Riset Pertanian Purba UIN Siber Cirebon Tarik Perhatian Akademisi Sumatera Barat, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Berbasis Lingkungan
UIN Siber Cirebon (Padang) – Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, dan kebutuhan akan sistem pangan yang berkelanjutan, Tim Peneliti MoRA LPDP Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan sebuah gagasan inovatif yang menarik perhatian kalangan akademisi. Melalui riset bertajuk “Asesmen Hasil Penelitian Pertanian Purba”, tim peneliti menawarkan konsep pertanian ramah lingkungan yang mengedepankan pemulihan kesuburan tanah tanpa bergantung pada pupuk kimia.
Gagasan tersebut dipaparkan dalam forum akademik bersama jajaran Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sekaligus upaya memperluas jejaring kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Presentasi dipimpin oleh Ketua Tim Peneliti MoRA LPDP, Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., didampingi anggota tim peneliti yang terdiri atas Dr. Dewi Cahyani, M.Pd., Dr. Iwan, M.Ag., Dr. Iis Arifudin, M.Ag., Dr. Tosuerdi, M.Pd.I., Deden Lesmana, dan M. Ismail Razi Al Faruqi.
Didukung Pendanaan MoRA LPDP Selama Dua Tahun
Prof. Abdul Aziz menjelaskan bahwa penelitian tersebut merupakan salah satu program strategis yang memperoleh pendanaan kompetitif dari MoRA The AIR Funds LPDP untuk periode 2026–2027.
Menurutnya, penelitian ini berfokus pada pengembangan model ketahanan pangan berkelanjutan melalui pendekatan pertanian yang mengutamakan kesehatan tanah, efisiensi pemanfaatan lahan, serta pengelolaan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
“Tujuan utama penelitian ini adalah menghadirkan sistem pertanian yang tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelas Prof. Abdul Aziz.
Pertanian Purba: Menghidupkan Kembali Kesuburan Tanah Secara Alami
Salah satu konsep utama yang diperkenalkan dalam penelitian ini adalah Pertanian Purba, yaitu metode budidaya yang meminimalkan ketergantungan terhadap pupuk kimia dan lebih mengoptimalkan pemanfaatan bahan organik sebagai sumber unsur hara.
Melalui pendekatan tersebut, sampah organik tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi pupuk organik berkualitas untuk mengembalikan kesuburan tanah secara alami.
Tim peneliti menjelaskan bahwa pendekatan ini mampu membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan unsur hara, serta menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dalam jangka panjang.
Sampah Organik Diubah Menjadi Solusi Ketahanan Pangan
Dalam pemaparannya, Dr. Dewi Cahyani, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian sangat bergantung pada kualitas tanah sebagai fondasi utama produksi pangan.
Menurutnya, konsep pertanian purba menawarkan paradigma baru bahwa pengelolaan sampah organik bukan hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
“Tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat. Karena itu, pengelolaan sampah organik harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa metode tersebut memungkinkan lahan-lahan yang mengalami penurunan kualitas dapat dipulihkan secara bertahap tanpa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Berpotensi Dikembangkan di Sumatera Barat
Paparan hasil penelitian mendapat respons positif dari jajaran Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas peluang implementasi konsep pertanian purba di berbagai wilayah agraris, termasuk Sumatera Barat yang memiliki potensi pertanian cukup besar.
Para peserta menilai pendekatan tersebut memiliki prospek yang menjanjikan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan.
Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dinilai menjadi langkah penting agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata di lapangan.
Hilirisasi Riset untuk Masyarakat
Melalui forum ini, Tim Peneliti MoRA LPDP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap dapat memperluas kerja sama dalam bidang penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat.
Implementasi konsep pertanian purba diharapkan mampu mendukung program ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Sebagai Cyber Islamic University, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Melalui hilirisasi inovasi dan kolaborasi lintas institusi, universitas berupaya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan strategis bangsa, mulai dari ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis riset.


