UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 39 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Haul ke-526 Mbah Kuwu Sangkan yang berlangsung di Kawasan Makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (15/7/2026). Keterlibatan mahasiswa menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus bentuk kepedulian terhadap pelestarian nilai sejarah, budaya, dan tradisi keagamaan di Cirebon.
Haul ke-526 Mbah Kuwu Sangkan merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan untuk mengenang jasa tokoh pendiri Cirebon. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, pemerintah daerah, seluruh kuwu se-Kabupaten Cirebon, panitia penyelenggara, serta masyarakat dari berbagai wilayah. Kehadiran mahasiswa KKN 39 memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung kelancaran salah satu agenda budaya dan religius yang memiliki nilai historis bagi Cirebon.
Mahasiswa Berkontribusi Menjaga Kelancaran Kegiatan
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN 39 terlibat dalam berbagai tugas lapangan. Mereka membantu koordinasi dengan panitia, mendukung pengaturan jalannya acara, serta memastikan rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam membangun komunikasi, kerja sama, serta kepedulian terhadap masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 39, Idah Faridah Laily, M.Pd., menjelaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di lapangan.
“KKN bukan hanya menjadi wadah untuk menerapkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat. Partisipasi pada Haul ke-526 Mbah Kuwu Sangkan menjadi pengalaman berharga dalam menumbuhkan semangat pengabdian, gotong royong, dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal,” ujarnya.
Wujud Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Desa
Kuwu Desa Sangkan, Efi Syaefullah, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN yang telah membantu pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi bagian dari masyarakat dan berkontribusi dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi mahasiswa KKN UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membantu pelaksanaan Haul ke-526 Mbah Kuwu Sangkan. Kehadiran mahasiswa memberikan energi positif serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi dan budaya Cirebon,” tuturnya.
Ketua KKN Kelompok 39, Zaidan Ali Al Baqiir, mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi seluruh anggota kelompok. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memahami pentingnya menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah.
“Kami merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Melalui kegiatan ini, kami belajar membangun kerja sama dengan masyarakat serta memahami pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas Cirebon,” ungkapnya.
Memperkuat Kepedulian terhadap Warisan Budaya
Partisipasi Mahasiswa KKN 39 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Haul ke-526 Mbah Kuwu Sangkan menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui program kerja, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan.
Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara mahasiswa, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat. Selain itu, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Cirebon.
Kaitan dengan SDGs
Partisipasi Mahasiswa KKN 39 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Haul ke-526 Mbah Kuwu Sangkan sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran kontekstual di tengah masyarakat.
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui pelestarian warisan budaya dan tradisi lokal.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat.


