UIN Siber Cirebon — Menjadi guru bukan hanya soal mampu menyampaikan materi di depan kelas. Lebih dari itu, guru dituntut mampu membangun hubungan yang positif, memberikan keteladanan, dan mendidik dengan hati. Semangat inilah yang dibawa 10 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon saat mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di MTs Negeri 11 Kabupaten Cirebon, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan pengantaran dan penyerahan mahasiswa PLP berlangsung lancar. Kehadiran mahasiswa FITK juga mendapat sambutan hangat dari pihak madrasah.
Penyerahan mahasiswa secara simbolis diterima Kepala MTs Negeri 11 Kabupaten Cirebon, Drs. H. Sarip, M.M. Ia berpesan agar mahasiswa menjalani PLP dengan percaya diri, disiplin, dan rajin belajar.
“Percaya diri merupakan salah satu modal penting menjadi seorang guru, khususnya ketika mengajar di kelas,” pesan Drs. H. Sarip.
Menurutnya, PLP merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari lingkungan madrasah. Karena itu, mahasiswa perlu aktif beradaptasi, membangun komunikasi, serta mengembangkan kemampuan mengajar.
PLP Jadi Ruang Belajar Menjadi Guru
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) PLP, Mia Fatimatul Munsi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada MTs Negeri 11 Kabupaten Cirebon yang telah menerima mahasiswa FITK.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi kedua lembaga, khususnya dalam membentuk kompetensi mahasiswa sebagai calon guru.
Mia juga mengingatkan mahasiswa agar menjalankan PLP dengan penuh tanggung jawab. Mahasiswa diminta menjaga kedisiplinan, berkomunikasi dengan baik, serta mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku di madrasah.
Pesan tersebut semakin relevan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pelaksanaan PLP. Melalui KBC, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar. Mereka juga belajar menghadirkan kepedulian, empati, keteladanan, komunikasi santun, dan penghargaan terhadap peserta didik.
Belajar Mengajar dengan Pendekatan Cinta
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Dian Abdul Rahman Saleh, S.Pd., kemudian memberikan pengarahan teknis. Materi yang disampaikan meliputi pembagian guru pamong, penerapan KBC, tata tertib, jadwal kegiatan, serta ketentuan pelaksanaan PLP.
Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menciptakan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Sebanyak 10 mahasiswa mengikuti PLP. Mereka berasal dari lima program studi, yaitu Tadris Matematika, Tadris Bahasa Indonesia, Tadris IPS, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Melalui PLP, mahasiswa FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan mampu mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial.
Dari kampus menuju madrasah. Dari belajar mengajar menuju belajar menjadi guru. Dengan ilmu sebagai bekal dan cinta sebagai landasan, mahasiswa PLP dipersiapkan untuk menghadirkan pendidikan yang bermakna dan memanusiakan.


