UIN Siber Cirebon – Mahasiswa KKN Kelompok 19 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan kegiatan les membaca bagi anak-anak di MI Wathoniyah pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30–11.30 WIB tersebut menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan, khususnya dalam membantu peserta didik yang masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan membaca.
Kegiatan les membaca dirancang sebagai ruang belajar tambahan yang memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yang belum lancar membaca. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung dengan menyesuaikan materi dan metode pembelajaran berdasarkan kemampuan masing-masing peserta.
Melalui pendekatan yang lebih personal, anak-anak diberikan kesempatan untuk berlatih membaca secara bertahap tanpa merasa tertekan. Suasana belajar juga dibuat interaktif agar peserta didik lebih nyaman dan berani mencoba.
Pendampingan Membaca dengan Media Gambar dan LKPD
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya menggunakan metode membaca secara langsung, tetapi juga memanfaatkan media gambar dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penggunaan media tersebut bertujuan membuat proses belajar lebih menarik sekaligus membantu anak memahami materi dengan lebih mudah.
Media gambar digunakan sebagai stimulus agar anak dapat menghubungkan tulisan dengan objek yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, LKPD dimanfaatkan sebagai sarana latihan untuk memperkuat kemampuan membaca dan memahami materi yang diberikan.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi kejenuhan selama proses belajar sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan.
“Kita ingin anak-anak memiliki ruang untuk berlatih membaca sesuai dengan kemampuan mereka. Karena setiap anak memiliki tingkat kemampuan yang berbeda, pendampingan dilakukan secara bertahap agar mereka lebih percaya diri,” ujar salah satu mahasiswa KKN Kelompok 19.
Membangun Kepercayaan Diri Anak dalam Membaca
Selain meningkatkan kelancaran membaca, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kepercayaan diri peserta didik. Anak-anak diberikan kesempatan untuk membaca secara langsung, kemudian memperoleh arahan dan koreksi dari pendamping.
Proses tersebut menjadi penting karena kemampuan membaca tidak hanya berkaitan dengan mengenali huruf dan kata, tetapi juga menjadi fondasi bagi anak untuk memahami berbagai materi pembelajaran lainnya.
Ketua Kelompok KKN 19, Muhammad Nur Imanudin, menyampaikan bahwa kegiatan les membaca merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa untuk membantu mendukung proses pendidikan di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap pendampingan sederhana ini dapat membantu anak-anak menjadi lebih lancar membaca dan semakin percaya diri ketika belajar. Semoga kebiasaan berlatih membaca juga dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan KKN selesai,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari pihak MI Wathoniyah. Kepala sekolah, Abdul Aziz, S.Pd.I., turut mendukung kegiatan mahasiswa dalam memberikan pendampingan pendidikan kepada peserta didik.
Mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Program les membaca KKN Kelompok 19 sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Melalui pendampingan literasi dasar, kegiatan ini turut mendukung terciptanya akses pembelajaran yang lebih inklusif dan membantu peserta didik memperoleh dukungan sesuai dengan kebutuhan belajarnya.
Penguatan kemampuan membaca sejak usia sekolah dasar juga menjadi langkah penting dalam membangun fondasi pendidikan anak. Dengan kemampuan literasi yang semakin baik, peserta didik diharapkan mampu mengikuti pembelajaran secara lebih optimal, memahami informasi, serta mengembangkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 19, Dr. Ratna Puspitasari, M.Pd., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Sementara itu, Haerudin, S.E., M.M., selaku Kuwu, turut menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan program KKN di masyarakat.
Melalui kegiatan les membaca di MI Wathoniyah, KKN Kelompok 19 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan bahwa pengabdian di bidang pendidikan dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memberikan waktu, pendampingan, dan ruang belajar bagi anak-anak untuk terus berkembang.


