UIN Siber Cirebon – Setelah hampir dua tahun tidak beroperasi, Perpustakaan Sumber Ilmu Desa Losari Kidul akhirnya kembali hadir sebagai pusat literasi masyarakat berkat inisiatif Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 03 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Peresmian perpustakaan yang telah direvitalisasi tersebut berlangsung pada Selasa (29/7/2026) di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.
Program ini menjadi salah satu unggulan KKN Kelompok 03 dalam bidang penguatan literasi sekaligus bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pemberdayaan fasilitas pendidikan yang sebelumnya mengalami kevakuman.
Revitalisasi Perpustakaan untuk Menghidupkan Kembali Budaya Membaca
Peresmian Perpustakaan Sumber Ilmu ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Kuwu Desa Losari Kidul, Moh. Rahmad, yang disaksikan oleh perangkat desa, Sekretaris Desa Robby Rohim, guru-guru SDN 1 Losari Kidul, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Sebelum diresmikan, mahasiswa KKN melakukan berbagai pembenahan, mulai dari penataan ulang ruang perpustakaan, pengelolaan koleksi buku, penyusunan sistem administrasi sederhana, hingga membangun sinergi dengan pemerintah desa agar perpustakaan dapat dikelola secara berkelanjutan.
Ketua KKN Kelompok 03 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Achmad Samil Himam, mengatakan bahwa hadirnya kembali perpustakaan merupakan langkah awal untuk membangun budaya literasi yang lebih kuat di tengah masyarakat.
“Hidup kembalinya Perpustakaan Sumber Ilmu menjadi sebuah langkah awal untuk memperkuat literasi masyarakat. Kami berharap perpustakaan ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan mengembangkan pengetahuan bagi anak-anak maupun masyarakat umum,” ujarnya.
Kolaborasi Mahasiswa dan Pemerintah Desa Bangun Pusat Literasi
Keberhasilan menghidupkan kembali perpustakaan desa mendapat apresiasi dari Moh. Rahmad, Kuwu Desa Losari Kidul. Menurutnya, revitalisasi tersebut menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa.
“Kami sangat mengapresiasi kerja nyata adik-adik KKN. Perpustakaan yang sempat vakum kini kembali hidup. Ini menjadi aset penting bagi desa, terutama dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Kami juga mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan buku dan memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber ilmu,” ungkapnya.
Ia berharap keberadaan perpustakaan dapat terus dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan literasi yang melibatkan sekolah, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga keberlanjutannya tetap terjaga setelah masa KKN berakhir.
Menyalakan Harapan Melalui Literasi
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran puluhan siswa dan warga dalam kegiatan peluncuran perpustakaan. Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan kembali fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pada sesi penutup, Koordinator Acara KKN Kelompok 03, Ahmad Abdul Muhyi, menyampaikan refleksi mengenai pentingnya perpustakaan sebagai ruang yang menghidupkan harapan dan peradaban.
“Buku tidak pernah bertanya siapa dirimu; ia membuka dirinya bagi siapa saja yang bersedia membaca. Maka cintailah buku, sebab setiap halaman yang disentuh dengan kesungguhan akan menuntun seseorang menuju keluasan ilmu dan kematangan jiwa.”
Menurutnya, perpustakaan yang kembali aktif bukan sekadar tempat menyimpan koleksi buku, tetapi menjadi ruang yang menumbuhkan rasa ingin tahu, memperluas wawasan, dan membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), H. Ismail, M.S.I., turut memberikan dukungan terhadap program revitalisasi tersebut sebagai implementasi pengabdian mahasiswa yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui diresmikannya kembali Perpustakaan Sumber Ilmu, KKN Kelompok 03 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap budaya membaca dapat tumbuh semakin kuat dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat literasi yang aktif, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Losari Kidul.
Mendukung Pencapaian SDGs
Program revitalisasi Perpustakaan Sumber Ilmu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan budaya literasi, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan pengembangan fasilitas belajar masyarakat, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memperluas akses masyarakat terhadap sumber belajar yang inklusif.


