UIN Siber Cirebon – Babak baru perjalanan akademik mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi dimulai melalui kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun 2026. Selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 26–28 Agustus 2026, mahasiswa baru diajak mengenal lebih dekat kehidupan akademik, budaya kampus, dunia kemahasiswaan, hingga ekosistem pembelajaran digital.
PBAK 2026 digelar secara hybrid, memadukan kegiatan tatap muka di lingkungan kampus dengan dukungan platform digital. Konsep tersebut sekaligus memperkuat karakter UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Cyber Islamic University yang terus mengembangkan pendidikan Islam berbasis teknologi.
Mengusung tema “Membentuk Syekh Nurjati Muda yang Kritis dan Adaptif di Era Digital dan Ekologis”, PBAK 2026 tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pintu masuk untuk membangun karakter mahasiswa yang mampu berpikir kritis, beradaptasi dengan perubahan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
PBAK Berakhir, Pesan Adab Menjadi Bekal Utama
Rangkaian PBAK 2026 resmi ditutup oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Hajam, M.Ag.
Dalam pesan penutupnya, Prof. Hajam mengingatkan mahasiswa baru bahwa perjalanan menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik. Ada nilai yang harus menjadi fondasi utama, yaitu adab dan etika.
Menurutnya, adab memiliki kedudukan yang sangat penting dalam perjalanan seseorang menuntut ilmu. Pengetahuan yang dimiliki mahasiswa harus berjalan beriringan dengan sikap, perilaku, tanggung jawab, dan penghormatan kepada orang lain.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
Jangan Berhenti Setelah PBAK
Prof. Hajam juga mendorong mahasiswa baru untuk tidak menjadikan PBAK sekadar kegiatan seremonial yang berakhir setelah acara ditutup.
Seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama tiga hari diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan perkuliahan dan kehidupan sehari-hari.
Dua hal yang secara khusus ditekankan adalah digital akademik dan moderasi beragama. Sebagai mahasiswa di Cyber Islamic University, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi digital menjadi bagian penting dari proses pendidikan.
Namun, kemampuan digital harus tetap dibarengi dengan sikap bijak, bertanggung jawab, dan menjunjung nilai-nilai moderasi beragama. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan ruang digital untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, sekaligus menyebarkan pesan positif.
Kritis, Adaptif, dan Peduli Lingkungan
Tema PBAK 2026 juga menjadi pesan penting yang perlu dibawa mahasiswa dalam perjalanan akademiknya.
Menjadi Syekh Nurjati Muda yang kritis berarti berani berpikir, bertanya, menganalisis informasi, dan mencari solusi berdasarkan pengetahuan. Sementara menjadi mahasiswa yang adaptif berarti mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan karakter akademik.
Kata “ekologis” dalam tema tersebut juga mengingatkan mahasiswa bahwa kemajuan teknologi harus berjalan bersama kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan berakhirnya PBAK 2026, mahasiswa baru kini memasuki fase sesungguhnya sebagai bagian dari keluarga besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Selamat datang Syekh Nurjati Muda. Jadilah mahasiswa yang berilmu, beradab, kritis, adaptif, moderat, melek digital, dan peduli terhadap masa depan lingkungan.
PBAK boleh berakhir, tetapi perjalanan untuk menjadi generasi unggul UIN Siber Cirebon baru saja dimulai.


