UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 45 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menguatkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan di Desa Mayung, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/7/2026). Berbagai aktivitas tersebut menjadi langkah awal mahasiswa dalam membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengidentifikasi kebutuhan desa sebagai dasar penyusunan program kerja yang partisipatif dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan di sejumlah lokasi, yakni PAUD As Sholeha, Posyandu Desa Mayung, Pendopo Desa Mayung, dan Masjid Desa Mayung. Seluruh mahasiswa KKN Kelompok 45 terlibat aktif bersama tenaga pendidik PAUD, kader Posyandu, pengajar Al-Qur’an, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Observasi Lapangan melalui Keterlibatan Langsung
Hari kedua pelaksanaan KKN dimanfaatkan mahasiswa untuk melakukan observasi lapangan dengan berpartisipasi langsung dalam aktivitas masyarakat. Pendekatan ini menjadi bagian dari implementasi metode Participatory Action Research (PAR), di mana mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga belajar bersama masyarakat guna memahami kondisi riil di lapangan.
Ketua KKN Kelompok 45, Bayu, menjelaskan bahwa keterlibatan dalam berbagai kegiatan masyarakat menjadi langkah penting sebelum menyusun program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN.
“Kami ingin menjadikan hari-hari awal KKN sebagai momentum untuk lebih dekat dengan masyarakat. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan pendidikan, kesehatan, dan keagamaan, kami dapat memahami kebutuhan masyarakat sehingga program kerja yang akan dijalankan benar-benar relevan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Mendukung Pendidikan, Kesehatan, dan Pembelajaran Al-Qur’an
Dalam bidang pendidikan, mahasiswa mendampingi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PAUD As Sholeha. Kehadiran mahasiswa memberikan suasana belajar yang lebih interaktif sekaligus membantu guru dalam mendampingi peserta didik.
Kepala PAUD As Sholeha, Ibu Nafiah, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
“Kehadiran mahasiswa KKN memberikan semangat baru bagi anak-anak selama kegiatan MPLS. Mahasiswa mampu berinteraksi dengan baik, membantu proses pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi peserta didik,” ungkapnya.
Di bidang kesehatan, mahasiswa membantu pelayanan Posyandu melalui kegiatan penimbangan balita, pengukuran tinggi badan, hingga pencatatan data peserta. Kontribusi tersebut membantu meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa KKN dalam pelaksanaan Posyandu. Bantuan mereka pada proses penimbangan, pengukuran, dan pencatatan data membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan tertib,” tutur Ibu Herni selaku Kader Posyandu Desa Mayung.
Sementara itu, pada bidang keagamaan, mahasiswa turut mendampingi pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak di Pendopo Desa Mayung serta memberikan pendampingan membaca Al-Qur’an kepada para lansia dengan fokus pada pembenahan makharijul huruf dan tajwid. Pada malam harinya, mahasiswa juga mengikuti doa bersama masyarakat di Masjid Desa Mayung sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.
Pengajar Al-Qur’an Desa Mayung, Ibu Hesti, menilai kehadiran mahasiswa mampu memberikan motivasi bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi semangat mahasiswa KKN yang ikut mendampingi pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak maupun lansia. Kehadiran mereka memberikan motivasi bagi peserta untuk semakin bersemangat belajar serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat,” katanya.
Wujud Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 45 tidak hanya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kondisi sosial desa sebagai landasan penyusunan program kerja yang tepat sasaran.
Pengabdian ini menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap layanan Posyandu, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pendampingan MPLS dan pembelajaran Al-Qur’an, SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga pendidik, kader kesehatan, dan masyarakat, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan partisipasi sosial dan kehidupan masyarakat yang inklusif.


