UIN Siber Cirebon — Budaya membaca perlu dibangun sejak dini. Kesadaran inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 32 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan layanan Perpustakaan Keliling (Perpusling) di SDN 1 Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut menggandeng Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar.
Kehadiran Perpusling membuat siswa mendapatkan kesempatan untuk mengakses berbagai koleksi buku secara langsung di lingkungan sekolah. Mereka dapat memilih buku sesuai minat, membaca secara mandiri, maupun menikmati bacaan bersama teman.
Perpustakaan Keliling Bawa Buku Lebih Dekat kepada Siswa
Armada Perpustakaan Keliling hadir membawa beragam koleksi bacaan ke SDN 1 Suci. Buku cerita anak, pengetahuan umum, buku edukasi, hingga bacaan yang sesuai dengan usia siswa tersedia dalam kegiatan tersebut.
Sejak layanan dibuka, antusiasme siswa langsung terlihat. Mereka tampak bersemangat melihat koleksi buku yang tersedia dan memilih bacaan yang menarik perhatian.
Bagi sebagian siswa, kehadiran Perpusling menjadi pengalaman berbeda dari kegiatan belajar sehari-hari. Buku tidak hanya hadir sebagai sumber tugas sekolah, tetapi juga sebagai sarana untuk menemukan cerita, pengetahuan, dan pengalaman baru.
Mahasiswa KKN Dampingi Siswa Membaca
Mahasiswa KKN Kelompok 32 turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Pendampingan dilakukan dengan membantu memilih buku, mengarahkan kegiatan membaca, serta mengajak siswa berbincang mengenai isi bacaan.
Pendekatan yang digunakan dibuat santai dan komunikatif. Tujuannya agar siswa melihat membaca bukan sebagai kewajiban semata, melainkan sebagai aktivitas yang menyenangkan.
“Kami berusaha menghadirkan kegiatan literasi yang tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Melalui Perpustakaan Keliling ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertemu langsung dengan berbagai jenis buku dan memilih bacaan yang sesuai dengan minat mereka. Harapannya, dari pengalaman ini akan tumbuh rasa senang terhadap buku dan kebiasaan membaca sejak dini,” ungkap salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 32.
Antusiasme Siswa Jadi Energi Positif
Suasana kegiatan semakin hidup ketika siswa mulai membaca buku pilihannya. Sebagian siswa membaca secara mandiri, sementara lainnya berbagi cerita dan berdiskusi dengan teman.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai tersebut membuat siswa lebih leluasa mengeksplorasi bacaan. Mereka juga dapat menemukan jenis buku yang sesuai dengan ketertarikan masing-masing.
Salah seorang siswa SDN 1 Suci mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang karena banyak buku yang bisa dipilih. Ada buku cerita dan buku pengetahuan. Saya jadi ingin membaca lebih banyak karena bukunya menarik,” ujarnya.
Antusiasme siswa menjadi sinyal positif bahwa akses terhadap bahan bacaan yang beragam dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan ketertarikan anak terhadap literasi.
KKN Jadi Jembatan Penguatan Literasi
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 32, kegiatan Perpusling bukan sekadar menghadirkan buku ke sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk pengabdian mahasiswa melalui bidang pendidikan dan literasi.
Mahasiswa berupaya menjadi penghubung antara kebutuhan siswa terhadap sumber belajar dengan fasilitas yang tersedia melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Dengan sinergi tersebut, akses terhadap bahan bacaan diharapkan semakin terbuka dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Membangun Kebiasaan Membaca Sejak Dini
Budaya literasi tidak dapat dibangun dalam satu hari. Kebiasaan membaca perlu ditumbuhkan melalui pengalaman yang menyenangkan, akses buku yang mudah, serta lingkungan yang mendukung.
Karena itu, kegiatan Perpustakaan Keliling di SDN 1 Suci menjadi langkah sederhana yang memiliki pesan besar. Anak-anak diperkenalkan bahwa buku dapat menjadi jendela untuk mengenal dunia.
Mahasiswa KKN Kelompok 32 berharap kegiatan tersebut dapat memantik rasa ingin tahu siswa. Dari kebiasaan membaca, diharapkan tumbuh generasi yang memiliki wawasan luas, kreatif, kritis, dan terbuka terhadap pengetahuan baru.
Mendukung SDGs melalui Pendidikan dan Kemitraan
Kegiatan Perpustakaan Keliling ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
Melalui akses terhadap berbagai bahan bacaan, kegiatan ini mendukung penguatan literasi dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih inklusif serta menyenangkan bagi siswa sekolah dasar.
Kegiatan tersebut juga mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Hal ini terlihat dari kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, SDN 1 Suci, dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cirebon.
Kemitraan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan dan literasi dapat diperkuat melalui kerja bersama.
Dari Buku, Tumbuh Rasa Ingin Tahu
Kegiatan Perpusling di SDN 1 Suci menjadi salah satu kontribusi nyata KKN Kelompok 32 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung pendidikan masyarakat.
Lebih dari sekadar membaca buku, kegiatan ini mengajarkan bahwa akses terhadap pengetahuan harus dibuka seluas-luasnya untuk anak-anak.
Sebab, dari satu buku dapat lahir satu pertanyaan. Dari satu pertanyaan dapat tumbuh rasa ingin tahu. Dan dari rasa ingin tahu, dapat lahir generasi yang terus belajar dan berani bermimpi.
Dari KKN untuk literasi. Dari buku untuk masa depan. Dari Desa Suci untuk generasi yang lebih berpengetahuan.




