UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 107 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan program Pendampingan Proses Produk Halal (PPH) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, mulai Senin, 13 Juli hingga 22 Agustus 2026. Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan proses sertifikasi halal, sehingga produk lokal memiliki nilai tambah dan semakin dipercaya oleh masyarakat.
Program tersebut melibatkan mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Cikalahang, serta para pelaku UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa untuk mendata pelaku usaha yang belum memiliki sertifikat halal, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pentingnya sertifikasi halal, manfaat yang diperoleh, hingga pendampingan proses pengajuan sertifikasi sesuai prosedur yang berlaku.
Pendampingan Sertifikasi Halal dari Hulu hingga Hilir
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM mulai dari penyusunan dokumen administrasi, pendataan produk, identifikasi bahan baku, hingga pengisian data pada sistem pengajuan sertifikasi halal. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memahami prosedur administrasi, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya standar halal sebagai bagian dari peningkatan kualitas produk.
Program ini lahir dari masih ditemukannya banyak UMKM yang belum memiliki sertifikat halal akibat keterbatasan informasi maupun pemahaman terhadap mekanisme pengajuan. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan solusi yang memudahkan pelaku usaha dalam mengakses layanan sertifikasi halal.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 107, Yandi Heryandi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata pengabdian perguruan tinggi yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“Pendampingan sertifikasi halal bukan hanya membantu pelaku UMKM memenuhi aspek administratif, tetapi juga menjadi upaya meningkatkan kualitas produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Kami berharap program ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cikalahang,” ujarnya.
Kolaborasi Kampus dan Pemerintah Desa untuk Penguatan Ekonomi Lokal
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Cikalahang. Kuwu Desa Cikalahang, Kusnandi, menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas usahanya.
Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 107, Razka Maheza, menjelaskan bahwa mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat yang siap mendampingi proses pengembangan usaha secara langsung.
“Kami berharap semakin banyak UMKM Desa Cikalahang yang berhasil memperoleh sertifikat halal. Dengan demikian, produk-produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi, mampu memperluas akses pasar, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM, program pendampingan sertifikasi halal diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk unggulan desa yang memenuhi standar halal, berkualitas, dan kompetitif di pasar yang lebih luas.
Selain mendukung penguatan ekonomi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan solusi yang aplikatif terhadap kebutuhan masyarakat.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui peningkatan daya saing produk lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha dalam membangun ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.


