Opini Pojok Rektor
Home » Pos » Opini » Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.: Keterbukaan Informasi, Fondasi Kepercayaan Publik di Era Cyber Islamic University

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.: Keterbukaan Informasi, Fondasi Kepercayaan Publik di Era Cyber Islamic University

Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.: Keterbukaan Informasi, Fondasi Kepercayaan Publik di Era Cyber Islamic University

Kampus Digital Tidak Cukup Hanya Mengandalkan Teknologi

UIN Siber Cirebon –Transformasi Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon menuju Cyber Islamic University bukan semata-mata perubahan pada teknologi, platform pembelajaran, atau sistem layanan digital. Lebih jauh dari itu, transformasi tersebut adalah perubahan cara kita bekerja, melayani, berkomunikasi, dan membangun kepercayaan publik.

Di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat, perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu menghasilkan prestasi, tetapi juga mampu menjelaskan, membuktikan, dan mempertanggungjawabkan setiap program serta capaian kepada masyarakat.

Karena itu, keterbukaan informasi publik harus ditempatkan sebagai bagian penting dari tata kelola universitas.

Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dari Seminar Penguatan Media Publikasi dan Keterbukaan Informasi Publik yang diselenggarakan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di Gedung Siber SBSN Lantai 8, Senin (10/8/2026), dengan menghadirkan Dr. Drs. H. Ismail Cawidu, M.Si., Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Bagi saya, forum tersebut bukan sekadar seminar kehumasan. Ini adalah momentum untuk melihat kembali bagaimana UIN Siber membangun hubungan dengan publik melalui informasi yang akurat, terbuka, relevan, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tinjau Ruang Server, Ismail Cawidu Dorong PPID UIN Siber Cirebon Perkuat Layanan Informasi Publik

Keterbukaan Informasi adalah Bagian dari Tata Kelola

Perguruan tinggi merupakan badan publik yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan layanan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun, keterbukaan informasi tidak boleh dipahami sebatas kewajiban administratif.

Keterbukaan adalah bagian dari good university governance.

Masyarakat ingin mengetahui bagaimana sebuah perguruan tinggi bekerja. Mereka ingin memahami kebijakan yang dibuat, program yang dijalankan, prestasi yang diraih, layanan yang tersedia, serta bagaimana institusi menggunakan sumber daya yang dipercayakan kepadanya.

UIN Siber Cirebon Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Ismail Cawidu: Komunikasi adalah Investasi

Karena itu, semakin baik kita mengelola informasi, semakin mudah publik memahami arah dan kinerja universitas.

Sebaliknya, ketika informasi tidak tersedia atau komunikasi tidak berjalan dengan baik, ruang kosong tersebut dapat diisi oleh asumsi, persepsi, bahkan informasi yang tidak benar.

Di sinilah pentingnya PPID dan humas.

Humas Bukan Sekadar Membuat Berita

Salah satu pelajaran penting dari seminar tersebut adalah bahwa pekerjaan humas jauh lebih luas daripada sekadar membuat berita dan mengunggah konten ke media sosial.

Ismail Cawidu Kunjungi PPID UIN Siber Cirebon, Soroti Kesiapan Kampus Menuju Badan Publik Informatif

Humas adalah pekerjaan komunikasi.

Komunikasi membutuhkan data. Komunikasi membutuhkan konteks. Komunikasi membutuhkan verifikasi. Dan yang paling penting, komunikasi membutuhkan kepercayaan.

Karena itu, setiap informasi yang akan dipublikasikan harus melalui proses yang baik: menyimak, memahami, memeriksa, mengonfirmasi, kemudian menyampaikan.

Prinsip tersebut menjadi semakin penting di era digital.

Satu informasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Sebuah foto dapat ditafsirkan secara berbeda. Sebuah potongan video dapat keluar dari konteks. Bahkan informasi yang benar sekalipun dapat menimbulkan kesalahpahaman apabila disampaikan tanpa penjelasan yang memadai.

Karena itu, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi.

Cepat penting, tetapi benar jauh lebih penting.

Setiap Unit Adalah Sumber Informasi

Saya melihat bahwa penguatan komunikasi publik di UIN Siber tidak mungkin hanya dibebankan kepada PPID atau pranata humas.

Setiap fakultas, lembaga, biro, UPT, pusat, dan unit kerja sesungguhnya memiliki cerita.

Ada penelitian.

Ada inovasi.

Ada pengabdian kepada masyarakat.

Ada prestasi mahasiswa.

Ada kerja sama internasional.

Ada transformasi layanan.

Ada berbagai kebijakan akademik.

Semua itu merupakan bahan penting untuk membangun narasi kelembagaan.

Karena itu, saya memandang perlu dibangun budaya bahwa setiap unit kerja adalah produsen informasi sekaligus penjaga data kelembagaan.

PPID dan humas kemudian menjadi bagian dari ekosistem yang mengelola informasi tersebut agar dapat disampaikan kepada publik secara tepat.

Dengan pola kerja seperti ini, publikasi tidak lagi menjadi pekerjaan yang dilakukan pada akhir sebuah kegiatan.

Publikasi harus dimulai sejak kegiatan direncanakan.

Dari Kegiatan Menjadi Cerita, dari Cerita Menjadi Bukti

Ada satu prinsip yang menurut saya penting untuk terus dibangun di lingkungan UIN Siber:

Setiap kegiatan baik harus memiliki cerita dan bukti yang baik.

