UIN Siber Cirebon – Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UINSSC) menggelar gerakan penanaman 17.845 pohon di Desa Pilangsari, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di sekitar GOR Mertapura Kramat tersebut melibatkan mahasiswa KKN Tematik UINSSC 2026, termasuk KKN Kelompok 99 Desa Pilangsari, bersama pemerintah desa, masyarakat, komunitas peduli lingkungan, relawan, dan berbagai pihak lainnya.
Mengusung semangat “1 Pohon untuk Kehidupan”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendorong penghijauan secara berkelanjutan. Gerakan penanaman 17.845 pohon tersebut juga diarahkan untuk memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Libatkan Mahasiswa dan Masyarakat dalam Aksi Penghijauan
Penanaman pohon dilaksanakan secara bersama-sama oleh mahasiswa KKN, masyarakat, pemerintah desa, serta berbagai unsur yang terlibat. Setiap peserta mengambil bagian dalam proses penanaman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kontribusi nyata bagi keberlanjutan kawasan Desa Pilangsari.
Keterlibatan mahasiswa KKN dalam gerakan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman untuk berkolaborasi sekaligus mengajak masyarakat mengambil peran dalam menjaga lingkungan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 99 Desa Pilangsari, Zainul Alim, M.A., menyampaikan bahwa penanaman pohon merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
“Kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Pilangsari dan generasi yang akan datang.”
“1 Pohon untuk Kehidupan” Jadi Pesan Keberlanjutan
Gerakan penanaman 17.845 pohon tidak sekadar diarahkan sebagai kegiatan seremonial. Semangat “1 Pohon untuk Kehidupan” menjadi pesan agar kegiatan menanam juga diikuti dengan komitmen untuk merawat dan menjaga keberlangsungan pohon yang telah ditanam.
Kepala Desa Pilangsari, H. Muadi, S.H., menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat tersebut. Menurutnya, penanaman pohon memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Pemerintah Desa Pilangsari sangat mendukung kegiatan penanaman pohon ini. Selain memperindah dan menghijaukan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara mahasiswa KKN dan masyarakat.”
Hal senada disampaikan Sekretaris Desa Pilangsari, Abdul Kudus. Ia menilai penanaman pohon perlu dipandang sebagai investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan bersama mahasiswa KKN ini. Penanaman pohon bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.”
Kolaborasi Jadi Kekuatan Gerakan Lingkungan
Gerakan penghijauan di Desa Pilangsari menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, komunitas, dan relawan dalam menghadapi persoalan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan semangat pengabdian secara langsung di tengah masyarakat.
Ketua RW 04, Mahidin, berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat dirawat secara bersama-sama sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di tingkat wilayah. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.”
Sementara itu, Ketua KKN 99 Desa Pilangsari, Faris Muhammad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, KKN 99 Desa Pilangsari berupaya memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Penanaman pohon menjadi salah satu bentuk pengabdian yang diharapkan dapat meninggalkan manfaat positif dan berkelanjutan bagi Desa Pilangsari.”
KKN 99 Dorong Kepedulian Lingkungan Berkelanjutan
KKN Kelompok 99 yang menjalankan program Pendampingan Proses Produk Halal (P3H) di Desa Pilangsari turut mengambil bagian dalam gerakan penghijauan tersebut. Keterlibatan ini memperlihatkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat hadir dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
Penanggung Jawab Penanaman, Dimas Aliyaningrum, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan diarahkan agar seluruh pihak dapat terlibat secara bersama-sama.
“Sebagai penanggung jawab penanaman, kami memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan melibatkan seluruh pihak secara bersama-sama. Harapannya, semangat menanam dan menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi terus berlanjut setelahnya.”
Dari sisi pembangunan berkelanjutan, gerakan ini sejalan dengan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui aksi lingkungan berbasis masyarakat. Penanaman pohon juga mendukung SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya penghijauan dan peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keterlibatan mahasiswa dalam gerakan penanaman pohon menjadi wujud nyata pendidikan yang terhubung dengan persoalan masyarakat. Semangat Kampus Inklusif tidak hanya diwujudkan melalui akses terhadap pendidikan, tetapi juga melalui keterlibatan sivitas akademika dalam membangun lingkungan dan masyarakat yang lebih berkelanjutan.
Gerakan penanaman 17.845 pohon di Desa Pilangsari diharapkan tidak berhenti pada pencapaian rekor, tetapi menjadi awal dari komitmen bersama untuk menanam, merawat, dan menjaga lingkungan. Dengan semangat “1 Pohon untuk Kehidupan”, setiap pohon yang ditanam diharapkan menjadi warisan ekologis bagi masyarakat dan generasi mendatang.


