Delegasi UIN Siber Cirebon Dorong Standar Pelayanan Publik yang Partisipatif, Transparan, dan Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat
UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik melalui partisipasi aktif pada Forum Komunikasi Publik (FKP) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Kamis (23/7/2026), di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kota Cirebon, Kompleks Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun, mengevaluasi, serta menyempurnakan standar pelayanan publik yang lebih berkualitas.
UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon hadir melalui Koordinator PPID Pelaksana Universitas, Mohamad Arifin, sebagai delegasi resmi universitas yang turut memberikan masukan dalam penguatan tata kelola pelayanan publik yang semakin terbuka, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kepala Kemenag Kota Cirebon: Pelayanan Berkualitas Lahir dari Kolaborasi
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Riana Anom Sari, S.E., secara resmi membuka kegiatan sekaligus menegaskan bahwa Forum Komunikasi Publik (FKP) merupakan salah satu instrumen penting dalam membangun budaya pelayanan yang semakin profesional.
Menurutnya, pelayanan publik tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, akademisi, organisasi, serta seluruh mitra strategis.
“Forum Komunikasi Publik menjadi ruang bersama untuk menghimpun aspirasi, kritik, saran, dan berbagai praktik baik dari masyarakat maupun para mitra. Melalui forum ini, kami ingin memastikan bahwa standar pelayanan terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat, semakin transparan, akuntabel, adaptif, dan mampu memberikan kepuasan kepada publik,” ujar Riana Anom Sari.
Ia juga memperkenalkan budaya kerja Kementerian Agama Kota Cirebon melalui tagline SAGED (Santun, Adaptif, Gesit, Empati, dan Dedikatif) sebagai nilai utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kemenag Kota Cirebon Kukuhkan Agen Perubahan dan Perkenalkan Beragam Inovasi Layanan
Salah satu agenda penting dalam kegiatan ini adalah Pengukuhan Enam Agen Perubahan Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon sebagai motor penggerak reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, peserta juga mendapatkan paparan mengenai berbagai inovasi layanan yang telah dikembangkan Kementerian Agama Kota Cirebon, antara lain:
- Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) secara langsung pada hari kerja.
- Layanan digital 24 jam melalui WhatsApp 081234500788.
- Layanan Bimbingan Masyarakat (Bimas).
- Program Gas Nikah di Kantor Urusan Agama (KUA).
- Penguatan Moderasi Beragama.
- Berbagai inovasi pelayanan seperti Sapa Bakti, Kotak Ide PAIS, Sadulur, Siap Nikah, Halo KUA, dan Kudu Weruh.
Berbagai inovasi tersebut menjadi contoh bagaimana transformasi digital mampu menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
UIN Siber Cirebon Dorong Budaya Keterbukaan Informasi Publik
Dalam sesi diskusi, Mohamad Arifin, selaku Koordinator PPID Pelaksana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membangun budaya keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari tata kelola yang baik.
Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga publik.
“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sangat mendukung berbagai upaya yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Forum Komunikasi Publik seperti ini menjadi ruang kolaborasi yang sangat penting untuk menyusun, mengevaluasi, dan menyempurnakan standar pelayanan agar semakin transparan, akuntabel, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar Mohamad Arifin.
Ia juga menjelaskan bahwa pengalaman UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mengembangkan layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dapat menjadi salah satu praktik baik yang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi.
Diskusi Interaktif Hadirkan Berbagai Praktik Baik Pelayanan Publik
Suasana forum berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh antusiasme. Para peserta dari berbagai instansi saling berbagi pengalaman mengenai inovasi pelayanan publik, pengelolaan pengaduan masyarakat, keterbukaan informasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kualitas layanan.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif menghasilkan berbagai rekomendasi konstruktif sebagai bahan evaluasi dan pengembangan standar pelayanan publik di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon.
Forum ini sekaligus menjadi ruang belajar bersama untuk saling mengadopsi berbagai best practices yang telah diterapkan oleh masing-masing instansi dalam memberikan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis.
Perkuat Kolaborasi Menuju Pelayanan Publik yang Berdampak
Keikutsertaan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam Forum Komunikasi Publik semakin menegaskan peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
Sebagai Cyber Islamic University pertama di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus berkomitmen membangun tata kelola institusi yang profesional, adaptif, transparan, dan berbasis teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan budaya keterbukaan informasi, pelayanan publik yang responsif, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan berbagai elemen bangsa, diharapkan lahir berbagai inovasi pelayanan publik yang tidak hanya memenuhi standar administrasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan layanan yang semakin berkualitas bagi seluruh warga.








