UIN Siber Cirebon – UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPT TIK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus mendorong peningkatan kompetensi digital tenaga kependidikan melalui kegiatan Peningkatan Literasi IT bagi Tenaga Kependidikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 24 Agustus 2026, di Gedung K/Pustikom Lantai 2.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya universitas dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tengah perkembangan transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia kerja. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan teknologi AI Agent yang dapat mendukung efektivitas pekerjaan.
UPT TIK Dorong Tenaga Kependidikan Adaptif terhadap Transformasi Digital
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris UPT TIK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Abdurrozaq Nasrudin, S.Kom., M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan berbagai inovasi digital.

Menurutnya, literasi teknologi tidak lagi sebatas kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi juga mencakup kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi secara tepat sesuai kebutuhan pekerjaan.
“Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, peningkatan literasi IT menjadi penting agar tenaga kependidikan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mendukung pekerjaan dan meningkatkan kualitas layanan administrasi di lingkungan universitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara bijak dan tetap memperhatikan kebutuhan serta konteks pekerjaan. Dengan kompetensi digital yang semakin baik, tenaga kependidikan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih efektif, adaptif, dan responsif.
Kenali AI Agent melalui Praktik OpenClaw
Materi kegiatan disampaikan oleh Fahmi Nuradi, S.Kom., IT Trainer dari ID Networker Jakarta. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep AI Agent OpenClaw sebagai salah satu perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang dapat dimanfaatkan untuk membantu berbagai aktivitas digital.
Fahmi menjelaskan bahwa perkembangan AI telah bergerak dari sekadar menghasilkan jawaban atau konten menuju teknologi yang dapat membantu menjalankan serangkaian tugas berdasarkan instruksi tertentu.
“AI Agent pada dasarnya memberikan peluang bagi kita untuk bekerja lebih efektif dengan memanfaatkan kemampuan teknologi dalam menjalankan tugas-tugas tertentu. Namun, yang paling penting adalah memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan sesuai kebutuhan dan tetap berada dalam kendali penggunanya,” jelas Fahmi.

Peserta kemudian diperkenalkan pada proses instalasi Claw X serta tahapan menghubungkan Claw X dengan aplikasi Telegram. Penyampaian materi dilakukan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti proses dengan lebih mudah.
Tidak berhenti pada pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi praktik langsung. Peserta mengikuti instruksi narasumber untuk mencoba proses instalasi dan konfigurasi sehingga dapat memperoleh pengalaman secara langsung dalam mengenali cara kerja teknologi AI Agent.
Praktik Langsung Perkuat Pemahaman Peserta
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga mengikuti tahapan praktik dan berdiskusi mengenai kemungkinan pemanfaatan AI dalam mendukung pekerjaan sehari-hari.
Fahmi turut mengarahkan peserta agar tidak sekadar mengikuti langkah teknis, tetapi memahami fungsi dari setiap tahapan yang dilakukan.
“Jangan hanya mengikuti langkah instalasinya. Coba pahami apa yang sedang kita hubungkan dan untuk apa teknologi tersebut nantinya digunakan. Dengan begitu, ketika menghadapi kebutuhan yang berbeda, Bapak dan Ibu dapat lebih mudah menyesuaikannya,” ungkapnya saat memberikan arahan kepada peserta.
Praktik tersebut menjadi kesempatan bagi tenaga kependidikan untuk mengenal lebih dekat perkembangan AI Agent sekaligus melihat peluang pemanfaatannya dalam mendukung pekerjaan administrasi dan layanan di lingkungan perguruan tinggi.
Perkuat SDM Digital untuk Kampus yang Adaptif

Kegiatan Peningkatan Literasi IT bagi Tenaga Kependidikan ini sejalan dengan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam membangun ekosistem kampus berbasis teknologi dan transformasi digital. Penguatan kompetensi tenaga kependidikan menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pemanfaatan teknologi dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak terhadap kualitas layanan universitas.
Pemanfaatan AI dalam lingkungan kerja juga perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman, etika, dan kemampuan adaptasi. Dengan demikian, teknologi dapat ditempatkan sebagai instrumen untuk membantu manusia bekerja lebih efektif, bukan menggantikan peran dan tanggung jawab manusia.
Melalui kegiatan ini, UPT TIK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berharap tenaga kependidikan semakin siap menghadapi perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya layanan administrasi yang semakin efektif, inovatif, dan responsif sekaligus memperkuat kesiapan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai perguruan tinggi yang terus bergerak dalam transformasi digital.


