UIN Siber Cirebon — KKN Tematik 2026 Kelompok 11 Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon) menggelar Seminar SIGAP (Sinergi Orang Tua untuk Penguatan Literasi) dengan tema “Menguatkan Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Budaya Literasi dan Membangun Kecakapan Digital Anak”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 09.00–11.30 WIB di Balai Desa Astanajapura, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Seminar ini menjadi bagian dari program pengabdian KKN Kelompok 11 yang berfokus pada penguatan literasi dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai kecakapan digital anak. Kegiatan diikuti oleh orang tua atau wali murid, guru, serta masyarakat Desa Astanajapura.
Perkuat Peran Orang Tua dalam Budaya Literasi
Seminar SIGAP dirancang untuk mendorong keterlibatan keluarga dalam membangun kebiasaan membaca dan budaya literasi anak. Dalam lingkungan keluarga, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan contoh, pendampingan, motivasi, serta menciptakan suasana yang mendukung anak untuk membaca dan belajar.
Bapak Kuwu Desa Astanajapura, Moh Jaelani Sidik, turut menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam membimbing anak.
“Tugas kita sebagai orang tua adalah selalu membimbing anak agar memiliki hobi membaca. Semoga dengan kehadiran KKN, kegiatan yang dilaksanakan dapat berguna bagi masyarakat Astanajapura,” ujarnya.
Melalui materi dan diskusi yang disampaikan, peserta diajak memahami bahwa penguatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Kolaborasi antara orang tua, sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar diperlukan agar kebiasaan membaca dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Dorong Pendampingan Anak di Era Digital
Selain literasi, Seminar SIGAP juga membahas pentingnya pendampingan orang tua terhadap penggunaan gadget dan teknologi digital oleh anak. Perkembangan teknologi memberikan berbagai peluang bagi anak untuk memperoleh informasi dan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan pendampingan agar penggunaannya tetap aman, bijak, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Narasumber Seminar SIGAP, Nono Wahyono, S.Pd., mengingatkan orang tua agar tidak bersikap pasif terhadap aktivitas anak.
“Setelah mengikuti acara ini, saya berharap ibu-ibu tidak cuek dan bisa lebih memperhatikan anak-anak,” ungkapnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 11, Dr. Siti Maryam Munjiat, S.S., M.Pd.I., menilai kegiatan tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam mendukung perkembangan anak.
“Seminar SIGAP ini merupakan kegiatan yang sangat baik karena dapat memperkuat sinergi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung literasi serta kecakapan digital anak,” tuturnya.
Dikemas Interaktif dan Libatkan Masyarakat
Pelaksanaan seminar berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan sesi diskusi. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan peserta hingga kegiatan selesai serta keterlibatan mereka dalam pembahasan mengenai literasi dan penggunaan teknologi digital oleh anak.
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, panitia juga menyediakan kupon doorprize sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Suasana tersebut membuat kegiatan berlangsung lebih komunikatif sekaligus memberikan ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan mendampingi anak di lingkungan keluarga.
Melalui Seminar SIGAP, KKN Tematik Kelompok 11 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap semakin banyak orang tua yang memiliki pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya literasi sekaligus mendampingi anak dalam menggunakan teknologi secara bijak.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan masyarakat yang berorientasi pada pendidikan berkualitas dan peningkatan kecakapan digital. Upaya tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan lingkungan belajar dan keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.
Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan mahasiswa, penguatan literasi di Desa Astanajapura diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan dan gerakan bersama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi muda.