Sebuah program tidak cukup hanya dilaksanakan.

Kita harus memiliki dokumentasi.

Kita harus memiliki data.

Kita harus memiliki indikator capaian.

Kita harus mengetahui dampaknya.

Kemudian semua itu harus dikomunikasikan kepada publik dengan bahasa yang mudah dipahami.

Dengan demikian, berita bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Berita menjadi jembatan yang menghubungkan kerja universitas dengan masyarakat.

Di sinilah komunikasi publik memiliki nilai strategis.

Cyber Islamic University Membutuhkan Budaya Digital

Identitas sebagai Cyber Islamic University membawa konsekuensi besar.

Kita tidak boleh berhenti pada pembangunan infrastruktur digital. Kita harus membangun budaya digital.

Budaya digital berarti dosen mampu mengembangkan pembelajaran yang relevan dengan teknologi.

Tenaga kependidikan mampu memberikan layanan secara digital.

Mahasiswa memiliki literasi digital.

Pimpinan menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Dan seluruh sivitas akademika memahami bahwa komunikasi di ruang digital memiliki konsekuensi terhadap reputasi institusi.

Transformasi digital harus mengubah budaya kerja, bukan hanya mengganti pekerjaan manual menjadi pekerjaan berbasis aplikasi.

Karena itu, penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci keberhasilan UIN Siber.

Teknologi Harus Menghasilkan Pelayanan yang Lebih Baik

Kita tentu bangga dengan berbagai infrastruktur digital yang terus dikembangkan.

Namun, ukuran keberhasilan transformasi digital bukan semata-mata jumlah aplikasi atau kecanggihan perangkat yang dimiliki.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah teknologi tersebut membuat layanan menjadi lebih cepat?

Apakah masyarakat lebih mudah memperoleh informasi?

Apakah mahasiswa mendapatkan pelayanan yang lebih baik?

Apakah pimpinan dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat?

Jika jawabannya iya, maka teknologi telah memberikan nilai tambah bagi institusi.

Sebaliknya, jika teknologi hanya menambah sistem tanpa memperbaiki pelayanan, maka transformasi tersebut belum selesai.

Lima Agenda yang Perlu Kita Perkuat

Dari berbagai gagasan yang berkembang dalam seminar tersebut, saya melihat setidaknya ada lima agenda penting yang perlu terus diperkuat di UIN Siber.

Pertama, penguatan sumber daya manusia.

Kompetensi digital, literasi data, kecerdasan buatan, komunikasi publik, dan kemampuan beradaptasi harus menjadi bagian dari pengembangan SDM.

Kedua, keterbukaan informasi publik.

Layanan informasi harus mudah diakses, responsif, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, integritas dan budaya organisasi.

Transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan integritas, profesionalisme, kolaborasi, dan budaya pelayanan.

Keempat, perlindungan dan pelayanan mahasiswa.

Mahasiswa harus ditempatkan sebagai salah satu penerima manfaat utama dari setiap transformasi layanan universitas.

Kelima, pengukuran kinerja berbasis data.

Setiap program harus memiliki indikator yang jelas sehingga capaian dapat diukur, dievaluasi, dan dipertanggungjawabkan.

Kerja Humas Adalah Investasi

Ada pekerjaan yang sering tidak terlihat.

Tim humas mencari informasi.

Menghubungi narasumber.

Memeriksa data.

Mengambil dokumentasi.

Menulis berita.

Melakukan monitoring media.

Mengelola media sosial.

Menjawab pertanyaan publik.

Sementara PPID memastikan informasi publik tersedia sesuai ketentuan.

Kerja tersebut sering berlangsung di belakang layar.

Namun, hasilnya dapat terlihat dari satu hal: bagaimana publik memandang universitas.

Karena itu, saya sepakat bahwa komunikasi bukan sekadar biaya.

Komunikasi adalah investasi.

Investasi terhadap reputasi.

Investasi terhadap kepercayaan.

Investasi terhadap hubungan universitas dengan masyarakat.

Dan pada akhirnya, investasi terhadap keberlanjutan institusi.

Membangun Kepercayaan dari Informasi yang Benar

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sedang berada pada fase penting dalam perjalanan transformasinya.

Kita memiliki identitas baru sebagai Cyber Islamic University. Identitas tersebut harus dibuktikan melalui kualitas akademik, inovasi, layanan, tata kelola, SDM, dan komunikasi publik.

Kampus yang hebat bukan hanya kampus yang memiliki banyak prestasi.

Kampus yang hebat adalah kampus yang mampu bekerja dengan baik, memberikan pelayanan dengan baik, menyampaikan informasi dengan baik, dan

mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada publik.Karena itu, keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban.

Ia adalah budaya.

Komunikasi publik bukan sekadar publikasi.

Ia adalah jembatan kepercayaan.

Dan kerja humas bukan sekadar kerja di balik layar.

Ia adalah bagian dari upaya menjaga wajah, reputasi, dan masa depan universitas.

Dari kerja yang senyap, kita membangun cerita.

Dari cerita yang berbasis bukti, kita membangun kepercayaan.

Dan dari kepercayaan publik, kita membangun Cyber Islamic University yang kuat dan berkelanjutan.

Oleh: Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

August 2026
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Pos Terbaru