UIN Siber Cirebon (Kuningan) — Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (HIMABKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pengabdian yang berdampak bagi masyarakat. Melalui kegiatan Ruang Kajian dan Diskusi, HIMABKI mengajak masyarakat meningkatkan literasi psikologis, membangun kesadaran kritis, serta memperkuat budaya berdialog dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Sagarahiang, Kabupaten Kuningan, pada Minggu (5/7/2026) ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Mengabdi (GEMA) 2026.
Ruang Kajian dan Diskusi dirancang sebagai ruang belajar bersama yang menghadirkan pendekatan psikoedukasi secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pemutaran video psikoedukasi yang menjadi stimulus bagi peserta untuk memahami berbagai fenomena psikologis yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi diskusi reflektif yang dipandu oleh Teh Faika Maudina, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Semester 6.
Menguatkan Kesadaran Diri melalui Dialog dan Refleksi
Dalam sesi diskusi, peserta diajak mengemukakan pendapat, berbagi pengalaman, serta mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesehatan mental, pengelolaan emosi, hingga pentingnya membangun cara berpikir yang sehat. Suasana diskusi berlangsung hangat dan partisipatif, sehingga mendorong peserta untuk saling belajar dari pengalaman satu sama lain.
Teh Faika Maudina menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga membangun kemampuan peserta dalam merefleksikan berbagai pengalaman hidup secara lebih bijaksana.
“Ruang Kajian dan Diskusi ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kritis peserta dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan. Melalui video psikoedukasi dan diskusi yang interaktif, kami ingin mengajak peserta untuk berani merefleksikan pengalaman, bertukar perspektif, dan menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mendorong Literasi Psikologis sebagai Bekal Kehidupan
Melalui pendekatan psikoedukasi yang sederhana dan komunikatif, HIMABKI berupaya mendekatkan isu kesehatan mental kepada masyarakat agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam melalui edukasi yang bermanfaat secara langsung.
Partisipasi aktif peserta dalam sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap ruang diskusi yang membahas isu-isu psikologis secara terbuka. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus menjadi media edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan menyelesaikan persoalan kehidupan secara lebih adaptif.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Pelaksanaan Ruang Kajian dan Diskusi ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesadaran akan kesehatan mental, Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan ruang pembelajaran yang inklusif, serta Tujuan 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan membangun budaya dialog, partisipasi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, HIMABKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap literasi psikologis masyarakat semakin meningkat, sehingga mampu membentuk individu yang lebih tangguh, reflektif, dan bijaksana dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.


