UIN Siber Cirebon – Tiga guru besar UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mendapat panggilan untuk mengikuti Training of Trainers (TOT) Maheswara Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Tahun 2026. Keikutsertaan ini menjadi peluang strategis bagi UIN Siber Cirebon untuk memperkuat kontribusi akademisi dalam membumikan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan wawasan kebangsaan.(29/10/26).
Ketiga guru besar tersebut adalah Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., Guru Besar sekaligus Wakil Rektor II UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon; Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., Guru Besar sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana; serta Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., Guru Besar sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ekonomi Syariah Pascasarjana UIN Siber Cirebon.
Mereka dijadwalkan mengikuti TOT pada 11–13 November 2026 setelah dinyatakan lolos proses asesmen dan penelusuran rekam jejak dalam program sertifikasi calon pengajar Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila (Diklat PIP) tahun 2026.
Program yang diselenggarakan Direktorat Perencanaan, Standardisasi, dan Kurikulum Diklat BPIP tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan BPIP Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila serta Keputusan Kepala BPIP Nomor 60 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Sertifikasi Pengajar Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Perkuat Peran Akademisi dalam Pembinaan Ideologi Pancasila
Keterlibatan tiga guru besar UIN Siber Cirebon mencerminkan peran strategis perguruan tinggi dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan Pancasila di tengah dinamika masyarakat. Akademisi tidak hanya berperan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai kebangsaan, memperkuat karakter, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam pelaksanaannya, program TOT BPIP membagi peserta ke dalam dua kategori, yakni Maheswara Utama bagi ASN aktif dan Penceramah Utama bagi peserta non-ASN. Pembagian tersebut menjadi bagian dari pengembangan kapasitas calon pengajar sesuai kategori peserta dan ketentuan program sertifikasi.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memperkuat kompetensi dalam menyampaikan materi pembinaan ideologi Pancasila secara sistematis, kontekstual, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
Prof. Sugianto: Pancasila Harus Dihidupkan dalam Kehidupan Nyata
Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti TOT BPIP merupakan amanah sekaligus tanggung jawab akademik untuk memperkuat pendidikan ideologi Pancasila.
“Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara atau dihafalkan sebagai lima sila. Nilai-nilainya harus dihidupkan dalam sikap, perilaku, dan keputusan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, pemerintahan, maupun masyarakat. Karena itu, pengajar pembinaan ideologi Pancasila harus mampu menyampaikan materi secara substantif, dialogis, dan relevan dengan tantangan zaman,” ungkap Prof. Sugianto.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam membangun generasi yang berintegritas, menghargai keberagaman, serta mampu menjaga persatuan di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Menurutnya, penguatan ideologi Pancasila perlu dilakukan melalui pendekatan pendidikan yang mendorong pemahaman kritis sekaligus keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Kontribusi UIN Siber Cirebon untuk Penguatan Wawasan Kebangsaan
Keikutsertaan tiga guru besar tersebut diharapkan memperluas kontribusi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam pengembangan pendidikan kebangsaan dan pembinaan ideologi Pancasila.
Capaian ini sekaligus mempertegas bahwa peran perguruan tinggi tidak berhenti pada pelaksanaan tridarma, tetapi juga mencakup kontribusi nyata dalam memperkuat karakter bangsa.
Melalui keterlibatan akademisi dalam program BPIP, UIN Siber Cirebon terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul secara keilmuan, kokoh dalam nilai kebangsaan, dan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila.


