UIN Siber Cirebon (Kuningan) — Upaya membangun keluarga yang harmonis dan tangguh memerlukan pemahaman yang baik mengenai komunikasi, penyelesaian konflik, serta dukungan psikososial. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Himpunan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (HIMABKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan Seminar Konseling Keluarga bertajuk Family Counseling in Action: Membangun Ketahanan Keluarga Melalui Konseling di Aula Balai Desa Sagarahiang, Kabupaten Kuningan, Senin (6/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Mengabdi (GEMA) 2026 yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program edukatif. Seminar diikuti oleh masyarakat Desa Sagarahiang dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan kehidupan sosial yang sehat dan sejahtera.
Mendorong Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Ketahanan Keluarga
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kuwu Desa Sagarahiang, Airka, S.E., M.M., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa HIMABKI menghadirkan program edukasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia berharap seminar tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi ilmu, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam memperkuat keharmonisan dan ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Komunikasi Sehat Menjadi Kunci Keluarga yang Harmonis
Seminar menghadirkan Herny Gusbrava, Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam sekaligus Konsultan Human Resources (HR), sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa keluarga yang tangguh dibangun melalui komunikasi yang terbuka, saling memahami, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
“Ketahanan keluarga dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling memahami, dan kemampuan menyelesaikan masalah bersama. Konseling menjadi salah satu upaya untuk membantu keluarga menciptakan hubungan yang harmonis dan tangguh,” ujar Herny Gusbrava.

Selain membahas pentingnya komunikasi yang efektif, narasumber juga mengulas strategi penyelesaian konflik secara konstruktif serta mengenalkan peran layanan konseling keluarga sebagai sarana pendampingan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.
Diskusi Interaktif Perkuat Literasi Konseling Masyarakat
Seminar berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman maupun berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan keluarga sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih kontekstual dan partisipatif.
Antusiasme masyarakat terlihat dari aktifnya peserta berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai cara membangun hubungan yang lebih sehat di lingkungan keluarga. Melalui forum ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga wawasan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pengabdian Mahasiswa yang Memberikan Dampak bagi Masyarakat
Sebagai bagian dari program Gerakan Mengabdi (GEMA) 2026, seminar ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan edukasi seperti ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan kompetensi akademiknya, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat.

Seminar Family Counseling in Action diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membangun ketahanan keluarga melalui komunikasi yang sehat, penyelesaian konflik yang bijaksana, serta pemanfaatan layanan konseling sebagai bagian dari upaya menciptakan keluarga yang harmonis, tangguh, dan sejahtera.
Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghadirkan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.


