UIN Siber Cirebon – Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dede Al Mustaqim berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya pada Digital Law and Contemporary (DLC), jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Magister Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Artikel ilmiah berjudul “The Urgency of Regulating Cash on Delivery Courier Protection in Indonesia’s E-Commerce Ecosystem” tersebut mengangkat isu yang sangat relevan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, yakni pentingnya regulasi perlindungan hukum bagi kurir layanan Cash on Delivery (COD) dalam ekosistem perdagangan elektronik di Indonesia.
Publikasi ini menjadi capaian membanggakan, tidak hanya bagi Dede Al Mustaqim sebagai penulis, tetapi juga bagi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang terus mendorong budaya riset, publikasi ilmiah, dan kontribusi akademik terhadap penyelesaian persoalan-persoalan strategis di masyarakat.
Menjawab Tantangan Hukum di Tengah Ledakan E-Commerce
Dalam penelitiannya, Dede Al Mustaqim menyoroti bahwa pertumbuhan transaksi e-commerce yang sangat cepat belum diimbangi dengan regulasi yang memberikan perlindungan memadai bagi kurir COD sebagai ujung tombak layanan logistik.
Kurir COD dinilai menghadapi berbagai risiko, mulai dari penolakan barang, intimidasi, kekerasan fisik, penipuan transaksi, hingga kecelakaan kerja. Namun, regulasi yang ada saat ini masih lebih berfokus pada perlindungan konsumen dan pelaku usaha, sementara posisi kurir belum memperoleh kepastian hukum yang proporsional.
Penelitian tersebut menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang diperkaya melalui wawancara terhadap sepuluh kurir COD serta observasi pada komunitas kurir di media sosial yang memiliki sekitar 1.900 anggota.
Hasil penelitian menunjukkan adanya kekosongan hukum (vacuum of law) yang menyebabkan kurir COD berada dalam kategori pekerja rentan. Oleh karena itu, Dede merekomendasikan perlunya regulasi khusus melalui Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Menteri yang mengatur perlindungan hukum bagi kurir, termasuk kewajiban platform e-commerce, tanggung jawab perusahaan logistik, skema jaminan sosial, serta mekanisme penyelesaian sengketa secara cepat dan adil.
Menurutnya, perlindungan terhadap kurir COD merupakan bagian penting dalam mewujudkan ekosistem perdagangan digital yang berkeadilan, berkelanjutan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
Kaprodi: Bukti Mahasiswa Mampu Menjawab Persoalan Hukum Kontemporer
Ketua Program Studi Magister Hukum Keluarga Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. H. Akhmad Khalimy, S.H., M.Hum., memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan tersebut.
“Kami sangat bangga atas capaian yang diraih Dede Al Mustaqim. Publikasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Magister Hukum Keluarga Islam tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan ilmiah yang relevan dengan dinamika hukum kontemporer. Tema perlindungan kurir COD merupakan isu aktual yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai pemangku kebijakan. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meneliti, menulis, dan mempublikasikan karya ilmiah berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan publikasi di jurnal yang dikelola oleh Program Magister Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta menjadi indikator meningkatnya kualitas akademik mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Direktur Pascasarjana: Publikasi Ilmiah Adalah Budaya Akademik yang Harus Terus Dikembangkan
Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof. Dr. H. Iman Nafi’a, M.Ag., juga memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, publikasi ilmiah mahasiswa merupakan salah satu indikator penting dalam membangun budaya akademik yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Prestasi Dede Al Mustaqim menunjukkan bahwa mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mampu menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menawarkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Kami akan terus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang inovatif, aplikatif, dan mampu dipublikasikan pada jurnal-jurnal bereputasi sebagai bagian dari penguatan reputasi akademik kampus,” tegasnya.
Menurutnya, budaya publikasi ilmiah harus menjadi bagian dari ekosistem akademik yang terus dikembangkan agar lulusan memiliki daya saing nasional maupun internasional.
UIN Siber Cirebon Perkuat Budaya Riset dan Publikasi Ilmiah
Keberhasilan ini semakin mempertegas komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun budaya akademik yang berbasis riset, inovasi, dan publikasi ilmiah. Kampus terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, hukum, ekonomi, maupun perkembangan teknologi digital.
Di tengah transformasi digital yang terus berkembang, penelitian mengenai perlindungan pekerja dalam ekosistem digital menjadi salah satu kebutuhan yang semakin mendesak. Karya Dede Al Mustaqim membuktikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadirkan rekomendasi kebijakan berbasis riset yang dapat mendukung pembangunan hukum nasional.
Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa semangat belajar, ketekunan, dan keberanian mengangkat isu-isu aktual mampu melahirkan karya ilmiah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Melalui penguatan budaya penelitian dan publikasi, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, adaptif, inovatif, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.


