah satu praktik baik yang dibagikan Dr. Atikah adalah pengalaman dan pengembangan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Luar Negeri di lingkungan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Berbagi pengalaman tersebut menjadi bagian dari kontribusi FITK UIN Siber Cirebon dalam memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran calon guru.
RPL dan PLP Luar Negeri Jadi Praktik Baik
Dalam forum tersebut, Dr. Atikah memaparkan bagaimana RPL dan PLP Luar Negeri dapat dikembangkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan dan pengalaman belajar mahasiswa.
RPL memberikan ruang bagi pengalaman dan pembelajaran yang telah dimiliki mahasiswa untuk mendapatkan pengakuan sesuai dengan ketentuan akademik. Pendekatan ini menjadi relevan dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap keberagaman pengalaman belajar mahasiswa.
Sementara itu, PLP Luar Negeri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam lingkungan pendidikan internasional. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai praktik pembelajaran, tetapi juga berhadapan dengan perbedaan budaya, sistem pendidikan, bahasa, serta karakter peserta didik.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi calon guru agar memiliki kemampuan adaptasi dan wawasan global.
“Sharing praktik baik ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling belajar. RPL dan PLP Luar Negeri dapat terus dikembangkan agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan,” ujar Dr. Atikah.
Dari Praktik Baik Menuju Kolaborasi
Menurut Dr. Atikah, forum Wakil Dekan I tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan program yang telah dilakukan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan masukan dari perguruan tinggi lain.
Setiap perguruan tinggi memiliki pengalaman dan inovasi yang berbeda. Karena itu, pertukaran praktik baik dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.
Bagi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pengalaman tersebut juga sejalan dengan karakter UIN Siber sebagai perguruan tinggi Islam yang terus mengembangkan pendidikan berbasis teknologi dan perspektif global.
Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemanfaatan teknologi. Mahasiswa juga perlu diberikan pengalaman belajar yang mampu membangun kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi.
Menyiapkan Calon Guru Berwawasan Global
PLP Luar Negeri menjadi salah satu ruang pembelajaran yang dapat memperkenalkan mahasiswa pada praktik pendidikan di luar Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membentuk calon guru yang tidak hanya menguasai kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki wawasan global.
Di sisi lain, pengembangan RPL dapat memperkuat fleksibilitas pendidikan tinggi dengan memberikan ruang bagi pengalaman belajar yang telah dimiliki mahasiswa untuk diakui dalam proses akademik sesuai aturan yang berlaku.
Kedua program tersebut menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat hadir dalam berbagai bentuk. Yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan meningkatkan kualitas lulusan.
FITK UIN Siber Cirebon Dorong Budaya Berbagi
Kehadiran Dr. Atikah dalam forum tersebut sekaligus menunjukkan komitmen FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus membangun budaya berbagi dan berkolaborasi.
Praktik baik yang telah dilakukan di tingkat fakultas dapat menjadi bahan pembelajaran bagi perguruan tinggi lain. Sebaliknya, FITK juga dapat mengambil inspirasi dari berbagai inovasi yang dikembangkan oleh PTKIN di seluruh Indonesia.
Semangat tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia pendidikan yang berlangsung cepat, terutama dengan hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pendidikan guru harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi tetap menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran.
Kolaborasi untuk Pendidikan Islam yang Lebih Maju
Forum Wakil Dekan I menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan Islam tidak dapat dibangun secara sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta keberanian untuk berbagi praktik baik.
Bagi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sharing RPL dan PLP Luar Negeri menjadi langkah kecil yang memiliki makna besar. Dari berbagi pengalaman, lahir gagasan baru. Dari gagasan baru, lahir inovasi. Dan dari inovasi, kualitas pendidikan dapat terus ditingkatkan.
Melalui semangat “berbagi untuk berkembang dan berkolaborasi untuk berdampak”, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berupaya menyiapkan calon pendidik yang kompeten, adaptif, berkarakter Islami, serta memiliki wawasan global.


