Kolaborasi Ilmu Falak dan Astronomi Modern Dukung Akurasi Penentuan Awal Bulan Hijriah di Indonesia
UIN Siber Cirebon – Upaya memperkuat akurasi penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia terus dilakukan melalui kolaborasi riset lintas perguruan tinggi. Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), pusat kegiatan astronomi utama di Institut Teknologi Sumatera (ITERA), dalam penelitian kelayakan dan standardisasi titik lokasi rukyatul hilal berbasis teknologi modern. (29/6/26).
Penelitian ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan ilmu falak dengan astronomi modern untuk menghasilkan lokasi rukyatul hilal yang memenuhi standar ilmiah, sehingga dapat mendukung penetapan awal bulan Hijriah secara lebih akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
OAIL ITERA, Laboratorium Astronomi Modern di Pulau Sumatra
Sebagai salah satu observatorium astronomi terbesar di Sumatra, Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) memiliki peran penting dalam penelitian, edukasi, dan pengembangan teknologi observasi astronomi di Indonesia.
Melalui fasilitas observatorium yang modern, tim peneliti dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melakukan serangkaian observasi untuk mengukur kelayakan lokasi rukyat berdasarkan kondisi horizon, karakteristik atmosfer, serta parameter astronomi lainnya yang menjadi penentu keberhasilan pengamatan hilal.
Dipimpin Dekan Fakultas Syariah Bersama Tim Ilmu Falak
Kegiatan penelitian dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc., M.A., didampingi Sekretaris Program Studi Kusdiyana,.M.S.I, dan dosen Ilmu Falak M. Syaoqi Nahwandi,. M.H serta melibatkan Rifki Muslim,. M.H tutor praktikum ilmu falak sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis riset (research-based learning).
Menurut Dr. Edy Setyawan, kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Fakultas Syariah dalam memperkuat pengembangan ilmu falak melalui sinergi antara kajian keislaman dan kemajuan sains serta teknologi.
“Penelitian ini menjadi ikhtiar akademik untuk menghadirkan metode rukyatul hilal yang semakin akurat melalui pemanfaatan teknologi observasi modern. Ilmu falak harus terus berkembang dengan memadukan khazanah keilmuan Islam dan inovasi teknologi sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
Menggunakan Teknologi Observasi Berbasis Digital
Dalam penelitian ini, tim memanfaatkan berbagai perangkat observasi modern, di antaranya:
- Mikroskop;
- SOOF (Sistem Otomasi Observasi Fajar);
- Laptop;
- Modem;
Pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan memperoleh data astronomi yang presisi sehingga hasil observasi dapat dijadikan dasar ilmiah dalam proses standardisasi lokasi rukyatul hilal.
Penelitian Dilaksanakan Melalui Tahapan Ilmiah
Riset dilaksanakan secara sistematis melalui sejumlah tahapan, meliputi:
- Koordinasi tim peneliti dan persiapan observasi.
- Survei awal lokasi pengamatan di kawasan OAIL.
- Instalasi perangkat SOOF pada titik observasi.
- Kalibrasi alat dan sinkronisasi waktu pengamatan.
- Analisis kondisi horizon sebagai parameter utama rukyatul hilal.
- Pengamatan fenomena fajar menggunakan SOOF.
- Simulasi rukyatul hilal untuk menguji kelayakan lokasi.
- Dokumentasi kondisi atmosfer selama pengamatan.
- Pengolahan dan analisis data hasil observasi.
Evaluasi kelayakan serta standardisasi lokasi rukyatul hilal berdasarkan hasil penelitian.
Seluruh tahapan dilakukan untuk memastikan bahwa lokasi observasi memiliki kualitas astronomis yang memenuhi standar nasional dan dapat dijadikan referensi dalam pelaksanaan rukyatul hilal di masa mendatang.
Menghasilkan Data Ilmiah untuk Penentuan Awal Bulan Hijriah
Melalui penelitian ini, tim berharap dapat menghasilkan basis data ilmiah mengenai karakteristik lokasi rukyat yang akurat dan berkelanjutan. Data tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan ilmu falak, tetapi juga dapat menjadi referensi bagi pemerintah, Kementerian Agama, Badan Hisab Rukyat, akademisi, dan berbagai lembaga yang berkepentingan dalam penetapan kalender Hijriah nasional.
Kolaborasi ini juga mempertegas pentingnya pendekatan multidisipliner yang menggabungkan ilmu syariah, astronomi, dan teknologi digital dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap penetapan awal bulan Hijriah yang semakin presisi.
Wujud Komitmen UIN Siber Cirebon dalam Riset Berdampak
Penelitian bersama OAIL ITERA menjadi bukti nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan ini semakin memperkuat posisi Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) sebagai pusat riset astronomi modern, pengembangan teknologi observasi, sekaligus rujukan ilmiah nasional dalam mendukung kegiatan rukyatul hilal dan pengamatan berbagai fenomena astronomi di Indonesia.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemanfaatan teknologi modern, dan pengembangan ilmu falak, Indonesia terus melangkah menuju sistem penentuan kalender Hijriah yang semakin akurat, ilmiah, dan mampu menjadi rujukan bagi dunia Islam di masa depan.


