UIN Siber Cirebon – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pihak Kesatu (P1) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjalani kegiatan witness atau penyaksian langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada 16–17 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Gedung Siber UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses menuju lisensi BNSP sekaligus memperkuat kesiapan universitas dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi sesuai standar nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Benny Hardiansyah selaku Asesor Lisensi Kepala dan Kurniawati sebagai Anggota Asesor Lisensi. Pelaksanaan witness melibatkan 19 asesor dan 19 asesi dari enam skema sertifikasi yang telah terverifikasi. Keterlibatan para asesor dan asesi menjadi bagian dari proses penilaian terhadap kesiapan LSP dalam melaksanakan asesmen kompetensi sesuai ketentuan yang berlaku.
Rektor Tekankan Peran Strategis LSP bagi Lulusan
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang turut berperan sebagai asesor, membuka kegiatan witness tersebut. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan dukungan terhadap penguatan LSP sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu lulusan dan daya saing perguruan tinggi.
LSP memiliki peran strategis dalam menjembatani perguruan tinggi dengan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA). Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa dan lulusan tidak hanya memiliki ijazah sebagai bukti capaian akademik, tetapi juga berkesempatan memperoleh pengakuan atas kompetensi profesional sesuai bidang keahliannya.
Penguatan LSP menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Dengan demikian, capaian akademik dapat dilengkapi dengan pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan profesi dan industri.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Kepala LSP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indra Gunawan, M.Pd., turut menjadi bagian dari penguatan kelembagaan dalam proses menuju lisensi BNSP. Kesiapan sumber daya, pelaksanaan asesmen, dan tata kelola sertifikasi menjadi aspek penting dalam mendukung penyelenggaraan layanan sertifikasi yang profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Witness BNSP Jadi Tahapan Penting Menuju Lisensi
Kegiatan witness merupakan bagian dari proses penilaian terhadap kesiapan LSP dalam menyelenggarakan sertifikasi kompetensi. Melalui penyaksian langsung, pelaksanaan asesmen dapat ditinjau sebagai bagian dari evaluasi untuk memastikan kesiapan LSP dalam memenuhi standar dan persyaratan lisensi BNSP.
Keterlibatan 19 asesor dan 19 asesi dari enam skema sertifikasi yang telah terverifikasi menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Tahapan ini sekaligus mendukung upaya LSP UIN Siber Cirebon dalam membangun sistem sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan standar dan ketentuan yang ditetapkan.
Apabila lisensi BNSP berhasil diperoleh, LSP UIN Siber Cirebon diharapkan dapat menyelenggarakan sertifikasi kompetensi sesuai dengan ruang lingkup lisensi yang diberikan. Hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kredibilitas layanan sertifikasi sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap proses pengakuan kompetensi yang diselenggarakan.
Perluas Pengakuan Kompetensi dan Daya Saing Lulusan
Penguatan LSP memiliki manfaat strategis bagi mahasiswa dan lulusan. Sertifikasi kompetensi dapat menjadi pelengkap capaian akademik melalui pengakuan atas keterampilan dan kemampuan profesional sesuai skema sertifikasi yang diikuti.
Selain mendukung kebutuhan sivitas akademika, LSP juga berpotensi memperluas layanan sertifikasi bagi tenaga kerja, mitra institusi, dan masyarakat yang membutuhkan pengakuan kompetensi sesuai ruang lingkup yang tersedia. Dengan layanan yang relevan, LSP dapat berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan dunia kerja.
Sinergi dengan DUDIKA menjadi aspek penting dalam pengembangan tersebut. Hubungan yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan dunia kerja diharapkan dapat mendukung keselarasan kompetensi lulusan dengan kebutuhan profesi dan industri. Dengan demikian, sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Perkuat Komitmen terhadap Sertifikasi Berstandar Nasional

Pelaksanaan witness BNSP pada 16–17 Oktober 2026 menegaskan langkah LSP UIN Siber Cirebon dalam membangun layanan sertifikasi kompetensi yang kredibel dan berorientasi pada standar nasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya universitas untuk memperkuat mutu pendidikan, mengembangkan kompetensi lulusan, dan meningkatkan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.
Melalui tahapan menuju lisensi BNSP, LSP UIN Siber Cirebon diharapkan dapat memperluas kontribusinya dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan sertifikasi kompetensi.
Ke depan, pengembangan LSP diharapkan menjadi salah satu pengungkit daya saing lulusan UIN Siber Cirebon. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat dan penyelenggaraan sertifikasi yang sesuai standar, kompetensi mahasiswa dan lulusan diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan industri.


