UIN Siber Cirebon – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan perlu dimulai sejak usia dini. Berangkat dari semangat tersebut, KKN Kelompok 132 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pelestarian Lingkungan melalui Pemilahan Sampah bagi siswa-siswi SDN 6 Kebon Baru pada Rabu, 22 Juli 2026 dan Senin, 27 Juli 2026.
Program edukasi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kebiasaan positif siswa dalam memilah sampah sesuai jenisnya sebagai langkah sederhana untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Hj. Mukhlisoh, M.M.Pd., serta mendapat dukungan dari Kuwu Desa Kebon Baru Rakhmat Hidayat, S.IP, Kepala SDN 6 Kebon Baru Ali Akbar, S.Pd., M.Pd., dan dipimpin oleh Muhammad Habil Ramadhan selaku Ketua KKN Kelompok 132.
Menanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai jenis sampah kepada para siswa, mulai dari sampah organik, anorganik, limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), hingga sampah residu. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai waktu penguraian masing-masing jenis sampah di alam serta dampaknya terhadap kelestarian lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami sesuai usia peserta didik. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya memilah sampah sejak dini sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan.
Belajar Sambil Bermain Lewat Media Edukatif
Agar suasana pembelajaran lebih menyenangkan, mahasiswa KKN mengemas kegiatan melalui berbagai metode interaktif, seperti ice breaking, diskusi singkat, serta permainan edukatif mengenai pemilahan sampah.
Melalui media permainan yang dirancang sendiri oleh tim KKN, siswa diminta mengelompokkan berbagai contoh sampah ke dalam kategori yang tepat. Metode praktik langsung tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta, tetapi juga melatih kemampuan mereka dalam menerapkan materi yang telah dipelajari.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari mendengarkan materi, menjawab pertanyaan, hingga berpartisipasi dalam permainan edukatif yang disiapkan.
Membangun Generasi Peduli Lingkungan
Ketua KKN Kelompok 132, Muhammad Habil Ramadhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Melalui edukasi yang menyenangkan, mahasiswa berharap siswa tidak hanya memahami teori mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.
“Menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sesuai jenisnya merupakan langkah awal yang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari,” ujarnya.
Melalui program ini, KKN Kelompok 132 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap lahir generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan serta mampu menjadi agen perubahan dalam membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Keterkaitan dengan SDGs
Kegiatan sosialisasi pemilahan sampah yang dilaksanakan KKN Kelompok 132 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi lingkungan yang membangun pengetahuan dan karakter peserta didik sejak usia dini. Program ini juga berkontribusi terhadap SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan menanamkan kebiasaan memilah sampah sesuai jenisnya sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) karena mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi pencemaran melalui perilaku sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


