UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 34 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Edukasi Anti-Bullying bagi siswa SDN 1 Adidharma pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan dengan fokus menanamkan sikap saling menghargai, membangun empati, serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Kegiatan dirancang dengan pendekatan interaktif dan kreatif agar siswa tidak hanya memahami pengertian bullying, tetapi juga mampu mengenali bentuk-bentuk perundungan dan memahami dampaknya terhadap orang lain. Rangkaian kegiatan meliputi tanya jawab, penyampaian materi, pemutaran film pendek, sharing session, renungan, hingga kegiatan kreatif.
Mengenalkan Bullying melalui Edukasi Interaktif
Kegiatan dimulai setelah pelaksanaan senam pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Siswa kemudian diarahkan menuju ruang kelas yang telah disiapkan sebagai lokasi kegiatan.
Mahasiswa KKN membuka kegiatan dengan membangun komunikasi bersama siswa melalui pertanyaan-pertanyaan sederhana. Siswa diajak menceritakan pemahaman mereka mengenai bullying dan contoh perilaku yang pernah mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, narasumber kegiatan, Revalina Syafa Awalia, menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, serta dampaknya terhadap korban maupun lingkungan sekolah. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Mahasiswa juga mengajak siswa memahami bahwa tindakan seperti mengejek, memanggil teman dengan sebutan yang tidak disukai, mengucilkan, mengancam, atau menyakiti teman bukanlah bentuk candaan yang dapat dibenarkan apabila membuat orang lain merasa tidak nyaman atau terluka.
Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menempatkan diri pada posisi orang lain. “Kalau aku tidak suka disakiti, aku juga tidak boleh menyakiti teman,” menjadi salah satu pesan yang dikenalkan kepada siswa sebagai pengingat sederhana untuk membangun sikap saling menghargai.
Bangun Empati melalui Film, Sharing, dan Renungan
Setelah materi, siswa diajak menyaksikan film pendek bertema anti-bullying. Media audiovisual digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai tindakan perundungan dan dampak yang dapat ditimbulkannya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing session. Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat maupun pengalaman yang berkaitan dengan perundungan. Mahasiswa KKN mendampingi diskusi dan mengarahkan siswa agar mampu memahami perasaan teman yang menjadi korban.
Melalui sesi tersebut, siswa diajak menyadari bahwa setiap orang memiliki perasaan yang harus dihargai. Candaan yang dianggap biasa oleh seseorang dapat menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi orang lain.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi renungan. Siswa diajak melakukan refleksi mengenai ucapan dan tindakan mereka terhadap teman, sekaligus membangun komitmen untuk tidak melakukan perundungan dan berani bersikap ketika melihat tindakan yang menyakiti orang lain.
Pesan Anti-Bullying Dituangkan dalam Karya Siswa
Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN Kelompok 34 mengajak siswa mengikuti kegiatan kreatif. Siswa kelas 1–5 mengikuti kegiatan mewarnai, sedangkan siswa kelas 6 membuat poster bertema anti-bullying sesuai kreativitas masing-masing.
Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk menyampaikan pesan positif melalui karya. Poster dan hasil mewarnai kemudian dipajang di Mading Kreatif SDN 1 Adidharma sehingga dapat menjadi media edukasi sekaligus pengingat bagi warga sekolah mengenai pentingnya membangun pertemanan yang sehat.
Mahasiswa KKN Kelompok 34 berharap pendekatan kreatif tersebut dapat membuat pesan anti-bullying lebih mudah diingat dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Wujudkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Ramah Anak
Pelaksanaan Edukasi Anti-Bullying mendapat antusiasme dari siswa. Mereka terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari tanya jawab, menonton film, berbagi pengalaman, mengikuti renungan, hingga menghasilkan karya kreatif.
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 34 berharap siswa semakin memahami bahwa mencegah bullying merupakan tanggung jawab bersama. Sikap sederhana seperti menjaga ucapan, tidak mengejek, tidak mengucilkan, menghargai perbedaan, serta berani meminta bantuan kepada guru ketika melihat atau mengalami perundungan merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa dapat memahami apa itu bullying, mengenali bentuk-bentuknya, memahami dampaknya, serta membangun kebiasaan untuk saling menghargai dan tidak melakukan bullying terhadap teman,” ujar perwakilan KKN Kelompok 34.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nur Atikoh, M.Pd. turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Kelompok 34 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung pendidikan karakter sekaligus menanamkan nilai kepedulian dan empati sejak usia sekolah dasar.
Melalui edukasi yang dipadukan dengan diskusi, refleksi, dan kreativitas, Gerakan Anti-Bullying diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi menjadi langkah awal untuk menumbuhkan budaya saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan menciptakan sekolah yang ramah, aman, serta bebas dari perundungan.


