UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memperkuat langkahnya sebagai proyek percontohan (pilot project) perguruan tinggi keagamaan Islam berbasis digital di Indonesia.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., saat memberikan arahan dalam acara Seminar Nasional bertajuk “Inovasi Metode Pembelajaran Sejarah untuk Meningkatkan Minat dan Pemahaman Generasi Muda” yang digelar pada Rabu (3/6/2026).
Dalam seminar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) di Lantai 5 Gedung Siber tersebut, Prof. Aan menjabarkan tiga pilar penting yang menjadi fondasi transformasi institusi menuju kampus siber yang ideal.
“Pilar penting kita yang pertama adalah menjadi frontier (garda terdepan) digital Islamic education. Profil setiap jurusan harus bisa menghasilkan open Islamic education,” ungkap Prof. Aan di hadapan para sivitas akademika dan peserta seminar.
Untuk mewujudkan pilar pertama ini, Rektor menekankan perlunya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta penyiapan sarana dan prasarana yang memadai. Hal ini krusial untuk menunjang kelancaran pelayanan dan proses pembelajaran yang sepenuhnya berbasis digital.
Selaras dengan tema seminar sejarah yang diusung, Prof. Aan juga menyoroti urgensi digitalisasi kearifan lokal. Menurutnya, Cirebon memiliki akar sejarah yang sangat kuat, namun masih banyak warisan masa lalu yang belum tersentuh.
“Banyak manuskrip di Cirebon yang belum diterjemahkan dan diketahui masyarakat. Diharapkan ini bisa tersentuh, menjadi pengetahuan yang dikaji, dan didigitalisasi sebagai sumber kearifan lokal. Dari segi historis, keberagaman etnis, makanan, dan lain-lain di Cirebon juga bisa didigitalisasi untuk menjadi kekayaan kita bersama,” paparnya.
Lebih lanjut, Rektor memaparkan pilar kedua, yakni pengembangan multimedia pendidikan. Sebagai Cyber Islamic University, seluruh proses produksi bahan ajar di lingkungan kampus diarahkan untuk berbasis multimedia yang interaktif dan inovatif.
Sementara untuk pilar ketiga, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memfokuskan diri pada penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Melalui sistem ini, akses pendidikan tinggi Islam yang berkualitas dapat dijangkau oleh mahasiswa dari berbagai daerah tanpa terhalang batas geografis.
“Mudah-mudahan kita bisa terus memelopori perguruan tinggi berbasis digital ini,” pungkas Prof. Aan Jaelani.
Sebagai informasi, seminar nasional ini turut menghadirkan Guru Besar Sejarah Peradaban Islam, Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D., sebagai narasumber utama. Acara yang didukung penuh oleh Dekan FUA Dr. Anwar Sanusi, M.Ag. ini dipandu oleh Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati, Dr. Tendi, M.Hum., selaku moderator.
Kolaborasi pemikiran dalam seminar ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah, tetapi juga mempercepat langkah UIN Siber Syekh Nurjati dalam mengintegrasikan keilmuan sejarah dengan teknologi digital masa kini.


