UIN Siber Cirebon – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya sebagai Cyber Islamic University (CIU) dengan sukses menyelenggarakan International Studium Generale bertema “The Integration of Artificial Intelligence and Islamic Values in Education: A Strategy for an Ethical Society 5.0.” Kegiatan yang digagas oleh Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) ini berlangsung di Gedung Siber Lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan diikuti ratusan peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta masyarakat umum, baik secara luring maupun daring melalui Zoom dan YouTube.(5/8/26).
Forum akademik internasional ini menjadi ruang strategis untuk membahas bagaimana Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan secara optimal dalam dunia pendidikan tanpa mengabaikan nilai-nilai Islam, etika, dan kemanusiaan. Di tengah pesatnya transformasi digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan bahwa inovasi teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter agar mampu melahirkan generasi yang cerdas sekaligus berakhlak mulia.
Kolaborasi Akademik untuk Pendidikan Masa Depan
Kegiatan ini terlaksana berkat sinergi seluruh panitia yang diketuai oleh Dr. H. Iwan, M.Ag. Sejak awal acara, suasana akademik terasa hangat dan penuh antusiasme.
Ketua Program Studi PAI S3, Dr. Siti Fatimah, M.Hum., dalam sambutannya menegaskan bahwa International Studium Generale menjadi forum penting untuk mempertemukan gagasan-gagasan baru mengenai transformasi pendidikan Islam di era digital.
“Perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, harus kita respons secara bijaksana. Pendidikan Islam memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai moral, etika, dan kemanusiaan. Melalui forum ini kami berharap lahir berbagai gagasan yang mampu memperkuat kualitas pendidikan Islam di masa depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. E. Sugianto, M.H. Menurutnya, AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran modern yang harus dipahami oleh seluruh insan akademik.
“Artificial Intelligence bukan untuk menggantikan peran dosen, tetapi menjadi alat yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, mempercepat akses pengetahuan, dan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Karena itu, penguatan kompetensi digital harus selalu dibarengi dengan penguatan nilai-nilai Islam,” ungkapnya.
AI Harus Berjalan Bersama Nilai-Nilai Islam
International Studium Generale secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan bertaraf internasional tersebut.
Ia menilai pemanfaatan AI merupakan peluang besar bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, maupun layanan akademik.
“Artificial Intelligence harus dipandang sebagai tools atau instrumen yang membantu proses pendidikan menjadi lebih efektif, kreatif, dan inovatif. Namun, teknologi tetap harus diarahkan oleh nilai-nilai etika agar mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi umat manusia,” tegasnya.
Hadirkan Pakar Nasional dan Internasional
International Studium Generale menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. H. Muhammad Irfan Helmy, Lc., M.A., Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh, Arab Saudi.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perkembangan AI membuka peluang luar biasa bagi dunia pendidikan. Namun demikian, pemanfaatannya harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai Islam agar teknologi tidak kehilangan arah moral.
“Kemajuan teknologi harus melahirkan manusia yang semakin berkarakter. AI akan menjadi berkah apabila digunakan dengan tanggung jawab, integritas, dan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam setiap pengambilan keputusan,” jelas Prof. Irfan Helmy.
Narasumber kedua, Dr. H. Abd. Rozak, M.Si., dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, memaparkan berbagai strategi implementasi AI dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, AI mampu membantu dosen dalam menyusun materi, melakukan evaluasi pembelajaran, hingga mendorong lahirnya inovasi pendidikan. Namun ia menegaskan bahwa kehadiran AI tidak akan pernah menggantikan fungsi pendidik sebagai pembimbing karakter.
“Teknologi hanyalah alat. Yang menentukan arah pendidikan tetaplah manusia. Karena itu, AI harus digunakan untuk memperkuat kreativitas, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membangun pendidikan yang lebih humanis,” ujarnya.
Diskusi Interaktif Bahas Etika AI
Diskusi dipandu oleh Zahrotus Saidah, M.A.Pd., dosen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang berhasil menghidupkan suasana dialog melalui sesi tanya jawab yang interaktif.
Para peserta aktif mendiskusikan berbagai isu strategis, mulai dari etika penggunaan AI dalam pendidikan, perlindungan integritas akademik, peluang pengembangan riset berbasis AI, hingga tantangan membangun Society 5.0 yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman.
Kegiatan dengan total 8 Jam Pelajaran (280 menit) ini dikemas dalam berbagai sesi, meliputi keynote lecture, pemaparan materi, diskusi panel, refleksi akademik, hingga penyerahan sertifikat kepada peserta.
Wujud Nyata Komitmen Cyber Islamic University
Melalui penyelenggaraan International Studium Generale ini, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan komitmennya sebagai Cyber Islamic University yang terus mengembangkan pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual, etika, dan kemanusiaan.
Forum internasional ini diharapkan menjadi katalisator lahirnya berbagai inovasi pembelajaran, memperkuat literasi digital sivitas akademika, memperluas jejaring kolaborasi internasional, sekaligus mencetak lulusan yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan secara bijaksana untuk menjawab tantangan Society 5.0.
Dengan mengintegrasikan teknologi dan nilai-nilai Islam, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global dalam membangun masa depan pendidikan Indonesia.


