UIN Siber Cirebon (Jakarta) — Kabar membanggakan datang dari Fakultas Syariah (Fasya) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Syahdan Noer Saputra, mahasiswa Program Studi Hukum Tatanegara Islam (HTNI) dengan NIM 2383130008, berhasil terpilih sebagai salah satu finalis Duta Batik Indonesia 2026 kategori Dewasa dan akan mewakili DKI Jakarta 1.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa mampu berprestasi di luar bidang akademik. Syahdan membawa misi untuk memperkenalkan batik kepada generasi muda dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan semangat “Berkarya dengan Budaya, Berprestasi untuk Indonesia”, Syahdan berkomitmen mengajak generasi muda untuk semakin mengenal, mencintai, dan bangga menggunakan batik Indonesia.
Batik Bukan Sekadar Busana
Bagi Syahdan, batik bukan sekadar kain atau busana tradisional. Batik merupakan identitas budaya yang memiliki nilai sejarah, filosofi, kreativitas, sekaligus potensi ekonomi masyarakat.
Latar belakangnya sebagai mahasiswa Hukum Tatanegara Islam juga memberikan perspektif tersendiri. Menurutnya, pelestarian batik dapat diperkuat melalui kebijakan publik, perlindungan hak kekayaan intelektual (HKI), serta regulasi yang mendukung keberlangsungan perajin dan UMKM batik.
Syahdan juga berencana memanfaatkan media digital dan jejaring komunitas untuk memperluas edukasi tentang batik. Ia ingin mengenalkan filosofi berbagai motif batik kepada generasi milenial dan Gen Z dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami.
Baginya, melestarikan batik berarti ikut menjaga identitas bangsa sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi para perajin di berbagai daerah.
Duta Batik Jadi Ruang Generasi Muda Berkarya
Duta Batik Indonesia merupakan ajang kompetisi kebudayaan tingkat nasional yang menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengampanyekan, mengedukasi, dan mempromosikan batik Indonesia. Ajang ini diselenggarakan oleh Glamour Look Pageants di bawah naungan PT Putra Anta Gemilang.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kecintaan generasi muda terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia yang telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2009.
Melalui ajang ini, para peserta tidak hanya dituntut memiliki penampilan dan kemampuan komunikasi, tetapi juga wawasan budaya, kreativitas, kepedulian sosial, dan komitmen untuk ikut menjaga warisan Nusantara.
Dukungan Fakultas Syariah
Ketua Program Studi Hukum Tatanegara Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Mohamad Rana, M.H.I., mengapresiasi capaian Syahdan.
“Prestasi Syahdan menjadi kebanggaan bagi Prodi HTNI. Keikutsertaannya menunjukkan bahwa mahasiswa hukum juga dapat mengambil peran dalam pelestarian budaya. Perspektif hukum yang dimilikinya dapat menjadi kekuatan untuk ikut mendorong perlindungan budaya dan hak para pelaku seni serta perajin,” ujarnya.
Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., MA., turut memberikan apresiasi. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan mahasiswa secara menyeluruh.
“Kami bangga atas capaian Syahdan. Menjadi finalis Duta Batik Indonesia merupakan kesempatan untuk membawa nama baik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus menyampaikan pesan penting tentang kecintaan terhadap budaya bangsa,” tuturnya.
Keberhasilan Syahdan menjadi finalis Duta Batik Indonesia 2026 diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani mengembangkan potensi, berkarya, dan mengambil peran dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.


