UIN Siber Cirebon — Pendidikan anak tidak hanya berlangsung di sekolah. Rumah dan keluarga menjadi ruang pertama tempat anak belajar, bermain, berkomunikasi, sekaligus membangun karakter. Kesadaran inilah yang mendorong mahasiswa KKN Kelompok 32 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Seminar Parenting bagi masyarakat Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/8/2026).
Mengangkat tema “Fondasi Literasi Keluarga: Memperkuat Peran Orang Tua dalam Fase Belajar, Bermain, dan Perkembangan Anak”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para orang tua untuk memahami pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan, pola asuh, serta tumbuh kembang anak.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para peserta, khususnya ibu-ibu Desa Suci, diajak membahas berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dalam mendampingi anak.
Literasi Anak Dimulai dari Rumah
Dalam seminar tersebut, narasumber menjelaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan anak memahami informasi, berkomunikasi, berpikir, serta menyelesaikan berbagai persoalan.
Karena itu, penguatan literasi dapat dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan sederhana. Misalnya, membaca buku bersama, mengajak anak berdiskusi, mendengarkan cerita, hingga memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat.
“Literasi anak dapat dimulai dari rumah melalui hal-hal sederhana. Orang tua tidak harus selalu memberikan pembelajaran secara formal, tetapi dapat membangun kebiasaan membaca, berdiskusi, dan mendengarkan anak. Dari kebiasaan kecil tersebut, kemampuan dan kepercayaan diri anak dapat berkembang,” ujar narasumber.
Pesan tersebut menjadi penting karena kebiasaan yang dibangun di rumah dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar anak sehari-hari.
Belajar dan Bermain Bisa Berjalan Bersama
Seminar parenting juga mengajak orang tua memahami bahwa bermain merupakan bagian penting dari proses perkembangan anak.
Melalui aktivitas bermain, anak dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, keterampilan sosial, hingga kemandirian. Karena itu, orang tua tidak hanya perlu menjadi pengawas, tetapi juga pendamping yang mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
Anak membutuhkan ruang untuk bereksplorasi. Pada saat yang sama, mereka juga membutuhkan orang tua yang mau mendengarkan dan memahami kebutuhan serta potensi mereka.
Sesi diskusi dan tanya jawab pun berlangsung antusias. Para peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan dalam mendampingi anak di rumah. Dari sini, seminar berkembang menjadi ruang bertukar pengalaman dan mencari solusi bersama.
KKN Kelompok 32 Hadirkan Edukasi yang Dekat dengan Masyarakat
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 32, seminar parenting menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui bidang pendidikan.
Mahasiswa berupaya menghadirkan materi yang mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga. Harapannya, orang tua tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga memiliki langkah sederhana yang dapat langsung dilakukan di rumah.
Salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 32 mengatakan, keluarga memiliki peran besar dalam membangun fondasi pendidikan anak.
“Kami berharap seminar ini tidak hanya memberikan pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan oleh para orang tua di rumah. Ketika keluarga mampu menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, berdiskusi, dan berkembang, anak akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menjalani proses pendidikannya,” ungkapnya.
Keluarga sebagai Ruang Belajar Pertama
Seminar parenting tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pendidikan anak membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Sekolah memiliki peran penting, tetapi keluarga tetap menjadi lingkungan pertama dan terdekat bagi anak.
Kebiasaan sederhana seperti membaca bersama, mendengarkan cerita anak, mengajak berbicara, dan memberikan apresiasi dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang bermakna.
Dengan komunikasi yang positif, anak diharapkan tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan dirinya.
Bagi masyarakat Desa Suci, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa orang tua bukan hanya pengasuh, tetapi juga pendidik pertama bagi anak.
Sejalan dengan SDGs
Program Seminar Parenting KKN Kelompok 32 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Pertama, SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan pengetahuan dan kapasitas orang tua dalam mendukung proses pendidikan serta perkembangan anak.
Kedua, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui penguatan pemahaman mengenai perkembangan sosial dan emosional anak serta pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung kesejahteraan anak.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 32 menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Ketika orang tua belajar memahami anak, keluarga menjadi lebih kuat. Ketika keluarga kuat, fondasi pendidikan anak pun semakin kokoh.
KKN Kelompok 32 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap semangat tersebut dapat terus tumbuh di Desa Suci dan menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan generasi yang sehat, percaya diri, berkarakter, serta memiliki semangat belajar.





