UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 63 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi memulai rangkaian pengabdian kepada masyarakat melalui Opening Ceremony KKN yang diselenggarakan di Balai Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, pada Senin (13/7/2026). Mengusung tema “Penguatan Literasi di Desa Gegesik Kulon”, kegiatan ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga dalam mewujudkan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Pembukaan KKN dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Hj. Hartati, M.A., Ketua DKM Desa Gegesik Kulon, Samudin, Ketua KKN Kelompok 63 Faisal Ilham, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Selain menjadi ajang perkenalan, kegiatan ini juga menjadi forum koordinasi awal untuk menyampaikan arah program kerja yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 40 hari.
Awal Kolaborasi untuk Penguatan Literasi Masyarakat
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari pihak desa, Dosen Pembimbing Lapangan, dan Ketua KKN Kelompok 63. Selanjutnya dilakukan penyerahan surat pengantar dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kepada pemerintah desa sebagai tanda dimulainya pelaksanaan KKN, dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada Kepala Desa sebagai simbol terjalinnya kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa.
Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa juga memperkenalkan diri sekaligus memaparkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan. Program difokuskan pada penguatan literasi baca tulis Al-Qur’an, literasi digital, serta literasi keuangan yang dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Gegesik Kulon.
Dr. Hj. Hartati, M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menegaskan bahwa KKN merupakan ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus membangun kolaborasi dengan masyarakat.
“Melalui KKN ini, mahasiswa diharapkan mampu hadir sebagai mitra masyarakat, belajar bersama, serta memberikan kontribusi yang nyata melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan desa. Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari hubungan baik dan kebermanfaatan yang terbangun bersama masyarakat,” ujar Dr. Hj. Hartati, M.A.
Literasi sebagai Fondasi Pemberdayaan Desa
Sementara itu, Samudin, selaku Ketua DKM Desa Gegesik Kulon, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN dan berharap seluruh program yang dirancang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Semoga program-program yang akan dijalankan mampu mendukung peningkatan literasi masyarakat serta memperkuat semangat belajar dan kebersamaan di Desa Gegesik Kulon,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua KKN Kelompok 63, Faisal Ilham, menyampaikan komitmen mahasiswa untuk menjalankan pengabdian dengan semangat kolaborasi dan kebermanfaatan.
“Kami hadir bukan hanya untuk melaksanakan kewajiban akademik, tetapi juga ingin belajar bersama masyarakat. Melalui program penguatan literasi, kami berharap dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat serta membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh elemen desa,” tuturnya.
Wujud Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Melalui kegiatan pembukaan ini, mahasiswa KKN Kelompok 63 berharap komunikasi yang telah terjalin sejak awal dapat menjadi fondasi dalam menjalankan seluruh program pengabdian secara efektif dan partisipatif. Fokus pada penguatan literasi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan program yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Secara tidak langsung, pelaksanaan KKN ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pemberdayaan masyarakat desa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.


