UIN Siber Cirebon (Bobos) — Gerakan penghijauan tidak harus dimulai dari langkah besar. Dari desa, mahasiswa dan masyarakat bisa bersama-sama melakukan aksi nyata untuk menjaga bumi.
Semangat itulah yang ditunjukkan Kelompok 145 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Desa Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Mahasiswa ikut menyukseskan gerakan penanaman 17.845 bibit pohon yang menjadi bagian dari upaya pencatatan Rekor MURI.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan. Lebih dari sekadar mengejar rekor, penanaman pohon dipandang sebagai investasi untuk kehidupan generasi mendatang.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus Dosen Tadris Matematika, Dr. Budi Manfaat, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Menurutnya, gerakan penghijauan juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Menanam pohon bukan hanya tentang menanam bibit, tetapi juga menanam harapan untuk lingkungan dan generasi masa depan.”
Mahasiswa dan Warga Turun Langsung Menanam Pohon
Penanaman 17.845 bibit pohon dilakukan Kelompok 145 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Hj. Indah Nursuprianah, M.Si., dosen Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Mahasiswa bersama masyarakat terlibat langsung dalam proses penanaman. Mereka juga mengajak warga untuk tidak berhenti setelah bibit ditanam.
Sebab, pohon yang baru ditanam membutuhkan perhatian dan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.
Mahasiswa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyiram, menjaga, dan merawat bibit pohon tersebut.
Bagi Kelompok 145, keberhasilan gerakan penghijauan tidak hanya dilihat dari jumlah bibit yang berhasil ditanam.
Pohon yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi ukuran keberhasilan yang sesungguhnya.
Rekor MURI Bukan Tujuan Akhir
Keterlibatan Kelompok 145 dalam penanaman 17.845 bibit pohon bukan semata-mata untuk mengejar pencatatan Rekor MURI.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Rekor MURI diharapkan menjadi simbol dari sebuah gerakan penghijauan yang dapat terus dilanjutkan.
Dengan demikian, semangat menanam tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Justru, setelah bibit ditanam, muncul tanggung jawab baru untuk memastikan pohon dapat bertahan dan tumbuh.
Menanam adalah awal. Merawat adalah bentuk nyata kepedulian.
Didukung Pemerintah Desa dan Masyarakat
Kegiatan penghijauan di Desa Bobos mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat setempat.
Kelompok 145 berkoordinasi dengan Ilham Gunawan selaku Sekretaris Desa, Tama selaku Kasi Ekbang, dan Alam Iman Ibrahim selaku Kepala Dusun IV.
Dukungan juga diberikan oleh Dedi Kusnaedi selaku tokoh masyarakat serta Ezot selaku Ketua RT 02.
Keterlibatan pemerintah desa dan tokoh masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga perlu bergerak bersama agar gerakan penghijauan memiliki dampak yang lebih panjang.
Menanam Pohon, Mendukung SDGs
Gerakan penanaman 17.845 bibit pohon juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Salah satunya adalah SDG 13: Climate Action atau Penanganan Perubahan Iklim. Penanaman pohon menjadi aksi sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim.
Kegiatan ini juga mendukung SDG 15: Life on Land atau Ekosistem Daratan melalui peningkatan vegetasi dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, penghijauan turut berkaitan dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities atau Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.
Lingkungan yang lebih hijau diharapkan dapat menciptakan kawasan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan begitu, kegiatan KKN tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa. Kegiatan ini juga dapat menjadi bagian dari aksi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dari Desa Bobos untuk Indonesia Hijau
Kelompok 145 berharap gerakan 17.845 Pohon untuk Indonesia Hijau tidak berhenti pada pencatatan Rekor MURI.
Mahasiswa ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari kebiasaan baru di masyarakat.
Kebiasaan untuk menanam. Kebiasaan untuk merawat. Dan yang paling penting, kebiasaan untuk menjaga lingkungan.
Sebab, bumi tidak membutuhkan aksi besar yang hanya dilakukan sekali. Bumi membutuhkan kepedulian yang dilakukan secara konsisten.
Satu pohon mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika ribuan orang melakukan hal yang sama, dampaknya dapat menjadi luar biasa.
KKN yang Memberi Dampak Nyata
Dengan pendampingan Dr. Hj. Indah Nursuprianah, M.Si., Kelompok 145 menjadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian.
Mahasiswa belajar bahwa ilmu yang diperoleh di kampus dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Melalui kegiatan penghijauan, mahasiswa juga belajar tentang kerja sama, kepedulian sosial, tanggung jawab, dan keberlanjutan.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program KKN bukan hanya tentang seberapa banyak kegiatan yang dilaksanakan.
Keberhasilan KKN juga terlihat dari seberapa besar manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat dan lingkungan.
Dari Desa Bobos, Kelompok 145 KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mengirimkan pesan sederhana untuk Indonesia:
17.845 bibit ditanam, satu langkah untuk Indonesia yang lebih hijau.
Dari desa untuk bumi. Dari hari ini untuk generasi masa depan.








