UIN Siber Cirebon – Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 97 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi memulai pengabdiannya di Desa Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, melalui kegiatan penyerahan mahasiswa yang dilaksanakan pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pelaksanaan program KKN sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan pengabdian yang berdampak.
Acara dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Nining Wahyuningsih, S.E., M.M., Kepala Desa Kedungjaya Satria Robi Saputra, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) H. Bambang Irianto, S.Km., M.MKM., Sekretaris Desa Diva Adelia, Ketua KKN Kelompok 97 M. Riza Chaeraratul Iman, perangkat desa, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Awal Kolaborasi untuk Pengabdian yang Berdampak
Kegiatan diawali dengan sambutan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Nining Wahyuningsih, S.E., M.M., yang menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan mahasiswa agar mampu menjaga nama baik almamater, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjalankan setiap program kerja secara profesional dan penuh tanggung jawab.
“Kuliah Kerja Nyata bukan hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat. Saya berharap seluruh mahasiswa menjaga nama baik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” ujar Dr. Nining Wahyuningsih.
Pemerintah Desa Sambut Baik Kehadiran Mahasiswa
Mewakili Pemerintah Desa Kedungjaya, Sekretaris Desa Diva Adelia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang menjadikan Desa Kedungjaya sebagai lokasi pelaksanaan KKN.
Ia berharap mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan masyarakat, menjalin komunikasi yang harmonis, serta memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program yang telah disusun.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Desa Kedungjaya. Semoga mahasiswa dapat berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat sehingga seluruh program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” ungkap Diva Adelia.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan mahasiswa secara simbolis dari Dosen Pembimbing Lapangan kepada Pemerintah Desa Kedungjaya sebagai tanda dimulainya pelaksanaan KKN selama kurang lebih 40 hari.
Fokus Dukung Sertifikasi Halal bagi UMKM Desa
Salah satu program unggulan KKN Kelompok 97 adalah pendampingan sertifikasi produk halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kedungjaya. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya sertifikasi halal sekaligus mendampingi proses pengajuan sertifikat halal sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua KKN Kelompok 97, M. Riza Chaeraratul Iman, menyampaikan bahwa mahasiswa berkomitmen menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya melalui pendampingan sertifikasi halal sebagai upaya meningkatkan daya saing produk lokal.
“Kami berharap program pendampingan sertifikasi halal dapat membantu para pelaku UMKM memperoleh kemudahan dalam proses pengajuan sertifikat halal sehingga produk mereka semakin dipercaya masyarakat dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” tutur M. Riza Chaeraratul Iman.
Wujud Pengabdian Berkelanjutan
Melalui pelaksanaan KKN Kelompok 97, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi yang terbangun antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga diharapkan mampu menghasilkan berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pengembangan UMKM, peningkatan literasi halal, serta penguatan ekonomi masyarakat desa.
Program ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan daya saing UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui peningkatan kualitas produk lokal, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pemberdayaan masyarakat desa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.


